📑 Daftar Isi

Logo Apple Pay dengan latar belakang peta India dan ikon pembayaran digital

Apple Pay Resmi Masuk India, Baru Dukung Kartu Axis Bank

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
  • Apple Pay resmi masuk India, butuh lebih dari satu dekade untuk penuhi regulasi perbankan lokal
  • Peluncuran awal hanya dukung kartu kredit Axis Bank di jaringan Visa dan Mastercard, belum ada RuPay
  • HDFC Bank, ICICI Bank, dan SBI Card belum ikut karena negosiasi biaya 0,2 persen per transaksi
  • Jutaan merchant menerima Apple Pay, termasuk Zomato, Croma, Blinkit, dan Tata 1mg
  • Penerimaan hanya di terminal yang telah diaktifkan, berpotensi tidak merata
  • Pangsa volume Apple di India diprediksi capai 10 persen pada tahun ini

Telset.id – Apple resmi meluncurkan Apple Pay di India dengan Axis Bank sebagai mitra perbankan pertama. Kehadiran layanan pembayaran ini menandai masuknya Apple ke pasar pembayaran digital terbesar di dunia yang selama bertahun-tahun didominasi oleh UPI. Peluncuran tahap awal ini bersifat terbatas dan hanya mendukung kartu kredit Axis Bank yang memenuhi syarat pada jaringan Visa dan Mastercard, tanpa dukungan untuk RuPay, jaringan kartu buatan India.

Butuh lebih dari satu dekade sejak fitur ini pertama kali diperkenalkan agar Apple Pay bisa masuk ke negara dengan populasi terbesar di dunia tersebut. Penyebabnya, Apple harus memenuhi berbagai regulasi perbankan lokal sebelum layanan ini bisa beroperasi. Kini, setelah semua syarat itu terpenuhi, pengguna iPhone di India akhirnya bisa merasakan pembayaran tanpa kontak lewat perangkat mereka.

Masuknya Apple Pay ke India menjadi langkah penting bagi Apple yang selama ini berada di pinggir pasar pembayaran negara tersebut. Apple Pay akan menyasar basis pengguna iPhone yang terus tumbuh dan cenderung lebih mampu secara finansial serta lebih mungkin menggunakan kartu kredit premium. Meski cakupannya masih terbatas, kehadiran layanan ini memberi Apple cara baru untuk memonetisasi pengguna iPhone di India.

Menurut sumber yang dikutip TechCrunch, penerimaan pembayaran Apple Pay juga dibatasi hanya pada merchant dan terminal pembayaran yang telah diaktifkan untuk layanan tersebut. Artinya, sebuah transaksi Apple Pay bisa berhasil di terminal yang dioperasikan penyedia pembayaran independen yang telah mengaktifkan layanan, tetapi gagal di terminal lain yang bank pengelolanya belum mendukung. Kondisi ini berpotensi membuat penerimaan tidak merata selama peluncuran awal, bahkan bagi pelanggan dengan kartu yang sudah didukung.

Kendati cakupannya terbatas, Apple menyebut jutaan merchant di seluruh India akan menerima Apple Pay sejak peluncuran. Nama-nama yang disebut dalam pengumuman resmi Apple antara lain Apple Store locations, Blinkit, Chaayos, Comet, Croma, Interflora, Ixigo, Le15 Patisserie, Reliance brands, Tata 1mg, hingga Zomato. Daftar ini menunjukkan bahwa layanan sudah menyentuh ritel elektronik, layanan makanan, hingga platform pengiriman barang sejak hari pertama.

Perbedaan Model dengan UPI dan Negosiasi yang Alot

Berbeda dengan UPI, sistem pembayaran antarbank instan yang tidak bergantung pada kartu, Apple Pay berbasis kartu dan memerlukan integrasi dari masing-masing penerbit kartu serta penyedia infrastruktur pembayaran. Hal ini membuat peluncuran secara luas menjadi lebih kompleks. UPI sendiri menangani sebagian besar pembayaran digital di India, di mana memindai kode QR untuk membayar langsung dari rekening bank sudah menjadi hal umum.

Selain soal infrastruktur, syarat komersial Apple juga menjadi titik perselisihan dengan sejumlah bank besar di India. Apple disebut meminta biaya sekitar 20 basis poin atau 0,2 persen atas setiap transaksi, angka yang cukup besar dari margin sekitar 40 hingga 50 basis poin di lapisan pembayaran. Struktur biaya ini secara garis besar konsisten dengan model komersial Apple Pay di pasar lain. Sampai sekarang, syarat dan ketentuan tersebut masih dalam tahap negosiasi dengan bank-bank lain di India.

Karena negosiasi soal syarat komersial masih berlangsung, HDFC Bank, ICICI Bank, dan SBI Card belum mendukung Apple Pay pada peluncuran awal. Selain itu, kartu dari State Bank of India dan HDFC Bank juga belum bisa digunakan, dan jaringan kartu lokal RuPay belum masuk dalam daftar dukungan. Apple, Axis Bank, HDFC Bank, ICICI Bank, dan SBI Card tidak memberikan tanggapan atas permintaan komentar. Sebelumnya pada awal bulan ini, Reuters melaporkan bahwa Apple tengah bersiap meluncurkan Apple Pay di India pada Oktober, dimulai dengan kartu kredit Axis Bank.

Peluang di Tengah Dominasi UPI dan Ekspansi Apple di India

Pada tahap awal, pelanggan Axis Bank yang memenuhi syarat dapat menambahkan kartu kredit mereka ke aplikasi Wallet milik Apple dan menggunakan Apple Pay untuk pembelian online maupun pembayaran tanpa kontak di terminal yang mendukung. Ada dua cara yang bisa dipakai, yakni melalui aplikasi resmi Axis Bank atau dengan menekan tombol plus di dalam aplikasi Wallet lalu mengikuti instruksi yang muncul di layar. Langkah ini menambah satu bagian lagi dalam bisnis Apple yang terus berkembang di India, di mana perusahaan telah memperluas penjualan iPhone, manufaktur lokal, dan jejak ritelnya.

Berdasarkan laporan Counterpoint Research, Apple menguasai 28% pasar smartphone India berdasarkan nilai pada 2025, naik dari 23% pada tahun sebelumnya. Pangsa volume Apple juga diprediksi bisa mencapai 10 persen pada tahun ini, didorong oleh permintaan kuat terhadap iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max. India juga sudah menyumbang sekitar seperempat produksi iPhone global, dan porsi itu bisa naik menjadi 30% hingga 35% dalam lima tahun ke depan, menurut laporan Business Standard yang mengutip seorang pejabat pemerintah India.

Meski Apple Pay diperkirakan tetap menjadi layanan niche karena dominasi UPI, sisi ekonominya tetap bisa membuat India berarti bagi Apple. Biaya transaksi yang dikenakan pembuat iPhone ini akan memberi mereka cara lain untuk memonetisasi basis pengguna iPhone yang terus tumbuh di negara tersebut. Pasar smartphone India sendiri masih dikuasai perangkat Android, sehingga kehadiran Apple Pay lebih banyak menyasar segmen pengguna yang memang sudah memakai ekosistem Apple.

Peluncuran Apple Pay ini juga menjadi bagian dari rangkaian dinamika bisnis Apple yang sedang berjalan, mulai dari persoalan perangkat hingga urusan hukum. Beberapa waktu lalu, muncul bug Face ID yang membuat perangkat restart sendiri, sementara di ranah hukum Apple tengah menyiapkan banding atas vonis Rp92 triliun. Di sisi lain, sejumlah produk Apple yang belum rilis juga sempat bocor melalui kode perusahaan, termasuk HomePod Mini 2 yang dikabarkan tengah disiapkan.

Dengan struktur biaya yang konsisten dengan pasar lain dan basis pengguna iPhone yang cenderung mampu, Apple Pay di India tetap memiliki jalur ekonomi yang jelas meski menghadapi dominasi UPI. Keberhasilan peluncuran awal akan sangat bergantung pada seberapa cepat bank lain menyusul Axis Bank dan seberapa luas terminal pembayaran yang mengaktifkan layanan ini. Selama syarat komersial belum disepakati dengan HDFC Bank, ICICI Bank, dan SBI Card, cakupan Apple Pay di India akan tetap terbatas pada satu penerbit kartu saja.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.