Telset.id – Empat keluarga di Amerika Serikat menggugat Meta, TikTok, Snap, dan Google melalui gugatan salah hukum (wrongful death) dan cedera pribadi. Gugatan diajukan oleh Social Media Victims Law Center (SMVLC) yang menuduh keempat perusahaan platform media sosial tersebut menciptakan produk adiktif dan berbahaya yang berkontribusi pada kematian empat anak.
Gugatan yang diajukan pada 1 Agustus 2026 ini menuduh platform media sosial mengabaikan peringatan berulang dari peneliti mereka sendiri, menyembunyikan bukti bahaya, dan membangun sistem yang menargetkan anak di bawah umur di saat kerentanan psikologis. Ini merupakan perkembangan terbaru dari serangkaian tuntutan hukum yang dihadapi platform media sosial terkait dampaknya terhadap pengguna muda.
SMVLC juga mengungkapkan bahwa perusahaan-perusahaan tersebut melacak perilaku pengguna untuk mendorong konten tertentu, termasuk iklan diet dan kecantikan, filter pengubah penampilan, serta fitur perbandingan sosial. Konten-konten ini diduga menyebabkan depresi, menyakiti diri sendiri, dan pikiran untuk bunuh diri demi meningkatkan keterlibatan pengguna.
Kematian yang terkait dengan gugatan ini terjadi antara Juli 2024 dan September 2025 di Texas, North Carolina, Minnesota, dan Tennessee. Namun, SMVLC memilih mengajukan gugatan di Delaware setelah dokumen internal dari perusahaan media sosial dibuka dalam proses pengadilan negara bagian dan federal baru-baru ini.
Telset.id telah menghubungi perusahaan-perusahaan yang disebut dalam gugatan dan akan memperbarui berita ini ketika mendapat tanggapan. Namun, juru bicara Google telah memberikan pernyataan kepada Engadget.
“Memberikan pengalaman yang lebih aman dan sehat bagi kaum muda selalu menjadi inti dari pekerjaan kami,” ujar juru bicara Google. “Dengan berkolaborasi bersama pakar kesehatan mental dan pengasuhan anak, kami telah membangun layanan dan kebijakan untuk memberikan pengalaman yang sesuai usia bagi kaum muda, dan kontrol yang kuat bagi orang tua. Kami menyampaikan simpati terdalam kepada keluarga dan sedang meninjau klaim dalam gugatan ini.”

Gugatan ini bukanlah yang pertama dihadapi platform media sosial terkait dampaknya pada pengguna muda. Sebelumnya pada musim panas ini, empat negara bagian AS menggugat Meta dengan klaim bahwa Facebook dan Instagram memiliki desain adiktif dan menyesatkan publik tentang seberapa aman aplikasi tersebut.
Sebulan sebelumnya, Meta, Snap, dan TikTok masing-masing menyelesaikan gugatan kecanduan media sosial yang diajukan oleh distrik sekolah di Kentucky. Penyelesaian ini menunjukkan meningkatnya tekanan hukum terhadap platform media sosial untuk bertanggung jawab atas dampak produk mereka terhadap kesehatan mental pengguna muda.
Gugatan terbaru ini menambah daftar panjang tantangan hukum yang dihadapi raksasa teknologi. Sebelumnya, FTC juga menggugat layanan kesehatan digital atas kebocoran data kesehatan ke Meta. Sementara itu, Meta juga menghadapi masalah terkait produk kacamata AI Ray-Ban yang gagal mencegah pelecehan.
Kasus ini menyoroti bagaimana algoritma dan desain platform dapat berdampak serius pada pengguna muda. Tuduhan bahwa perusahaan melacak perilaku pengguna untuk menampilkan konten yang berpotensi membahayakan menunjukkan adanya konflik antara kepentingan bisnis dan keselamatan pengguna.
Meskipun perusahaan-perusahaan tersebut telah membantah tuduhan atau menyatakan komitmen mereka pada keselamatan pengguna, gugatan ini menunjukkan bahwa pertanggungjawaban hukum atas dampak media sosial terhadap anak-anak semakin menjadi perhatian publik dan regulator.
Hasil dari gugatan ini dapat menjadi preseden penting bagi kasus serupa di masa depan. Jika penggugat menang, hal ini dapat memaksa platform media sosial untuk mengubah cara mereka merancang produk dan menargetkan pengguna muda. Sebaliknya, jika perusahaan menang, hal ini dapat mempersulit upaya keluarga lain untuk menuntut pertanggungjawaban platform atas dampak negatif yang dialami anak-anak mereka.
Saat ini, keempat perusahaan yang digugat belum memberikan tanggapan resmi secara komprehensif. Google telah memberikan pernyataan awal, sementara Meta, TikTok, dan Snap belum berkomentar. Telset.id akan terus memantau perkembangan kasus ini dan memberikan informasi terbaru ketika tersedia.





Komentar
Belum ada komentar.