📑 Daftar Isi

NetApp Novus Hadir, Penyimpanan Tercepat Dunia untuk Era AI Factory

NetApp Novus Hadir, Penyimpanan Tercepat Dunia untuk Era AI Factory

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – NetApp resmi memperkenalkan NetApp Novus, penyimpanan tercepat di dunia yang dirancang khusus bagi penyedia infrastruktur AI yang mengoperasikan lingkungan GPU berskala besar. Pengumuman ini disampaikan pada 13 Oktober 2026 oleh NetApp® (NASDAQ: NTAP), perusahaan infrastruktur kecerdasan data, sebagai jawaban atas hambatan yang selama ini menurunkan pemanfaatan GPU dan meningkatkan biaya infrastruktur di AI factory.

Langkah ini penting karena pada arsitektur penyimpanan tradisional, pemanfaatan GPU dapat turun di bawah 30 persen ketika AI factory tidak mampu menyuplai data yang cukup ke GPU. Kondisi tersebut membuat output yang dibutuhkan tidak optimal dan imbal hasil atas investasi infrastruktur ikut tergerus. Kehadiran Novus menyasar langsung persoalan itu dengan arsitektur generasi berikutnya yang mendukung sistem file berskala zettabyte.

Menurut NetApp, arsitektur baru ini memungkinkan AI factory menyuplai data secara terus-menerus ke jutaan GPU, sehingga efisiensi, pemanfaatan, dan profitabilitas investasi dapat dimaksimalkan. Neocloud dan penyedia GPU-as-a-Service disebut tengah membangun AI factory pada skala yang tidak pernah dirancang untuk didukung oleh arsitektur penyimpanan tradisional.

Arsitektur Disagregasi dengan Throughput 100 TB per Detik

NetApp Novus menghadirkan arsitektur generasi berikutnya yang dirancang untuk menghilangkan batasan skala dengan memisahkan metadata dari jalur data. Dengan cara ini, performa, kapasitas, dan konkurensi dapat berskala secara independen di bawah satu namespace menggunakan NFS standar industri.

Rilis awal Novus menggabungkan NetApp Novus Data Director, perangkat lunak metadata yang berjalan di infrastruktur Supermicro yang telah terkualifikasi, dengan layanan data NetApp ONTAP® yang disediakan melalui sistem AFF A90. Keduanya bersama-sama membentuk arsitektur disagregasi yang dibangun untuk melampaui throughput 100 TB per detik dan mendukung pemanfaatan tinggi ratusan ribu GPU, sambil mempertahankan layanan data kelas enterprise yang telah dipercaya pelanggan dari ONTAP.

Arsitektur ini dirancang untuk memenuhi tuntutan AI factory berskala cloud dan multi-tenant, dapat dipesan saat ini, dan menyediakan jalur menuju penerapan software-defined dari waktu ke waktu, dengan tetap mempertahankan namespace, model operasional, dan fondasi data yang sama. Perkembangan kapasitas penyimpanan skala besar ini juga sejalan dengan dinamika pasar yang tengah bergerak, seperti yang tergambar dalam situasi pasar penyimpanan 2026.

Manfaat bagi Pelanggan dan Dukungan Industri

Pelanggan yang mengadopsi arsitektur Novus dapat memperoleh sejumlah manfaat. Pertama, menjaga setiap GPU tetap produktif, karena Novus dirancang untuk memaksimalkan pemanfaatan GPU dengan memisahkan layanan metadata dari jalur data, mengurangi bottleneck terkait penyimpanan, dan menjaga infrastruktur AI tetap mendapat suplai data berperforma tinggi.

Kedua, berskala tanpa fragmentasi. Novus memungkinkan miliaran file dan dataset AI berukuran masif bertumbuh dalam satu namespace, sehingga metadata, bandwidth, dan kapasitas dapat berskala secara independen tanpa menciptakan silo penyimpanan atau kompleksitas operasional.

Ketiga, meningkatkan efisiensi infrastruktur AI. Novus memungkinkan operator hanya menskalakan sumber daya yang dibutuhkan untuk setiap beban kerja, sehingga membantu mengurangi kebutuhan daya, ruang, dan beban tambahan infrastruktur, sekaligus tetap mempertahankan ketahanan, keamanan, dan kemampuan multi-tenant yang dibutuhkan untuk lingkungan AI bersama.

Syam Nair, Chief Product Officer NetApp, menegaskan bahwa AI factory kesulitan dan ekonomi GPU runtuh ketika data tidak mampu mengimbangi. Menurutnya, penyimpanan era HPC saja tidak mampu melayani skala AI factory, sehingga industri membutuhkan arsitektur yang benar-benar dibangun untuk itu dari awal. Ia menyebut AI factory sudah lama mencari infrastruktur yang mampu berskala secepat AI.

“Dengan memanfaatkan kekuatan NetApp Platform, Novus menghadirkan performa scale-out tanpa batas sebesar 100 TB/s, melampaui pasar sebagai arsitektur penyimpanan berkinerja tinggi berskala AI yang baru, yang membuka performa jutaan GPU serta memberikan imbal hasil investasi yang dibutuhkan untuk menopang gelombang inovasi AI berikutnya. Kami baru saja menghadirkan penyimpanan tercepat di dunia yang dibangun khusus untuk Era AI,” ujar Syam Nair.

Dari sisi analis, Mike Leone, Vice President & Principal Analyst di Moor Insights & Strategy, menilai bahwa seiring penyedia infrastruktur AI memperbesar skala lingkungan GPU, aspek ekonominya semakin bergantung pada kemampuan menjaga sumber daya komputasi tetap bermanfaat sepenuhnya. Ia menyebut arsitektur penyimpanan yang tidak mampu menyuplai data pada skala cloud dapat menjadi faktor pembatas bagi performa pelatihan, isolasi tenant, dan imbal hasil atas investasi infrastruktur. Menurutnya, NetApp Novus secara langsung mengatasi batasan tersebut dengan memadukan pengelolaan metadata terdisagregasi dengan layanan data berperforma tinggi, sehingga memberikan fondasi yang lebih skalabel bagi penyedia neocloud dan GPU-as-a-Service dalam mengoperasikan AI factory.

Pengujian yang dilakukan Omdia terhadap NetApp Novus menunjukkan skalabilitas performa yang mendekati linear seiring bertambahnya klaster ONTAP ke dalam satu namespace global. Tony Palmer, Chief Analyst di Omdia, menyatakan bahwa berdasarkan pengujian ketat yang diamati, pemodelan mereka memproyeksikan arsitektur metadata dan data terdisagregasi pada NetApp Novus dapat diskalakan ke atas dan ke luar hingga throughput baca sekuensial 100 TBps dengan kapasitas efektif puluhan exabyte, bahkan lebih. Ia menyebut pihaknya yakin dengan proyeksi bahwa solusi ini dapat memenuhi kebutuhan penerapan skala zetta (zettascale) untuk menopang beban kerja AI yang paling menuntut dan haus data.

Dukungan juga datang dari Cisco. Jeremy Foster, Senior Vice President dan General Manager, Cisco Compute, mengatakan kolaborasi jangka panjang dengan NetApp bertujuan menyatukan komputasi, jaringan, dan data agar infrastruktur yang kompleks menjadi lebih sederhana bagi pelanggan. Ia menilai seiring AI mendorong infrastruktur ke level skala dan kecepatan yang baru, pembeda yang sesungguhnya bukanlah GPU, melainkan data dan cara pelanggan memanfaatkannya. Menurutnya, NetApp Novus bersama seluruh bagian stack lainnya membantu pelanggan memanfaatkan data tersebut secara optimal dan mewujudkan dampak yang berarti bagi bisnis mereka.

Perlu dicatat, pernyataan NetApp mengenai penawaran yang belum dirilis dan rencana ke depan hanya untuk tujuan informasi, dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan, dan tidak boleh dijadikan dasar untuk keputusan pembelian maupun keputusan lainnya. Pernyataan tersebut bukan merupakan komitmen, kewajiban, jaminan, atau garansi dalam bentuk apa pun dari NetApp, termasuk terkait ketersediaan, fungsionalitas, harga, atau waktu peluncuran.

Kehadiran NetApp Novus menegaskan bahwa persoalan penyimpanan menjadi salah satu penentu utama dalam ekonomi AI factory. Selama data mampu mengimbangi laju komputasi GPU, pemanfaatan sumber daya dan imbal hasil investasi infrastruktur dapat terjaga. Sebaliknya, arsitektur penyimpanan yang tidak dirancang untuk skala AI berisiko menjadi penghambat performa dan efisiensi. Dinamika serupa juga terlihat pada sektor lain, misalnya ketika kebijakan dan pasokan global memengaruhi proyek penyimpanan energi di berbagai negara.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.