📑 Daftar Isi

Survei Opera: 63% Pengguna di Indonesia Pakai HP di Bawah Rp3 Juta

Survei Opera: 63% Pengguna di Indonesia Pakai HP di Bawah Rp3 Juta

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Opera merilis hasil survei terbarunya di Indonesia yang melibatkan lebih dari 2000 responden, dan temuan utamanya menyoroti dominasi perangkat terjangkau dalam aktivitas digital harian. Survei ini mengungkap bahwa 63% pengguna Opera di Indonesia merupakan pemilik smartphone entry-level dan kelas midrange, yakni perangkat yang dibanderol di bawah Rp3 juta (sekitar US$185). Temuan tersebut menegaskan bahwa browser ringan kini menjadi kebutuhan utama bagi mayoritas pengguna di Tanah Air, bukan sekadar pelengkap.

Data ini sejalan dengan kondisi pasar secara umum. Berdasarkan riset Counterpoint untuk Q2 2025, segmen smartphone di bawah US$150 tumbuh 3% secara tahunan. Artinya, perangkat terjangkau masih menjadi tulang punggung pasar smartphone nasional, dan penggunanya menuntut perangkat tersebut mampu menangani berbagai aktivitas harian tanpa mengorbankan kecepatan maupun performa.

Bagi masyarakat Indonesia, smartphone memang telah menjadi pusat kehidupan digital. Menurut laporan We are Social’s Digital 2025: Indonesia, orang Indonesia menghabiskan rata-rata 4 jam 38 menit sehari untuk menggunakan internet via smartphone, dan smartphone menyumbang 71,93% traffic web di Indonesia. Mulai dari browsing, menonton video, bekerja, hingga belanja, semuanya dilakukan melalui perangkat yang dipegang sehari-hari.

Kecepatan Jadi Alasan Utama Pilihan Browser

Dari survei Opera, kecepatan menjadi alasan nomor satu pengguna dalam memilih browser mereka. Hal ini menunjukkan bahwa pengguna memang mencari pengalaman browsing yang cepat dan ringan, terutama pada perangkat dengan kemampuan yang lebih terbatas. Meski hadir dengan spesifikasi yang lebih sederhana, smartphone tetap dituntut untuk bisa melakukan banyak hal setiap harinya, mulai dari bekerja, belanja, hingga kegiatan di media sosial.

Kondisi inilah yang membuat pengguna membutuhkan aplikasi yang tetap ringan dan cepat untuk kegiatan sehari-hari, tanpa membuat smartphone bekerja terlalu keras. Pendekatan ini juga sejalan dengan tren yang terlihat pada segmen pengguna yang sebelumnya mengeluhkan pengalaman browsing kurang nyaman, seperti yang tergambar dalam ulasan soal browser bawaan yang sering bermasalah di perangkat entry-level.

Menariknya, kata “smart” dalam konteks ini bukan lagi soal menambah lebih banyak aplikasi, melainkan bagaimana memaksimalkan aplikasi yang sudah ada di perangkat. Salah satunya adalah aplikasi browser, yang sering kali menjadi pintu utama untuk mencari informasi dan menjalankan aktivitas digital sehari-hari.

Satu Browser, Lima Fitur Esensial

Opera menggabungkan lima fitur berguna dalam satu browser yang ringan: Free Built-in Ad Blocker, VPN, Data Saver, Personalized AI Assistant, dan browser itu sendiri. Ketimbang mengunduh berbagai aplikasi untuk kebutuhan yang berbeda-beda, pengguna bisa mengakses semua fitur dalam satu aplikasi, sehingga pengalaman menggunakan smartphone jadi lebih simpel dan tetap ringan.

Untuk pengalaman browsing yang lebih bersih, fitur Built-in Ad Blocker pada Opera membantu menghilangkan iklan dan berbagai elemen yang tidak diperlukan dari halaman web. Berdasarkan survei, sekitar 60% pengguna Opera menggunakan browser untuk menonton video pendek atau drama, sehingga pengalaman browsing tanpa iklan terasa semakin nyaman bagi mereka.

Bagi pengguna yang menginginkan privasi lebih saat browsing, fitur Free VPN dari Opera memberikan lapisan privasi tambahan saat mengakses berbagai informasi. Sekitar 58% pengguna yang mengikuti survei sudah mengetahui fitur VPN dari Opera. Free VPN juga menjadi fitur yang paling banyak digunakan oleh pengguna Opera, menunjukkan bahwa privasi sudah menjadi bagian penting dari kegiatan browsing sehari-hari.

Sementara itu, bagi pengguna yang memiliki kuota internet terbatas, fitur Data Saver di Opera membantu memaksimalkan penggunaan data. Pengguna tidak perlu lagi mengandalkan aplikasi lain yang terlalu banyak mengonsumsi data, karena semua bisa langsung dilakukan di Opera.

Pengalaman browsing berbasis AI di Opera membawa pengalaman browsing selangkah lebih jauh dengan menghadirkan personal assistant yang bisa membantu pengguna mencari informasi, merangkum konten, hingga menyelesaikan berbagai tugas langsung dari browser. Untuk pertanyaan yang sifatnya kompleks, fitur Think Deeper dari Opera membantu pengguna menggali informasi lebih dalam dan dapat menyelesaikan tugas dalam lebih dari 50 bahasa. Personalisasi tampilan dan widget pada Opera juga dapat disesuaikan dengan kebutuhan, sehingga Opera tidak hanya menawarkan browser dengan berbagai fungsi, tetapi juga pengalaman browsing yang bisa disesuaikan dengan kenyamanan pengguna.

Pendekatan all-in-one semacam ini menjadi relevan di tengah kebiasaan pengguna yang ingin serba praktis. Sebelumnya, Opera juga tercatat aktif menghadirkan fitur yang menyederhanakan aktivitas digital, sebagaimana dibahas dalam artikel soal fitur ad blocker yang ditanamkan langsung pada browser smartphone.

Dengan memadukan fungsi, efisiensi, dan personalisasi, Opera menunjukkan bagaimana sebuah browser bisa tetap simpel dan aman, sekaligus memberi ruang bagi smartphone untuk melakukan lebih banyak hal. Opera telah menggabungkan berbagai fitur yang dibutuhkan pengguna dalam satu browser, sehingga aktivitas browsing sehari-hari menjadi lebih mudah tanpa harus terus berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lainnya.

Bagi pengguna yang ingin mencoba, Opera menyediakan Opera One untuk Android atau Opera Mini guna menikmati pengalaman browsing yang lebih simpel dan aman di smartphone. Langkah ini menjadi salah satu jawaban atas kebutuhan pengguna perangkat terjangkau yang tetap ingin memaksimalkan fungsi smartphone mereka tanpa harus mengganti perangkat ke kelas yang lebih mahal.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.