📑 Daftar Isi

Remaja Peretas Scattered Spider Dibui, Disrupsi Serius bagi Kelompok Hacker

Remaja Peretas Scattered Spider Dibui, Disrupsi Serius bagi Kelompok Hacker

Penulis:Fernando Yehezkiel
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:

Telset.id – Kepolisian Inggris mengumumkan bahwa hukuman penjara terhadap dua remaja hacker berhasil mengganggu secara signifikan operasi kelompok cybercrime terkenal, Scattered Spider. Dua pelaku yang masih sangat muda ini terbukti menjadi ancaman siber paling serius bagi Inggris dalam beberapa tahun terakhir.

Owen Flowers (18 tahun) dan Thalha Jubair (20 tahun) mengaku bersalah atas peretasan terhadap Transport for London (TfL), badan pemerintah yang mengelola sistem transportasi umum ibu kota Inggris. Keduanya dijatuhi hukuman lima tahun enam bulan penjara pada Kamis (16/7/2026). Hukuman ini menandai babak baru dalam upaya pemberantasan kejahatan siber yang melibatkan aktor usia muda.

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa hacker paling berbahaya dan efektif tidak selalu bekerja untuk badan pemerintah canggih dengan anggaran jutaan dolar. Lebih sering, mereka adalah hacker yang sangat muda dan cerdas, termotivasi oleh uang dan ketenaran di antara sesama peretas. Kelompok seperti Scattered Spider sering menargetkan dan mengeksploitasi karyawan daripada sistem komputer, sebuah strategi yang efektif dan sulit dilawan.

Serangan yang Melumpuhkan Transportasi London

Kedua hacker ini berada di balik serangan siber terhadap TfL pada musim panas 2024. Serangan tersebut berhasil melumpuhkan infrastruktur sistem, termasuk sistem tiket dan sistem informasi kedatangan kereta real-time. Gangguan ini berlangsung selama berminggu-minggu, menyebabkan kekacauan bagi jutaan pengguna transportasi umum London.

Flowers dan Jubair ditangkap setahun kemudian. Pada saat itu, FBI menuduh Jubair terlibat dalam serangan terhadap lebih dari 120 perusahaan menggunakan taktik rekayasa sosial. Otoritas setempat menyebut kerugian akibat serangan terhadap TfL mencapai sekitar £29 juta atau sekitar $47 juta.

Yang lebih mengkhawatirkan, kedua hacker memiliki akses yang begitu dalam ke sistem TfL sehingga mereka “dapat mematikan dan menutup TfL sepenuhnya” dan memegang “kunci kerajaan” untuk sistem perusahaan. Hal ini menunjukkan betapa rentannya infrastruktur kritis terhadap serangan siber yang dilakukan oleh aktor muda namun sangat terampil.

Meskipun anggota kelompok peretas cenderung datang dan pergi, serta kelompok itu sendiri dapat berganti nama, otoritas Inggris yakin hukuman terhadap Flowers dan Jubair merupakan pukulan signifikan bagi Scattered Spider. Kelompok ini telah dikaitkan dengan puluhan serangan profil tinggi, termasuk terhadap raksasa kasino MGM, maskapai WestJet, dan perusahaan keamanan siber Okta.

Disrupsi Terhadap Ancaman Siber Terbesar

“Scattered Spider telah menjadi ancaman kejahatan siber paling signifikan bagi Inggris dalam beberapa tahun terakhir. Melalui penyelidikan ini, kami telah mengganggu secara serius ancaman tersebut dan membawa pelaku utama ke pengadilan,” ujar Paul Foster, kepala Unit Kejahatan Siber Nasional Badan Kejahatan Nasional Inggris. Pernyataan ini menegaskan komitmen aparat dalam memberantas aksi peretasan yang merugikan banyak pihak.

Kasus ini juga menyoroti pola umum di dunia kejahatan siber, di mana peretas muda sering kali menjadi ujung tombak serangan. Mereka memanfaatkan kecerdasan dan pengetahuan teknis untuk menembus sistem keamanan perusahaan besar. Peretasan akun Twitter Bill Gates dan tokoh terkenal lainnya juga melibatkan aktor muda yang cerdas secara teknis.

Keberhasilan aparat Inggris dalam menangkap dan menghukum kedua remaja ini memberikan efek jera bagi kelompok hacker lain. Namun, tantangan tetap ada karena kelompok seperti Scattered Spider terus beradaptasi dan mencari anggota baru untuk melanjutkan operasi mereka. Kasus ini membuktikan bahwa penegakan hukum lintas batas dan kerja sama internasional sangat penting dalam memerangi kejahatan siber modern.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.