Render iPhone Ultra dalam keadaan terbuka penuh, menunjukkan desain ponsel lipat Apple yang ramping.

iPhone Ultra Hadapi Kendala Produksi, Pengiriman Bisa Tertunda

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • iPhone Ultra, ponsel lipat pertama Apple, hadapi kendala produksi yang berpotensi menunda pengiriman.
  • Kendala produksi meliputi rendahnya hasil produksi panel layar dan kekurangan komponen surface-mount technology.
  • Analis memperkirakan Apple akan mengulang skenario peluncuran iPhone X 2017: diperkenalkan September, pengiriman akhir Oktober atau November.
  • Harga iPhone Ultra diprediksi menjadi yang termahal, mulai dari US$1.999 untuk model dasar 256GB.
  • Ponsel ini diperkirakan akan meningkatkan ukuran pasar ponsel lipat sebesar 21-30% year-over-year.

Telset.id – Apple diprediksi akan menghadapi tantangan serius dalam merilis iPhone Ultra, ponsel lipat pertamanya. Berdasarkan laporan terbaru, kendala produksi yang muncul pada menit-menit akhir berpotensi menunda pengiriman perangkat ini, mengulang skenario peluncuran iPhone X pada 2017 silam.

Meskipun Apple diperkirakan akan memperkenalkan iPhone Ultra pada awal hingga pertengahan September 2026 bersamaan dengan iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max, tanggal rilis sebenarnya masih simpang siur. Analis terkemuka TF International, Ming-Chi Kuo, melihat Apple akan mengulang strategi peluncuran iPhone X. Perangkat akan diperkenalkan pada September, namun pra-pemesanan dan pengiriman baru akan dilakukan pada akhir Oktober atau awal November. Penyebab utamanya adalah rendahnya hasil produksi panel layar (display yields) pada kuartal III 2026.

Sementara itu, analis Barclays Bank, Tim Long, serta laporan rantai pasokan menyebutkan bahwa kekurangan komponen surface-mount technology bisa menunda pengiriman iPhone Ultra hingga Desember 2026. Bahkan, laporan ET News dan bocoran rantai pasokan sebelumnya mengindikasikan bahwa Apple hanya akan mempratinjau ponsel lipat ini pada September, namun ketersediaan ritel baru akan terjadi pada musim semi 2027.

“Saat ini, pandangan konsensus adalah bahwa penundaan peluncuran iPhone Ultra akan sangat singkat. Namun, penundaan tampaknya mungkin terjadi,” tulis laporan tersebut, mengutip pernyataan dari berbagai sumber.

Dalam laporan yang diterbitkan pada Kamis lalu, DigiTimes menyatakan bahwa Foxconn saat ini sedang melakukan “penyesuaian produksi massal akhir”. Judul laporan tersebut berbunyi, “Ponsel lipat pertama Apple menghadapi hambatan produksi,” sebuah kabar yang tidak diinginkan oleh siapa pun di penghujung Juli 2026.

Situasi ini mengingatkan kita pada peluncuran iPhone X yang sempat menuai kontroversi. Saat itu, Apple mulai menerima pra-pemesanan pada 27 Oktober 2017, setelah memperkenalkan perangkat pada 12 September 2017. Ponsel baru benar-benar dirilis pada 3 November 2017. Penundaan ini sempat merugikan penjualan selama kuartal liburan, yang mengakibatkan iOS kehilangan pangsa pasar dari Android. Namun, begitu pasokan terpenuhi, permintaan yang terpendam berhasil menutupi kerugian tersebut. iPhone X akhirnya menjadi sukses komersial, menormalkan harga US$1.000 untuk ponsel flagship.

Harga Fantastis dan Target Pasar yang Ambisius

Satu hal yang pasti, iPhone Ultra akan menjadi iPhone termahal yang pernah dirilis. Harga untuk model dasar 256GB diperkirakan berkisar antara US$1.999 hingga US$2.099. Sementara itu, model dengan kapasitas penyimpanan lebih tinggi (512GB/1TB) bisa mencapai harga US$2.300 hingga US$2.500. Sebagai perbandingan, iPhone termahal saat ini adalah varian 1TB dari iPhone 17 Pro Max yang dibanderol US$1.599.

Apple telah lama menahan diri untuk tidak merilis ponsel lipat hingga mampu menawarkan layar yang bebas dari lipatan (crease) yang selama ini menjadi momok bagi ponsel lipat lainnya. Apple telah menciptakan komponen yang akan bekerja dengan panel lipat Samsung untuk menghilangkan lipatan pada iPhone Ultra.

Meskipun menghadapi kendala produksi, prospek pasar iPhone Ultra sangat cerah. Ponsel ini diperkirakan akan meningkatkan ukuran pasar ponsel lipat secara signifikan, yaitu sebesar 21% hingga 30% year-over-year. Bahkan, iPhone Ultra diprediksi akan menyumbang 22% hingga 25% dari total pengiriman ponsel pintar pada tahun pertamanya.

Pelajaran dari iPhone Air

Penundaan ini mungkin bukanlah hal yang buruk. Mengingat besarnya investasi yang harus dikeluarkan konsumen, melihat perangkat diumumkan dan kemudian merenungkannya bisa menjadi keputusan yang bijak. Terkadang, perubahan desain yang radikal tidak selalu memenangkan hati pengguna iPhone.

Contohnya adalah yang terjadi pada pembeli iPhone Air. Banyak dari mereka yang terpesona oleh desain tipis dan ringan, sehingga mengabaikan peringatan tentang daya tahan baterai dan kamera belakang tunggal 48MP Fusion. Akibatnya, beberapa pembeli iPhone Air menyadari bahwa mereka telah membuat keputusan yang buruk dan beralih ke model iPhone 17 Pro.

Seorang pengguna iPhone Air yang dikenal oleh penulis laporan awalnya sangat terpesona dengan perangkatnya. Namun, kini ia membenci daya tahan baterai dan kamera belakangnya, dan tidak sabar untuk menukarnya dengan model iPhone 18 Pro. Hal ini menunjukkan betapa pentingnya pertimbangan matang sebelum membeli perangkat dengan harga selangit.

Bagi yang ingin tahu lebih dalam tentang strategi Apple dalam menghadapi krisis komponen, Anda bisa membaca artikel tentang Skema Sewa Mac yang menarik. Selain itu, perkembangan terbaru tentang Gugatan Rahasia Dagang antara Apple dan OpenAI juga patut disimak.

Pada tahap ini, diperkirakan iPhone Ultra akan diperkenalkan pada September, diikuti dengan penundaan singkat selama satu hingga dua bulan. Ini mungkin merupakan hal yang baik, mengingat dampaknya terhadap dompet konsumen. Terkadang, perubahan desain yang radikal tidak langsung diterima oleh semua pengguna.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.