Telset.id – Kesenjangan akses internet Indonesia masih menjadi masalah serius. Data terbaru dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) menunjukkan bahwa distribusi pengguna internet nasional sangat timpang, dengan Pulau Jawa mendominasi sementara Maluku dan Papua menjadi wilayah dengan penetrasi paling rendah.
Berdasarkan hasil survei APJII, jumlah pengguna internet Indonesia tahun 2026 mencapai 235.261.078 jiwa dari total populasi sebanyak 287.886.782 jiwa. Namun, angka besar tersebut tidak mencerminkan pemerataan akses di seluruh wilayah Indonesia.
Penyebaran pengguna internet nasional masih didominasi wilayah Jawa. Tingkat penetrasi internet di pulau paling padat ini mencapai 85,95% dengan kontribusi sebesar 58,24% terhadap total pengguna internet nasional. Di posisi berikutnya terdapat Kalimantan dengan tingkat penetrasi internet sebesar 80,40% dan kontribusi 6,20%.
Sementara itu, Sumatera mencatat tingkat penetrasi 78,24% dengan kontribusi 20,74%. Wilayah Bali dan Nusa Tenggara memiliki tingkat penetrasi internet sebesar 78,14% dengan kontribusi 5,26%. Adapun Sulawesi mencatat penetrasi sebesar 72,58% dengan kontribusi 6,62%, sedangkan Maluku dan Papua menjadi wilayah dengan tingkat penetrasi terendah, yakni 69,74% dengan kontribusi 2,94%.
Kondisi penyebaran pengguna internet ini tidak jauh berbeda dengan tahun sebelumnya, di mana Jawa tetap ada urutan teratas dan Maluku & Papua berada di urutan terbawah.
## Target Pemerintah untuk Wilayah 3T
Presiden Prabowo Subianto belum lama ini saat melakukan kunjungan kerja ke Miangas mengungkapkan pekerjaan rumah pemerintah terkait pemerataan akses internet dengan menargetkan sebanyak 2.500 desa hingga akhir 2026, khususnya di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Saat mendampingi Presiden, Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan pemerintah terus memperluas akses digital hingga ke pulau-pulau terluar Indonesia yang akan menjadi fondasi membuka akses pendidikan, layanan publik hingga peluang ekonomi digital masyarakat di daerah terpencil.
“Anak-anak di Miangas berhak mendapatkan kesempatan yang sama dengan anak-anak di Pulau Jawa. Pelaku usaha kecil di sini juga harus bisa mengembangkan usahanya ke pasar yang lebih luas,” ucap Meutya.
Data APJII menunjukkan bahwa kesenjangan digital antarwilayah masih menjadi tantangan besar. Dengan dominasi Jawa yang mencapai lebih dari separuh total pengguna internet nasional, upaya pemerataan akses menjadi prioritas yang harus segera diwujudkan.





Komentar
Belum ada komentar.