📑 Daftar Isi

Tampilan Google Maps di ponsel menunjukkan perubahan nama Lake Ontario menjadi Lake America

MapQuest Untung Besar Usai Google Ganti Lake Ontario Jadi Lake America

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️6 menit membaca
Bagikan:
  • Google Maps resmi mengubah Lake Ontario menjadi Lake America untuk pengguna AS
  • MapQuest menolak mengikuti kebijakan tersebut dan menuai popularitas besar
  • Aplikasi MapQuest menjadi nomor satu di App Store AS dan posisi kedua di Kanada
  • Lonjakan unduhan MapQuest mencapai 184.000 dalam sepekan, naik 10x lipat
  • MapQuest merilis alat yang memungkinkan pengguna mengganti nama Lake Ontario
  • Gubernur New York Kathy Hochul menolak penggunaan nama baru tersebut

Telset.id – Google Maps kini menampilkan perubahan nama baru yang kontroversial: Lake Ontario, danau besar di perbatasan AS-Kanada, secara resmi berganti nama menjadi Lake America bagi pengguna di Amerika Serikat. Perubahan ini merupakan tindak lanjut dari perintah eksekutif (executive order) yang dikeluarkan oleh Presiden AS Donald Trump, menyusul kontroversi serupa terkait penggantian nama Teluk Meksiko sekitar 18 bulan lalu.

Menariknya, perubahan nama ini tidak berlaku global. Pengguna Google Maps di luar wilayah AS masih akan melihat nama asli Lake Ontario seperti yang telah digunakan sejak abad ke-17. Sementara itu, pengguna di Kanada tetap melihat nama Ontario, dan pengguna di luar kedua negara tersebut akan melihat kedua nama sekaligus. Kebijakan ini memicu beragam reaksi, mulai dari kritik tajam hingga dukungan terhadap kepatuhan Google pada kebijakan resmi pemerintah.

Nama “Ontario” sendiri kemungkinan besar berasal dari kata Iroquoian Kaniatarí:io atau Oniatarí:io yang berarti “danau air bersinar” atau “danau yang indah”. Pergantian nama ini terjadi di tengah ketegangan antara Presiden Trump dan Kanada terkait tarif perdagangan. Sebagai respons, otoritas Kanada telah memasang papan tanda baru di lokasi danau tersebut dengan tulisan “Lake Ontario. Now and Always” (Lake Ontario. Sekarang dan Selalu), sebagaimana dilaporkan oleh BBC.

Google Maps on a phone being held in someone's hand

Reaksi publik di media sosial, khususnya Reddit, sebagian besar mengecam keputusan ini dengan menyebutnya “benar-benar konyol” dan “braindead”. Namun, sebagian komentator lain menunjukkan bahwa Google sebenarnya wajib mengikuti arahan dari US Board on Geographic Names yang merupakan bagian dari United States Geological Survey. Google sendiri telah memberikan pernyataan resmi mengenai kebijakan ini.

Kebijakan Resmi Google Terkait Nama Tempat

Google menegaskan bahwa pihaknya harus mengikuti “sumber resmi pemerintah” dalam hal penamaan tempat. Dalam pernyataannya, Google menjelaskan bahwa “pembaruan ini mengikuti kebijakan jangka panjang kami untuk badan air dengan nama yang berbeda-beda antar negara, dan mulai diterapkan sekarang”. Pernyataan ini dirilis melalui blog resmi Google Maps sebagai bentuk transparansi atas perubahan yang dilakukan.

Menurut blog resmi Google Maps, “Orang yang menggunakan Maps di AS akan melihat ‘Lake America’, mereka yang berada di Kanada akan terus melihat ‘Lake Ontario’, dan mereka yang berada di luar AS dan Kanada akan melihat kedua nama tersebut.” Kebijakan ini dirancang untuk mengakomodasi perbedaan penamaan resmi di masing-masing negara, meskipun menimbulkan kebingungan bagi sebagian pengguna.

Meskipun Google telah mengambil sikap untuk mengikuti kebijakan pemerintah, tidak semua pihak sepakat dengan perubahan ini. Gubernur Negara Bagian New York, Kathy Hochul, melalui media sosial menyatakan bahwa “New York tidak akan menyebutnya [Lake America]”. Pernyataan ini menunjukkan adanya resistensi dari tingkat negara bagian terhadap kebijakan federal yang diimplementasikan melalui platform digital seperti Google Maps.

Apple Maps on an iPhone

MapQuest Menolak dan Menuai Popularitas

Di tengah kontroversi ini, muncul satu nama yang justru diuntungkan: MapQuest. Platform pemetaan yang mengklaim diri sebagai “OG of online mapping” ini dengan tegas menolak untuk mengubah nama Lake Ontario menjadi Lake America. MapQuest mengumumkan penolakannya melalui media sosial pada hari Kamis, dan unggahan tersebut langsung viral dengan ratusan ribu likes di berbagai platform seperti Instagram dan X.

Penolakan MapQuest ternyata membawa berkah tersendiri. Berdasarkan laporan TechCrunch, aplikasi mobile MapQuest mengalami lonjakan popularitas yang signifikan setelah pernyataan tersebut. Aplikasi ini berhasil naik menjadi aplikasi navigasi nomor satu di seluruh AS di Apple App Store. Bahkan, MapQuest juga menempati posisi keempat di Top Charts App Store yang mengecualikan game, serta posisi kedelapan secara keseluruhan di semua kategori aplikasi dan game.

Kepopuleran MapQuest tidak hanya dirasakan di AS. Di Kanada, aplikasi ini juga meroket hingga mencapai posisi kedua secara keseluruhan per Minggu malam. Warga Kanada tampaknya mengapresiasi sikap MapQuest yang menolak mengikuti kebijakan penamaan baru tersebut. “We’re not changing it,” demikian pernyataan MapQuest dalam unggahan viralnya yang disertai tangkapan layar peta yang menampilkan Lake Ontario.

MapQuest semakin “pedas” dengan membuat unggahan lanjutan beberapa hari kemudian. “We are aware that Lake Ontario is being correctly labeled on our map,” tulis MapQuest, semakin menegaskan posisinya di tengah kontroversi yang melanda Google. Sikap ini jelas menjadi pembeda yang menarik perhatian publik.

Lonjakan Unduhan yang Impresif

Dampak dari sikap MapQuest ini terukur secara kuantitatif. TechCrunch mengutip data dari Sensor Tower, perusahaan intelijen pasar, yang menunjukkan bahwa MapQuest mengalami 184.000 unduhan global selama pekan 24 Agustus. Angka ini merupakan peningkatan lebih dari sepuluh kali lipat dibandingkan minggu sebelumnya. Fenomena ini membuktikan bahwa keputusan prinsip dapat menjadi strategi pemasaran yang efektif.

Google Maps sendiri mengumumkan keputusan untuk mematuhi perintah eksekutif Presiden Trump pada hari Sabtu, dengan dalih bahwa kebijakan tersebut mencerminkan kepatuhan terhadap Geographic Names Information System AS. Sementara itu, MapQuest justru mengambil langkah berbeda dengan memberdayakan penggunanya. Setelah unggahan viralnya, MapQuest merilis sebuah alat yang memungkinkan pengguna mengganti nama Lake Ontario menjadi apa pun yang mereka inginkan. “Lake Are We Doing This Again?” menjadi contoh yang dipilih aplikasi tersebut untuk dibagikan.

Dampak pada Platform Lain

Hingga saat ini, perubahan nama tersebut belum diterapkan di Apple Maps. Namun, banyak pihak memperkirakan bahwa platform milik Apple tersebut pada akhirnya juga harus mengikuti kebijakan pemerintah resmi dan mulai mengganti nama Lake Ontario tergantung pada lokasi pengguna saat melihat peta. Hal ini menunjukkan bahwa kebijakan penamaan geografis dapat berdampak luas pada berbagai platform digital.

Kontroversi penamaan ini menambah daftar panjang perdebatan terkait kebijakan geografis yang dipengaruhi oleh keputusan politik. Sebelumnya, penggantian nama Teluk Meksiko juga menuai kontroversi serupa dan menjadi sorotan media internasional. Kini, Lake Ontario menjadi contoh terbaru bagaimana keputusan politik dapat memengaruhi tampilan peta digital yang digunakan jutaan orang setiap hari. Untuk informasi lebih lanjut mengenai kebijakan Google, Anda dapat membaca alasan resminya.

Kebijakan Google untuk mengikuti arahan pemerintah dalam penamaan tempat sebenarnya bukan hal baru. Perusahaan teknologi ini memiliki kebijakan jangka panjang yang mengharuskan kepatuhan terhadap sumber resmi pemerintah dalam hal penamaan geografis. Kebijakan ini berlaku untuk berbagai badan air dan fitur geografis lainnya yang memiliki nama berbeda-beda antar negara, termasuk danau, sungai, dan gunung yang melintasi batas wilayah.

Bagi pengguna di Indonesia, perubahan nama ini mungkin tidak berdampak langsung pada penggunaan Google Maps sehari-hari. Namun, kebijakan ini menunjukkan bagaimana platform digital global harus menavigasi perbedaan kebijakan antar negara. Pengguna di Indonesia yang membuka Google Maps untuk melihat wilayah Danau Ontario akan melihat kedua nama tersebut, yaitu “Lake America” dan “Lake Ontario”, sesuai dengan kebijakan yang berlaku untuk pengguna di luar AS dan Kanada.

Keputusan ini juga memunculkan pertanyaan tentang bagaimana platform digital lainnya akan merespons kebijakan serupa di masa depan. Dengan semakin banyaknya keputusan politik yang memengaruhi penamaan geografis, platform seperti Google Maps dan Apple Maps perlu memiliki strategi yang jelas untuk mengakomodasi perbedaan kebijakan antar negara tanpa mengorbankan akurasi informasi bagi penggunanya.

Reaksi dari berbagai pihak, termasuk pemerintah negara bagian, menunjukkan bahwa perubahan nama ini tidak akan berjalan mulus tanpa adanya resistensi. Gubernur New York Kathy Hochul menjadi salah satu tokoh yang paling vokal menolak perubahan ini, dengan menyatakan bahwa negara bagiannya tidak akan menggunakan nama baru tersebut. Sikap ini menunjukkan bahwa implementasi kebijakan federal di tingkat lokal tidak selalu berjalan sesuai harapan.

Dari perspektif teknologi, perubahan ini juga menunjukkan bagaimana platform digital harus beradaptasi dengan cepat terhadap kebijakan pemerintah. Google Maps, sebagai salah satu platform peta paling populer di dunia, harus mampu memperbarui data geografisnya secara real-time sesuai dengan kebijakan terbaru. Hal ini menuntut sistem yang fleksibel dan responsif terhadap perubahan kebijakan di berbagai negara.

Meskipun kontroversial, keputusan Google untuk mengikuti kebijakan pemerintah AS dalam penamaan Lake Ontario dapat dipahami sebagai upaya untuk mematuhi regulasi yang berlaku. Sebagai perusahaan yang beroperasi di berbagai negara, Google harus menyeimbangkan antara kepatuhan terhadap kebijakan lokal dengan kebutuhan untuk menyediakan informasi yang akurat dan konsisten bagi pengguna di seluruh dunia.

Ke depannya, perubahan nama ini mungkin akan menjadi preseden bagi kebijakan penamaan geografis lainnya di platform digital. Baik Google Maps maupun platform lainnya perlu mempertimbangkan dampak dari setiap perubahan nama terhadap pengalaman pengguna, terutama bagi mereka yang tinggal di wilayah yang nama geografisnya diubah. Transparansi dan komunikasi yang jelas dari pihak platform menjadi kunci untuk mengurangi kebingungan di kalangan pengguna.

Bagi pengguna yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut tentang perubahan ini, Google telah menyediakan penjelasan melalui blog resmi Google Maps. Sementara itu, perkembangan terbaru mengenai kebijakan ini dapat dipantau melalui berbagai sumber berita teknologi dan media internasional yang melaporkan secara berkelanjutan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.