📑 Daftar Isi

Grafik pertumbuhan pendapatan layanan Apple yang menunjukkan penurunan dari ekspektasi analis

Layanan Apple Tembus 1,5 Miliar Pelanggan, Pendapatan Justru Anjlok

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Apple mengumumkan layanan berbayar tembus 1,5 miliar pelanggan, naik dari 1 miliar pada Januari 2025.
  • Pendapatan layanan Apple di kuartal fiskal ketiga hanya $30,74 miliar, di bawah target analis $31,22 miliar.
  • Saham Apple anjlok lebih dari 4% setelah jam perdagangan karena pendapatan layanan meleset dan kinerja China buruk.
  • Faktor utama penurunan adalah perlambatan game mobile dan perubahan model bisnis App Store akibat perintah pengadilan.
  • Apple tetap optimis dengan mencatat rekor pendapatan di pasar negara maju dan pertumbuhan dua digit di pasar negara berkembang.
  • Program Apple Upgrade dan fitur baru seperti bill-splitting di Apple Cash diharapkan mendorong pendapatan layanan di masa depan.

Telset.id – Apple mengumumkan layanan berbayarnya kini telah melampaui 1,5 miliar pelanggan, naik signifikan dari 1 miliar pada Januari 2025. Namun, pencapaian ini justru diiringi kabar buruk: pendapatan layanan Apple tidak mencapai target ekspektasi analis, menjadi satu-satunya titik lemah di tengah rekor penjualan perangkat keras yang memecahkan rekor.

Pada kuartal fiskal ketiga, Apple melaporkan pendapatan layanan sebesar $30,74 miliar. Angka ini gagal memenuhi perkiraan analis Wall Street yang memproyeksikan $31,22 miliar. Kekurangan ini, ditambah dengan kinerja yang mengecewakan di China, langsung berdampak pada harga saham Apple yang anjlok lebih dari 4% dalam perdagangan setelah jam pasar.

CFO Apple, Kevan Parekh, mengungkapkan beberapa faktor yang menyebabkan penurunan pendapatan layanan. Yang paling menonjol adalah dampak pada App Store, yang selama ini menjadi “sapi perah” utama Apple. Salah satu kontributor utama adalah perlambatan industri game mobile. Selain itu, perubahan model bisnis App Store di beberapa negara, termasuk Amerika Serikat, juga menjadi faktor signifikan.

Perubahan ini merupakan hasil dari perintah pengadilan yang mewajibkan Apple untuk mengizinkan pengembang aplikasi memproses pembayaran pelanggan di luar App Store. Artinya, transaksi tersebut berada di luar jangkauan komisi Apple. Meskipun Apple tidak merinci sejauh mana dampak spesifik dari kebijakan ini terhadap pendapatan App Store, perusahaan mengingatkan investor bahwa masalah ini akan dibawa ke Mahkamah Agung untuk keputusan akhir.

Faktor Lain di Balik Pendapatan Layanan Apple

Apple tidak sepenuhnya menyalahkan App Store atas kegagalan pendapatan layanan. Faktor lain yang disebutkan termasuk nilai tukar mata uang asing (foreign exchange), yang diklaim Apple sebagai pendorong utama penurunan. Selain itu, perbandingan dengan kuartal-kuartal sebelumnya juga menjadi pertimbangan, di mana Apple meraup pendapatan besar dari kesuksesan rilis teatrikal film “F1”.

Meskipun secara keseluruhan App Store mencatat rekor pendapatan untuk kuartal Juni, angka tersebut juga mencakup pendapatan dari Apple Ads. Iklan Apple kini menjadi bagian yang semakin signifikan dari bisnis Apple dan baru-baru ini diperluas ke Apple Maps.

Optimisme di Tengah Tekanan

Terlepas dari berbagai tantangan ini, termasuk “headwinds” yang disebabkan oleh nilai tukar, Apple tetap optimis dengan potensi pertumbuhan bisnis layanannya di masa depan. Perusahaan mencatat bahwa segmen layanan mencetak rekor pendapatan sepanjang masa di pasar negara maju dan rekor kuartal Juni di pasar negara berkembang. Apple juga melaporkan bahwa bisnis layanan secara keseluruhan mencatat pertumbuhan pendapatan dua digit di “sebagian besar” pasar yang mereka lacak.

“Layanan kami terus menarik lebih banyak pelanggan, dan kini kami telah melampaui satu setengah miliar langganan berbayar. Baik akun yang bertransaksi maupun akun berbayar mencapai rekor tertinggi sepanjang masa di kuartal ini, dengan pertumbuhan dua digit di pasar negara berkembang,” ujar Parekh.

Apple juga mengungkapkan bahwa segmen tertentu berkinerja sangat baik. Beberapa di antaranya adalah Apple Ads, App Store, AppleCare, Apple Music, dan Apple TV yang mencatat rekor kuartal Juni. Sementara itu, layanan cloud dan pembayaran mencapai rekor tertinggi sepanjang masa. Apple TV juga mencatat jumlah penonton tertinggi sepanjang masa di kuartal tersebut.

Apple juga mengingatkan investor tentang potensi aliran pendapatan baru dari layanan. Ini termasuk langganan Creator Studio yang lebih baru dan fitur pembagian tagihan (bill-splitting) yang akan datang di Apple Cash. Fitur-fitur ini diyakini dapat memperdalam keterlibatan pelanggan dengan ekosistem pembayaran Apple.

Selain itu, peluncuran program Apple Upgrade pekan ini, bekerja sama dengan Klarna, juga diproyeksikan dapat mendorong peningkatan pendapatan layanan. Program ini diharapkan dapat mendorong lebih banyak orang untuk membeli iPhone atau perangkat Apple lainnya, yang pada akhirnya menambah layanan pada tagihan mereka.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.