📑 Daftar Isi

Ilustrasi dompet hardware Ledger yang terkait kasus implan hardware pada perangkat CryptoBillis

Ledger Ungkap Implan Hardware di Dompet Crypto CryptoBillis

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Ledger meminta CryptoBillis menghentikan penjualan dompet crypto selama investigasi
  • Satu perangkat pengguna terdampak mengandung implan hardware tidak sah di bawah layar
  • Implan diduga mencegat seed passphrase lewat layar dan mengirimnya via embedded SIM
  • Kerugian dilaporkan capai $86 juta dari ratusan dompet pengguna
  • Serangan berupa supply chain attack, terutama pengguna Asia Tenggara dan reseller CryptoBillis
  • Sistem Ledger dan dompet yang dibeli langsung dari perusahaan tidak terdampak
  • Ledger menyediakan panduan untuk memeriksa dompet yang mungkin telah dirusak

Telset.id – Ledger meminta CryptoBillis menghentikan seluruh penjualan dompet crypto miliknya setelah sejumlah pengguna melaporkan dana di akun mereka terkuras. Perusahaan mengonfirmasi bahwa salah satu perangkat pengguna yang terdampak mengandung implan hardware tidak sah, sebuah temuan yang mengarah pada dugaan serangan rantai pasok atau supply chain attack.

Permintaan penghentian penjualan itu disampaikan Ledger sebagai langkah awal sebelum investigasi menyeluruh dilakukan. Langkah ini menjadi penting bagi siapa pun yang menyimpan aset crypto di dompet hardware, karena kasus ini menyangkut keamanan perangkat fisik yang seharusnya menjadi lapisan pelindung terakhir aset digital pengguna.

Ledger menegaskan tidak ada indikasi bahwa sistem internal perusahaan telah dikompromikan. Dompet yang dibeli langsung dari Ledger juga tidak termasuk dalam perangkat yang terdampak. Persoalan ini disebut sebagai serangan rantai pasok yang terutama melibatkan pengguna di Asia Tenggara dan reseller CryptoBillis.

Implan Hardware di Balik Layar Dompet

Ledger mengonfirmasi bahwa “salah satu perangkat pengguna yang terdampak mengandung implan hardware tidak sah.” Foto dan video yang diposting di X dan Threads memperlihatkan adanya papan sirkuit kecil yang diselipkan di bawah layar perangkat.

Menurut laporan yang beredar, implan tersebut diduga mencegat semua yang ditampilkan pada layar, termasuk seed passphrase yang muncul saat proses penyiapan awal. Informasi itu kemudian dikirim kembali kepada penyerang menggunakan kartu SIM tertanam atau embedded SIM. Dengan data tersebut, penyerang dapat menguras dana dari akun pengguna.

Skala kerugian yang dilaporkan cukup besar. Laporan menyebut pihak di balik peretasan ini telah mencuri lebih dari $86 juta worth of crypto dari ratusan dompet. Angka tersebut menunjukkan bahwa serangan ini tidak menyasar satu atau dua perangkat, melainkan ratusan wallet yang tersebar di sejumlah pengguna.

Kasus ini menambah daftar panjang insiden keamanan di industri crypto. Sebelumnya, insiden peretasan juga menimpa platform lain dengan kerugian besar, seperti yang terjadi pada Bitget Diduga Diretas dengan kerugian mencapai Rp387 juta dolar. Pola serangan yang terus berkembang membuat pemilihan perangkat penyimpanan aset menjadi semakin krusial bagi pengguna.

Panduan Cek Dompet dan Konteks Ancaman

Ledger telah memberikan panduan tentang cara memeriksa apakah dompet pengguna telah dirusak atau dimanipulasi. Panduan ini menjadi rujukan penting bagi pemilik dompet hardware yang ingin memastikan perangkatnya tidak termasuk dalam perangkat yang terdampak.

Serangan rantai pasok seperti ini menyasar titik lemah yang berbeda dari peretasan perangkat lunak. Alih-alih menembus sistem Ledger, pelaku memanipulasi perangkat fisik sebelum sampai ke tangan pengguna. Inilah yang membuat kasus ini berpusat pada reseller dan jalur distribusi, bukan pada infrastruktur perusahaan.

Ancaman terhadap aset crypto memang terus meningkat seiring berkembangnya metode yang digunakan pelaku. Aktivitas jahat di sektor ini bahkan tercatat melonjak, sejalan dengan laporan bahwa Aktivitas Malware Blockchain naik hingga 440 persen. Kemudahan akses teknologi, termasuk AI, turut memperbesar peluang hacker melancarkan serangan.

Kenaikan tersebut juga dibahas dalam laporan bahwa AI Permudah Hacker menjalankan aksi mereka di ruang blockchain. Bagi pengguna, perkembangan ini menegaskan bahwa keamanan aset tidak cukup hanya mengandalkan satu lapisan perlindungan.

Pemilihan perangkat penyimpanan yang tepat menjadi salah satu langkah mitigasi yang bisa dilakukan. Sejumlah Rekomendasi Cold Wallet dapat menjadi bahan pertimbangan bagi pengguna yang ingin menyimpan aset secara mandiri dengan risiko yang lebih terkendali.

Di sisi lain, ekosistem dompet crypto terus berkembang. Dompet blockchain Samsung misalnya kini mendukung wallet kripto pihak ketiga, memperluas pilihan bagi pengguna dalam mengelola aset digital mereka.

Hingga laporan ini disusun, belum ada indikasi bahwa sistem Ledger secara keseluruhan telah ditembus. Fokus investigasi tetap pada perangkat yang dimanipulasi melalui jalur distribusi reseller. Ledger juga memperbarui pernyataannya pada 10 Oktober 2026 dengan menambahkan keterangan tambahan terkait kasus ini.

Bagi pengguna di Asia Tenggara, khususnya yang membeli dompet melalui CryptoBillis, langkah paling relevan saat ini adalah mengikuti panduan pemeriksaan perangkat yang disediakan Ledger dan memantau perkembangan investigasi resmi.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.