Ilustrasi MacBook Ultra dengan chip M5 Pro dan M5 Max dari Apple

MacBook Ultra Tak Pakai M7, Apple Pilih Chip M5 Pro dan M5 Max

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Apple akan meluncurkan MacBook Ultra dengan chip M5 Pro dan M5 Max, bukan M7
  • Laptop pertama Apple dengan layar sentuh ini hadir dalam varian 14 dan 16 inci
  • Chip M7 Pro dan M7 Max masih dalam pengujian untuk model masa depan
  • Mac Studio M5 Ultra juga dikabarkan akan rilis tahun ini dengan heatsink baru
  • Harga diperkirakan di atas $3.000 atau 20% lebih mahal dari MacBook Pro
  • Rilis diperkirakan pada awal 2027

Telset.id – Apple dikabarkan akan merilis MacBook Ultra, laptop pertama dengan layar sentuh, namun tidak menggunakan chip generasi terbaru M7 seperti yang diperkirakan sebelumnya. Menurut laporan terbaru dari Mark Gurman di Power On Newsletter, MacBook Ultra justru akan ditenagai oleh chip M5 Pro dan M5 Max saat peluncuran perdana.

Keputusan ini cukup mengejutkan mengingat sebelumnya beredar rumor bahwa Apple akan melompat ke seri M7 untuk varian kelas atas. Informasi dari Gurman menyebutkan bahwa Apple memang tengah mengerjakan chip M6 untuk Mac kelas bawah, tetapi untuk chip Pro dan Max berikutnya, perusahaan lebih memilih menunggu kehadiran M7 tahun depan.

“Apple percaya bahwa langkah ini akan membantu memenuhi permintaan yang terus meningkat untuk kemampuan AI on-device dan perangkat lunak yang lebih intensif grafis,” tulis Gurman dalam laporannya. Strategi ini menunjukkan bahwa Apple lebih memprioritaskan stabilitas dan ketersediaan chip daripada mengejar generasi terbaru yang mungkin belum siap.

Meskipun demikian, Apple tidak sepenuhnya meninggalkan seri M7. Gurman mengklaim bahwa pengujian lanjutan untuk MacBook Ultra dengan chip M7 Pro dan M7 Max sudah dimulai. Artinya, model masa depan laptop ini akan mendapatkan peningkatan chip yang signifikan.

Selain MacBook Ultra, laporan yang sama juga membahas tentang Mac Studio. Dikabarkan bahwa versi M5 Ultra dari Mac Studio desktop bisa hadir tahun ini. Model ini akan menjadi penerus Mac Studio dengan M4 Max atau M3 Ultra yang dirilis tahun lalu. Untuk mendukung fitur AI on-device yang lebih berat, Mac Studio M5 Ultra disebut akan memiliki heatsink baru untuk meningkatkan performa termal.

Biaya untuk menjalankan AI on-device memang tinggi, terutama dari segi konsumsi daya dan panas yang dihasilkan. Apple mengandalkan keamanan dan privasi sebagai nilai jual utama AI on-device, karena data tidak perlu dikirim ke cloud. Namun, hal ini membutuhkan perangkat keras yang sangat kuat, dan Mac Studio sebagai komputer paling bertenaga milik Apple membutuhkan sistem pendingin yang mumpuni.

Bagi pengguna yang menunggu MacBook Ultra, kabar ini mungkin sedikit mengecewakan karena chip yang digunakan bukan yang terbaru. Namun, keputusan Apple untuk menggunakan chip M5 Pro dan M5 Max yang sudah teruji justru bisa menjadi nilai tambah. Chip ini menawarkan performa yang sudah terbukti handal dan stabil, sehingga risiko masalah kompatibilitas atau bug pada generasi pertama laptop layar sentuh ini bisa diminimalkan.

Apple M5 Pro and M5 Max

Selain chip, rumor menyebutkan bahwa MacBook Ultra akan menjadi laptop pertama Apple dengan layar sentuh. Apple selama ini dikenal enggan menambahkan fitur sentuh ke jajaran Mac, dan lebih memilih mempromosikan iPad sebagai alternatif laptop dengan layar sentuh. Kini, perusahaan akhirnya mengakui kebutuhan pasar akan laptop dengan antarmuka sentuh.

MacBook Ultra dikabarkan akan hadir dalam dua varian ukuran, yaitu 14 inci dan 16 inci, sama seperti MacBook Pro. Layar yang digunakan dipercaya adalah panel OLED dengan Dynamic Island dan Face ID. Desainnya juga akan mengalami perubahan besar, yang disebut-sebut sebagai perubahan visual pertama sejak 2021.

Harga tentu menjadi pertimbangan utama. Laporan sebelumnya menyebutkan bahwa MacBook Ultra bisa 20% lebih mahal dari MacBook Pro. Dengan harga dasar MacBook Pro M5 Pro saat ini yang mencapai $2.499, maka MacBook Ultra bisa dibanderol di atas $3.000. Angka ini tentu sangat tinggi, terutama di tengah tren kenaikan harga produk Apple secara keseluruhan.

Keputusan Apple untuk tidak menggunakan chip M7 pada MacBook Ultra generasi pertama menunjukkan strategi yang hati-hati. Perusahaan lebih memilih menghadirkan produk dengan teknologi yang sudah matang, sambil terus mengembangkan chip M7 untuk model berikutnya. Ini adalah pendekatan yang masuk akal, mengingat MacBook Ultra akan menjadi produk pertama di kelasnya bagi Apple.

Selain MacBook Ultra dan Mac Studio, laporan Gurman juga menyinggung tentang model M7 Ultra untuk Mac Studio yang kemungkinan baru akan hadir pada tahun 2028. Ini menunjukkan bahwa Apple memiliki peta jalan yang panjang untuk lini produk Ultra mereka.

Bagi konsumen yang sudah tidak sabar, kabar baiknya adalah MacBook Ultra diperkirakan akan meluncur pada awal 2027. Ini masih memberikan waktu cukup bagi Apple untuk menyempurnakan produk dan bagi konsumen untuk menabung. Namun, dengan harga yang diperkirakan sangat tinggi, laptop ini jelas bukan untuk semua orang.

Dari sisi persaingan, MacBook Ultra akan bersaing dengan laptop-laptop premium lainnya yang juga menawarkan layar sentuh dan performa tinggi. Microsoft misalnya, baru saja meluncurkan Surface Laptop Ultra dengan chip Nvidia Spark yang disebut-sebut sebagai penantang MacBook Pro.

Dengan segala spekulasi yang beredar, satu hal yang pasti: Apple akhirnya serius memasuki pasar laptop layar sentuh. Meskipun chip yang digunakan bukan yang tercanggih, kombinasi antara layar sentuh, desain baru, dan chip M5 yang sudah teruji bisa menjadi formula yang tepat untuk sukses di pasar.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.