📑 Daftar Isi

Ilustrasi logo Meta dengan latar belakang pengadilan Eropa terkait denda desain adiktif

Meta Terancam Denda Rp 192 Triliun karena Desain Adiktif Facebook dan Instagram

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • European Commission menemukan Meta melanggar Digital Services Act karena desain adiktif Facebook dan Instagram
  • Fitur yang disorot: rekomendasi personalisasi, autoplay, dan infinite scroll
  • Meta terancam denda hingga USD 12 miliar (Rp 192 triliun) atau 6% dari omzet global
  • Meta kemungkinan harus mendesain ulang aplikasi dengan menonaktifkan fitur adiktif secara default
  • Alat kontrol orang tua dan manajemen waktu Meta dinilai tidak efektif
  • Investigasi dimulai Mei 2024, Meta kini punya kesempatan membela diri
  • Uni Eropa juga pertimbangkan larangan media sosial untuk pengguna di bawah 16 tahun
  • Meta hadapi persidangan serupa di AS pada Agustus dengan potensi denda USD 1,4 triliun

Telset.id – Meta Platforms terancam denda hingga Rp 192 triliun setelah penyelidikan awal Uni Eropa menemukan bahwa Facebook dan Instagram melanggar Digital Services Act (DSA) karena desain aplikasi yang dinilai adiktif. Keputusan ini bisa memaksa Meta untuk mendesain ulang kedua platform media sosial tersebut.

European Commission secara resmi menyatakan bahwa Meta gagal melakukan penilaian risiko yang memadai terkait dampak desain adiktif terhadap kesejahteraan fisik dan mental pengguna, termasuk anak di bawah umur dan orang dewasa yang rentan. Temuan ini merupakan hasil investigasi yang dimulai pada Mei 2024.

Fitur Adiktif Jadi Sorotan

Komisi Eropa menyoroti sejumlah fitur spesifik yang dianggap memperburuk kecanduan pengguna. Fitur-fitur tersebut meliputi rekomendasi yang dipersonalisasi, pemutaran otomatis (autoplay), dan guliran tanpa batas (infinite scroll).

Menurut laporan tersebut, fitur-fitur ini “memicu dorongan pengguna untuk terus menggulir dan mengalihkan otak ke ‘mode autopilot.'” Artinya, pengguna secara tidak sadar menghabiskan lebih banyak waktu di aplikasi tanpa kendali penuh.

Selain itu, alat bantu yang disediakan Meta untuk membatasi penggunaan aplikasi juga mendapat kritik tajam. Komisi menilai bahwa alat manajemen waktu yang ada dapat dengan mudah diabaikan, kontrol orang tua memerlukan keahlian teknis dan waktu yang signifikan, serta langkah-langkah kesadaran kesehatan mental Meta dinilai terlalu terbatas untuk mengurangi risiko kecanduan.

Potensi Denda dan Redesain Aplikasi

Jika keputusan Komisi Eropa ini final, Meta bisa menghadapi denda hingga 6 persen dari total omzet tahunan globalnya. Pada tahun 2025, omzet Meta mencapai USD 200,97 miliar, yang berarti denda maksimum mencapai sekitar USD 12 miliar atau setara Rp 192 triliun.

Lebih dari sekadar denda, Meta juga kemungkinan besar harus mendesain ulang Facebook dan Instagram. Komisi menyarankan agar fitur seperti autoplay dan infinite scroll dinonaktifkan secara default. Selain itu, Meta diharapkan menerapkan jeda waktu layar yang efektif dan membuat algoritma rekomendasi yang “kurang berorientasi pada engagement.”

Investigasi European Commission saat ini juga secara terpisah menilai alat verifikasi usia Meta dan perlindungan konten untuk anak di bawah umur. Meta kini akan diberi kesempatan untuk membela diri sebelum keputusan akhir diambil.

Keputusan ini muncul di tengah pertimbangan Uni Eropa untuk menerapkan larangan media sosial secara blok bagi pengguna di bawah 16 tahun. Laporan terkait hal tersebut dijadwalkan dirilis oleh European Commission pada Senin depan.

Di sisi lain, Meta juga menghadapi persidangan di Amerika Serikat pada Agustus mendatang terkait tuduhan bahwa aplikasi mereka sengaja dirancang adiktif. Empat negara bagian dilaporkan mendorong denda gabungan hingga USD 1,4 triliun.

“Melindungi kesehatan fisik dan mental warga Eropa harus menjadi prioritas platform media sosial,” ujar Henna Virkkunen, kepala kebijakan teknologi Komisi Eropa. “Digital Services Act menyediakan kerangka kerja yang jelas untuk membuat platform bertanggung jawab atas desain adiktif dan efek dari layanan mereka. Kami berkomitmen penuh untuk menegakkan legislasi kami di Eropa.”

Bagi pengguna yang khawatir dengan penggunaan data pribadi oleh Meta, tersedia panduan tentang Cara Mudah Hentikan penggunaan foto Instagram di AI Meta. Ada juga informasi tentang Cara Blokir Meta dalam menggunakan foto Instagram untuk AI Muse.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.