5 Operator Resmikan 4G LTE, Berapa Kecepatannya?

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:7 Juli 2015
⏱️5 menit membaca
Bagikan:

Layanan 4G 1800 MHz 5 operatorJAKARTA – Kementerian Kominfo kemarin, Senin (6/7) telah meresmikan jaringan 4G LTE tahap kedua di frekuensi 1.800 MHz. Peresmian itu dilakukan secara serentak bersama 5 operator seluler, yakni Telkomsel, Indosat, Tri, dan Smartfren di lima kota di Indonesia. Lantas, berapa kecepatan maksimal Internet yang bisa dicapai kelima operator tersebut?

Kecepatan Internet di Indonesia memang masih jauh dari kata memuaskan. Jangankan bicara kecepatan, untuk bisa mendapatkan jaringan Internet yang lumayan secara stabil saja masih susah.

Jaringan 4G atau LTE (Long Term Evolution) merupakan teknologi jaringan telekomunikasi terbaru yang dikategorikan sebagai teknologi generasi ke-4. LTE digadang-gadang memiliki keunggulan pada kecepatan dan efisiensi jaringan, sehingga pelanggan dapat menikmati layanan data dengan lebih nyaman.

Pelanggan akan dapat melakukan berbagai aktifitas seperti browsing, chatting, berkomunikasi, down load dan up load data dan foto, content streaming dan bermain game dengan lebih cepat dan efisien.

Tak pelak kehadiran layanan 4G LTE di Indonesia disambut gembira oleh para pengguna Internet di Tanah Air. Secercah harapan kini membuncah dibenak para pengguna yang memimpikan layanan Internet yang cepat dan stabil.

Saat ini ada 5 operator di Indonesia yang telah menggelar layanan 4G LTE, yakni Telkomsel, Indosat, XL, dan Tri yang masih baru dalam tahap uji coba. Setelah diresmikan, banyak yang penasaran berapa kecepatan maksimal yang bisa dicapai layanan 4G milik keempat operator seluler (tidak termasuk Smartfren). Berikut ulasannya:

Mulai dari Telkomsel

Telkomsel 4G LTE di MakasarTelkomsel

Telkomsel menjadi satu-satunya operator yang telah siap menggelar layanan 4G LTE di frekuensi 1.800 MHz secara komersial. Tak ayal, operator dengan 140 juta pelanggan ini langsung tancap gas meninggalkan para pesaingnya begitu mendapatkan restu menggelar jaringan 4G di 1.800 MHz.

Telkomsel langsung menggeber pembangunan infrastruktur yang dimilikinya, tak kurang 150 eNode B untuk BTS 4G langsung siap beroperasi di hari pertama peluncuran.

“Jumlah itu sudah lebih dari separuh BTS yang dimiliki oleh Telkomsel di kota Makassar saat ini,” terang Direktur Pemasaran Telkomsel, Mas’ud Khamid saat peresmian layanan 4G tahap kedua di Trans Studio Mall, Makassar, Senin (6/7/2015) kemarin.

Telkomsel mengklaim jaringan 4G di kota Makassar saat resmi diluncurkan memiliki kecepatan rata-rata 72 Mbps. “Angka ini akan terus kita jaga, demi memberikan layanan terbaik Telkomsel,” ujar Mas’ud.

Namun saat dijajal menggunakan speedtest dari ponsel, angka sesungguhnya yang dicapai untuk download hanya mencapai 44 Mbps dan upload 4,5 Mbps. Di sejumlah titik, kecepatan yang dihasilkan cukup bervariasi.

Misalnya, di bandara Sultan Hassanudin, speed yang dihasilkan sekitar 17,3 Mbps untuk download dan 7,6 Mbps untuk upload. Sedangkan di hotel Aryaduta dan sekitar pantai Losari, kecepatannya 17,9 Mbps untuk download dan 9,5 Mbps untuk upload.

Indosat Super 4G LTE- DreeIndosat

Indosat menjadi salah satu operator yang meresmikan jaringan 4G LTE di frekuensi 1.800 MHz yang digelar di Balikpapan. Menurut pihak Indosat, teknologi 4G LTE menjanjikan kecepatan luar biasa hingga menembus angka 185 Mbps. Tapi untuk mencapai angka tersebut, harus ada syarat dan kondisi tertentu.

“Secara teoritis 4G memang bisa sampai 185 Mbps. Tapi dengan kondisi single user dan cukup dekat dengan radio equipment,” jelas Joko Riswadi, Division Head Network Optimization Indosat.

Oleh sebab itu, jika digunakan oleh banyak pelanggan, tentu kecepatannya akan menurun. Tapi menurut Joko, pelanggan tidak perlu khawatir karena kecepatan yang ditawarkan 4G LTE di frekuensi 1.800 MHz akan tetap sangat memuaskan.

Saat peresmian di Balikpapan, Indosat mengklaim kecepatan akses di jaringan 4G-nya bisa menembus 100 Mbps. Sedangkan rata-rata kecepatannya di kisaran 60 sampai 70 Mbps.

“Memang tidak ada standar kecepatan 4G LTE, tergantung digunakan seberapa banyak orang. Tapi kita akan selalu menjaga kualitas,” janji Fidesia Noor, Division Head Data Services indosat.

Indosat sebelumnya telah menggelar layanan 4G LTE di frekuensi 900 MHz. Tapi berkali-kali operator yang identik dengan warna kuning ini menyatakan kecepatannya tak maksimal.

Bahkan jika dicoba, kecepatan 4G LTE di frekuensi 900 MHz kalah dari kecepatan 3G. Sebagai gambaran, sesudah modernisasi jaringannya, Indosat mengklaim kecepatan 3G bisa sampai 42 Mbps.

4G XLXL Axiata

XL memang tak main-main dalam menggelar layanan 4G LTE. Masyarakat Mataram, Lombok menjadi yang pertama di Indonesia yang bisa menikmati layanan 4G LTE di frekuensi 1800 MHz secara komersial.

Sedikitnya XL telah membangun 14 BTS (base transceiver station) 4G di sejumlah area di Ibukota NTB, semisal pusat kegiatan pemerintahan, bisnis dan aktivitas warga, serta pusat-pusat keramaian, semisal Mataram Mall.

Untuk kecepatannya sendiri, XL mengklaim 4G LTE-nya di frekuensi 1.800 MHz mampu menembus angka 100 Mbps. Ini jelas jauh berbeda dengan kecepatan yang ditawarkan di frekuensi 900 MHz, dimana XL mengatakan hanya menembus angka 30 Mbps, itu pun tidak merata.

Setelah Lombok yang pertama mencicipi layanan 4G di 1.800 MHz secera komersial, selanjutnya Bandung, Surabaya, Denpasar, dan Jakarta akan menyusul bisa menikmati internet super cepat di tahun ini juga.

Selain itu, kota-kota yang sebelumnya telah ter-cover dengan layanan 4G LTE di frekuensi 900 MHz juga akan bisa ikut menikmati layanan di 1800 MHz, yaitu Medan, Bogor, dan Yogyakarta.

Total BTS 4G XL di seluruh area layanan mencapai lebih dari 200 unit. Sementara itu, jumlah pelanggan 4G XL mencapai lebih dari 200 ribu pelanggan.

4G TriTri

Operator seluler Hutchison 3 Indonesia atau yang lebih dikenal dengan sebutan Tri, telah meresmikan layanan 4G LTE di spectrum 1.800 MHz di kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan. Meski belum resmi dikomersialkan, namun Tri sudah bisa memamerkan kecepatan jaringan 4G miliknya.

Di frekuensi 1.800 MHz, Tri memiliki frekuensi selebar 10 MHz. Dan mereka mengalokasikan setengah (5 MHz) dari frekuensi itu untuk menjalankan jaringan 4G LTE. Dari frekuensi selebar itu secara teoritis bisa digeber untuk menjalankan koneksi internet dengan kecepatan 36 Mbps.

“Teorinya kecepatan maksimal memang 36 Mbps, tapi saat dites di ponsel, maksimalnya turun jadi 35 Mbps,” ujar Raden Tofan Saifudin Akbar, GM Customer Experience Management Tri Indonesia di Banjarmasin, Senin (6/7/2015) kemarin.

Jika Tri mengalokasikan semua frekuensi yang dimiliki, maka kecepatannya akan mencapai 75 Mbps. Namun Tri nantinya tetap ingin menjalankan layanan 3G-nya bersamaan dengan layanan 4G LTE. Jadi mereka hanya ingin mengalokasikan 5 MHz untuk layanan 4G LTE.

“Secara nasional, BTS Tri sudah meng-cover sekitar 86% populasi penduduk Indonesia. Dan nantinya jaringan 4G akan saling mengisi dengan jaringan 3G,” ujar Andi Djoewarsa, Head of Brand Communications Tri dalam acara yang sama.

Pihak Tri mengklaim, saat ini semua infrastruktur BTS milik mereka sudah 4G ready. “Semua sudah siap. Tinggal diaktifkan saja,” klaim Tofan.

Saat ini Tri mempunyai sekitar 54,8 juta pelanggan secara nasional. Dan dari jumlah itu, sekitar 86% adalah pelanggan paket data. Maka tak heran jika sekitar 55% pendapatan Tri berasal dari paket data.[HBS]