Telset.id – Pasar smartphone Asia Tenggara (SEA) mengalami penurunan signifikan sebesar 15% pada kuartal kedua tahun ini (April hingga Juni) dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Meski pasar sedang tertekan, Samsung justru menjadi satu-satunya brand yang berhasil mencatat pertumbuhan pengiriman unit secara tahunan (YoY) sebesar 6%, menurut laporan terbaru Counterpoint Research (CR).
Penurunan pasar ini terutama disebabkan oleh kenaikan biaya smartphone yang membebani daya beli konsumen di kawasan Asia Tenggara. Dengan pangsa pasar 24%, Samsung berhasil memimpin pasar dan memperkuat posisinya di tengah kondisi industri yang sedang lesu. Kondisi ini tentu menjadi perhatian bagi para pelaku industri dan konsumen yang sedang mempertimbangkan untuk mengganti perangkat mereka.
Persaingan Ketat di Posisi Puncak
Di belakang Samsung, Xiaomi menguasai 18% pangsa pasar Asia Tenggara pada kuartal kedua tahun ini. Posisi Xiaomi ini relatif stabil atau flat dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara itu, Oppo harus puas berada di posisi ketiga dengan 17% pangsa pasar, turun dari 22% pada periode yang sama di tahun 2025.
Transsion, perusahaan induk dari Infinix dan Tecno, mencatatkan pangsa pasar sebesar 15%, mengalami pertumbuhan dari 14% pada periode sebelumnya. Apple juga menunjukkan pertumbuhan dengan menguasai 9% pangsa pasar, naik dari 8% pada kuartal kedua tahun 2025. Pertumbuhan pangsa pasar Samsung juga terlihat jelas, naik dari 19% di tahun 2025 menjadi 24% pada kuartal kedua tahun ini.
Baca Juga:
Perubahan Pola Konsumsi di Segmen Harga
Data Counterpoint Research menunjukkan adanya pergeseran signifikan dalam pola konsumsi smartphone di Asia Tenggara. Pengiriman smartphone di segmen harga di bawah US$150 mengalami penurunan drastis sebesar 38% secara tahunan. Segmen harga US$250-US$499 juga terkontraksi sebesar 11% pada periode yang sama.
Namun, situasi berbeda terjadi di segmen harga menengah-atas. Segmen harga US$500-US$699 justru mencatat pertumbuhan impresif sebesar 74%. Sementara itu, segmen harga di atas US$700 juga tumbuh sebesar 18%. Data ini mengindikasikan bahwa konsumen Asia Tenggara mulai beralih ke perangkat dengan spesifikasi lebih tinggi meskipun pasar secara keseluruhan sedang menurun.
Counterpoint Research memperkirakan paruh kedua tahun ini akan terus menghadapi keterbatasan fleksibilitas harga serta perilaku belanja konsumen yang lebih berhati-hati. Dengan kondisi tersebut, penurunan pengiriman unit lebih lanjut di kawasan Asia Tenggara bukanlah hal yang mengejutkan.
Baca Juga:
Strategi Samsung di Tengah Tekanan Pasar
Keberhasilan Samsung tumbuh di tengah pasar yang menurun menunjukkan strategi yang tepat dalam menghadapi kondisi industri yang penuh tantangan. Pertumbuhan pangsa pasar dari 19% menjadi 24% dalam kurun waktu satu tahun merupakan pencapaian yang signifikan bagi vendor asal Korea Selatan tersebut.
Samsung sendiri terus aktif menghadirkan produk-produk terbaru di berbagai segmen harga untuk menarik minat konsumen. Inovasi yang dilakukan Samsung juga terlihat dari berbagai lini produknya, mulai dari seri Galaxy S hingga perangkat kelas menengah yang menjadi andalan di pasar Asia Tenggara.
Dampak bagi Konsumen dan Industri
Kondisi pasar smartphone Asia Tenggara yang menurun tentu membawa dampak bagi konsumen dan industri secara keseluruhan. Kenaikan biaya smartphone menjadi faktor utama yang membuat konsumen menunda pembelian perangkat baru. Namun, pertumbuhan di segmen harga menengah-atas menunjukkan bahwa konsumen yang memiliki daya beli tetap bersedia mengeluarkan budget lebih untuk mendapatkan perangkat berkualitas.
Bagi konsumen yang sedang mencari smartphone baru, kondisi pasar saat ini menawarkan dinamika yang menarik. Vendor-vendor besar seperti Samsung, Xiaomi, Oppo, dan Transsion akan terus bersaing ketat untuk mempertahankan pangsa pasar mereka, yang berpotensi menghadirkan berbagai penawaran menarik bagi konsumen.
Dengan proyeksi penurunan yang masih berlanjut di paruh kedua tahun ini, para pelaku industri perlu menyusun strategi yang lebih agresif untuk menarik minat konsumen. Sementara itu, konsumen dapat memanfaatkan situasi ini untuk mendapatkan perangkat impian mereka dengan harga yang lebih kompetitif.





Komentar
Belum ada komentar.