📑 Daftar Isi

Grafik pangsa pasar pengiriman smartphone Eropa Q2 2025 vs Q2 2026 dari Counterpoint Research

Pengiriman Smartphone Eropa Turun 10%, Terendah Sejak 2023

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Pengiriman smartphone Eropa turun 10% menjadi 35 juta unit di Q2 2026, level terendah sejak 2023
  • Tiga faktor utama: inflasi meningkat, konflik Iran, dan kenaikan harga komponen
  • Apple dan Samsung masing-masing kuasai 34% pangsa pasar Eropa
  • Xiaomi peringkat ketiga dengan 15%, Oppo 4%, Honor 3%
  • Eropa Barat relatif lebih baik berkat pertumbuhan Apple, Eropa Timur lebih buruk
  • Analis prediksi penurunan berlanjut dengan segmen budget paling terdampak

Telset.id – Pasar smartphone Eropa mengalami penurunan volume pengiriman terendah untuk kuartal kedua (April-Juni) sejak 2023. Laporan terbaru dari Counterpoint Research memperkirakan total pengiriman smartphone mencapai 35 juta unit pada periode tersebut, atau turun 10% dibandingkan nilai yang tercatat tahun lalu.

Penurunan ini menjadi sinyal perlambatan signifikan di kawasan Eropa. Berbagai faktor seperti inflasi yang terus meningkat, konflik Iran, dan kenaikan harga komponen berkontribusi terhadap level terendah dalam tiga tahun terakhir ini.

Menurut estimasi Counterpoint, Apple dan Samsung masing-masing menyumbang 34% dari total pengiriman smartphone di kawasan tersebut. Xiaomi menempati posisi ketiga dengan pangsa 15%, diikuti Oppo (termasuk OnePlus dan Realme) dengan 4%, dan Honor dengan porsi 3%.

Kondisi pengiriman di Eropa Barat tercatat “relatif lebih baik” berkat pertumbuhan impresif dari Apple dan kenaikan marginal dari Samsung. Sementara itu, Eropa Timur mengalami kondisi yang lebih buruk karena segmen budget mengalami penurunan.

Faktor Pendorong Penurunan Pengiriman Smartphone Eropa

Laporan Counterpoint Research mengidentifikasi tiga faktor utama yang mendorong penurunan pengiriman smartphone di Eropa. Inflasi yang terus meningkat menjadi beban utama bagi daya beli konsumen di kawasan tersebut. Kondisi ini diperparah oleh konflik Iran yang menciptakan ketidakpastian geopolitik di kawasan.

Selain itu, kenaikan harga komponen juga menjadi faktor signifikan yang memengaruhi biaya produksi smartphone secara keseluruhan. Kombinasi ketiga faktor ini menciptakan tekanan ganda pada pasar smartphone Eropa, baik dari sisi permintaan maupun penawaran.

Kondisi ini sejalan dengan tren yang terlihat di pasar global. Sebelumnya, Counterpoint juga mengungkapkan penurunan penjualan iPhone 15 Series di China yang menunjukkan bahwa perlambatan pasar smartphone tidak hanya terjadi di Eropa.

Perbandingan Kinerja Antar Vendor di Eropa

Apple dan Samsung berhasil mempertahankan posisi dominan mereka dengan masing-masing menguasai 34% pangsa pasar. Kedua vendor ini tercatat mampu bertahan lebih baik dibandingkan kompetitor lain di tengah kondisi pasar yang menantang.

Xiaomi menempati posisi ketiga dengan pangsa 15%, menunjukkan bahwa vendor asal China ini masih memiliki basis konsumen yang solid di Eropa. Oppo yang mencakup OnePlus dan Realme meraih pangsa 4%, sementara Honor menguasai 3% pasar.

Kinerja Eropa Barat yang “relatif lebih baik” didorong oleh pertumbuhan impresif Apple dan kenaikan marginal dari Samsung. Sebaliknya, Eropa Timur mengalami penurunan lebih dalam karena segmen budget menjadi yang paling terdampak.

Kondisi ini berbeda dengan pasar Indonesia di mana Oppo menjadi merek HP terlaris versi Counterpoint, menunjukkan perbedaan karakteristik pasar antara Asia Tenggara dan Eropa.

Proyeksi Masa Depan Pasar Smartphone Eropa

Analis Counterpoint memprediksi penurunan pengiriman akan terus berlanjut dalam waktu dekat. Level inventori yang semakin menipis menjadi indikator awal bahwa pasar belum menunjukkan tanda-tanda pemulihan.

Segmen budget diperkirakan akan menjadi yang paling terdampak dalam gelombang penurunan berikutnya. Hal ini sejalan dengan kondisi Eropa Timur yang sudah mengalami penurunan lebih dalam akibat lemahnya segmen tersebut.

Tekanan pada segmen budget ini juga berpotensi mengubah lanskap persaingan antar vendor. Vendor yang mengandalkan pasar entry-level kemungkinan akan menghadapi tantangan lebih besar dibandingkan mereka yang fokus pada segmen premium.

Sementara itu, kenaikan harga foundry yang dilakukan Samsung hingga 15% untuk pelanggan China dan AS bisa menjadi indikasi tekanan biaya yang lebih luas di industri. Kondisi ini berpotensi memengaruhi harga smartphone secara keseluruhan di masa mendatang.

Namun, dengan posisi dominan Apple dan Samsung yang masing-masing menguasai sepertiga pasar, kedua vendor ini diprediksi tetap menjadi pemain kunci dalam menentukan arah pasar smartphone Eropa ke depan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.