📑 Daftar Isi

Sistem counter-unmanned aerial system SkyValor buatan CACI

Pentagon Beri CACI Kontrak USD 500 Juta untuk Perluas Drone Counter-UAS SkyValor

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Pentagon memberikan kontrak hingga USD 500 juta kepada CACI untuk memperluas sistem counter-drone SkyValor
  • Kontrak tiga tahun melalui JIATF-401 mendukung pengadaan sistem SkyValor termasuk konfigurasi CORIAN dan modul BEAM
  • SkyValor lolos evaluasi operasional di Marine Corps Air Station Yuma, mendeteksi drone di luar jangkauan visual
  • CEO CACI John Mengucci menyatakan SkyValor siap produksi skala penuh untuk perlindungan militer
  • Meningkatnya ancaman drone murah mendorong kebutuhan sistem deteksi dan respons cepat

Telset.id – Departemen Pertahanan AS (Pentagon) resmi memberikan kontrak senilai hingga USD 500 juta kepada CACI untuk memperluas penyebaran sistem counter-unmanned aerial system (C-UAS) SkyValor di seluruh operasi militer. Kesepakatan ini mendukung pengadaan melalui Joint Interagency Task Force 401 (JIATF-401) Pentagon, yang mengelola operasi harian counter-drone dan aktivitas pengadaan terkait di seluruh angkatan gabungan.

Penghargaan kontrak ini datang di tengah meningkatnya kebutuhan militer akan metode yang lebih cepat untuk mendeteksi, melacak, dan menghentikan pesawat nirawak kecil sebelum mengancam personel atau infrastruktur penting.

Kontrak tiga tahun ini memungkinkan JIATF-401 untuk membeli sistem SkyValor tambahan, termasuk konfigurasi CORIAN untuk lokasi tetap dan Backpackable Electronic Attack Module yang disebut BEAM. BEAM menggabungkan deteksi frekuensi radio dengan kemampuan serangan elektronik, memberikan operator opsi portabel untuk mengidentifikasi dan mengganggu drone musuh di berbagai lingkungan operasional.

SkyValor counter-unmanned aerial system

SkyValor dirancang untuk mendeteksi, memantau, mengidentifikasi, dan mengalahkan drone yang tidak sah sekaligus memberikan lapisan perlindungan tambahan sebelum sistem counter-drone yang lebih besar tersedia. Kontrak terbaru ini menyusul evaluasi operasional yang dilakukan di Marine Corps Air Station Yuma, di mana sistem tersebut dilaporkan berhasil mendeteksi dan mengalahkan beberapa drone kecil di luar jangkauan visual.

Sebelumnya, CACI juga telah mengamankan perjanjian JIATF-401 lain yang memungkinkan integrasi SkyValor ke truk militer tugas berat, memperluas opsi penyebaran di luar posisi pertahanan tetap dan konfigurasi portabel. Perkembangan tersebut mengindikasikan minat Pentagon dalam mempersenjatai peralatan counter-drone yang mampu mendukung pasukan militer di berbagai skenario operasional.

Meningkatnya ketersediaan pesawat nirawak murah telah mendorong permintaan akan sistem yang mampu memberikan peringatan lebih awal sekaligus merespons dengan cepat terhadap ancaman udara yang terus berkembang.

Evaluasi Operasional Dukung Rencana Pengadaan Lebih Luas

Menurut CACI, evaluasi operasional yang sukses membuka jalan bagi SkyValor untuk memasuki produksi skala penuh berdasarkan perjanjian pengadaan yang baru diberikan. Presiden dan CEO CACI, John Mengucci, mengatakan ancaman drone menjadi lebih cepat, lebih mudah didapat, dan semakin sulit dideteksi oleh personel militer.

“SkyValor memberikan keunggulan itu melalui deteksi jarak jauh, kekalahan presisi, dan kemampuan untuk beradaptasi seiring berkembangnya ancaman drone,” kata Mengucci. Ia mengklaim sistem ini memberi pembela lebih banyak waktu dan intelijen yang dibutuhkan untuk menghentikan ancaman sebelum membahayakan pasukan militer, perbatasan, atau infrastruktur.

Kemampuan tersebut, menurut Mengucci, membawa SkyValor melampaui tahap pengujian dan menuju kesiapan untuk penyebaran militer skala besar di berbagai lingkungan. “Dengan evaluasi operasional yang sukses selesai, kami membawa SkyValor ke produksi skala penuh untuk memberikan perlindungan siap-misi di tempat yang paling dibutuhkan,” tambah Mengucci.

Perjanjian tersebut tidak merinci berapa banyak sistem SkyValor yang diharapkan Pentagon untuk dibeli selama periode kontrak tiga tahun atau prioritas penyebarannya. Meskipun pengujian yang sukses mendukung keputusan pengadaan, efektivitas operasional yang lebih luas pada akhirnya akan bergantung pada bagaimana sistem tersebut bekerja melawan ancaman drone yang semakin canggih.

Kontrak ini juga menunjukkan tren yang lebih luas di Pentagon dalam mengembangkan kemampuan counter-drone. Sebelumnya, drone murah pengganti MQ-9 Reaper juga tengah dikembangkan untuk menjawab kebutuhan operasional yang berbeda. Sementara itu, kontrak raksasa SpaceX dengan Pentagon untuk AI menunjukkan perluasan investasi teknologi pertahanan.

Dengan meningkatnya ancaman drone yang murah dan mudah diakses, sistem seperti SkyValor menjadi semakin penting. Kemampuan deteksi jarak jauh dan respons cepat yang ditawarkan CACI diharapkan dapat memberikan keunggulan bagi militer dalam menghadapi ancaman udara yang terus berevolusi. Keberhasilan sistem ini dalam uji operasional menjadi dasar keyakinan Pentagon untuk memperluas penggunaannya di berbagai lingkungan operasional.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.