Ilustrasi wanita menutup telinga karena polusi suara dari data center di Michigan.

Polusi Suara Data Center 24/7 Hantui Warga Michigan

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️2 menit membaca
Bagikan:
  • Warga Dowagiac, Michigan, mengalami polusi suara 24/7 dari data center berdaya 30 megawatt.
  • Rekaman audio baru menunjukkan kebisingan mencapai 60 desibel di halaman rumah warga.
  • Warga membandingkan suara tersebut dengan penyiksaan di film-film Hollywood.
  • Seorang warga, Billy Finn, menyebutnya setara dengan adegan penyiksaan suara.
  • Marjorie Finn mengungkapkan bahwa mereka tidak bisa meninggalkan rumah keluarga.
  • Kasus ini menjadi peringatan bagi industri teknologi soal dampak lingkungan data center.
  • Teknologi peredam bising seperti Active Noise Canceling dan AI Noise Reduction sudah ada.

Telset.id – Warga Dowagiac, Michigan, Amerika Serikat, hidup dalam mimpi buruk akibat kebisingan tanpa henti dari pusat data (data center) berdaya 30 megawatt yang beroperasi 24 jam sehari. Rekaman audio terbaru mengungkapkan deru keras yang disebut warga setara dengan suara penyiksaan, mengubah kehidupan mereka secara drastis.

Insiden polusi suara ini bermula dari operasional sebuah fasilitas teknologi besar di kota kecil Dowagiac. Data center tersebut dilaporkan menghasilkan kebisingan yang konstan, memicu keluhan dan gugatan hukum dari warga sekitar. Rekaman audio yang dirilis oleh ABC7 menggunakan peralatan yang lebih sensitif berhasil menangkap skala penuh dari deru yang mengganggu tersebut.

Seorang warga bernama Billy Finn bahkan membandingkan suara tersebut dengan adegan penyiksaan di film-film Hollywood. “Kamu pernah lihat film di mana seseorang di dalam sel, disiksa dengan suara,” ujar Finn. “Dan pada dasarnya itulah yang terjadi.”

Warga lainnya menggambarkan suara bising itu “seperti seseorang menyalakan vacuum cleaner di ruang tamu Anda… dan mereka meninggalkannya dan pergi.” Tingkat kebisingan yang terekam di halaman depan rumah warga mencapai 60 desibel, setara dengan percakapan keras atau suara mesin cuci.

Dampak dari polusi suara ini tidak hanya bersifat fisik, tetapi juga emosional. Isteri Billy Finn, Marjorie Finn, mengungkapkan bahwa mereka tidak bisa begitu saja meninggalkan rumah yang telah dihuni keluarganya secara turun-temurun. “Aku cinta rumah ini karena terasa begitu dekat dengan masa laluku,” kata Marjorie kepada ABC7. “Semua teman kami di sini, semua sistem pendukung kami di sini… sungguh menakjubkan bagaimana hal ini telah mengubah hidup kami.”

Para warga telah melayangkan gugatan hukum terhadap operator data center terkait kebisingan yang tak kunjung reda. Mereka menuntut adanya solusi yang efektif untuk meredam suara bising dan memulihkan ketenangan di lingkungan tempat tinggal mereka.

Kasus polusi suara di Michigan ini menjadi peringatan serius bagi industri teknologi yang terus membangun infrastruktur data center di berbagai wilayah. Suara bising dari sistem pendingin berskala besar bisa menjadi masalah lingkungan yang serius jika tidak dikelola dengan baik.

Sebagai perbandingan, teknologi peredam bising kini sudah sangat maju. Di dunia Active Noise Canceling, misalnya, perangkat seperti headphone mampu meredam kebisingan eksternal secara aktif. Bahkan, laptop terbaru juga dibekali Fitur AI Noise Reduction untuk meningkatkan kualitas panggilan suara.

Sementara itu, kasus di Michigan menunjukkan bahwa polusi suara skala industri masih menjadi tantangan besar. Tanpa regulasi yang ketat dan teknologi peredam yang memadai, warga sekitar data center harus menanggung beban kebisingan yang sangat mengganggu kualitas hidup mereka.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.