📑 Daftar Isi

Teknisi memeriksa sistem pendinginan imersi untuk penambangan kripto di pusat data

Pusat Data Bitcoin Oklahoma Bocor 3 Juta Galon Air, Dikandangkan

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Pusat data penambangan Bitcoin milik Athlon Blockchain LLC di El Reno, Oklahoma, bocor 3 juta galon air dan dinyatakan tidak layak operasi.
  • Kebocoran menyebabkan penutupan sekolah, bisnis, serta kantor kota dan county selama sepekan.
  • Fasilitas seharusnya tidak beroperasi karena mendapat Stop Work Order pada 2023 akibat pelanggaran kode keselamatan dan izin kedaluwarsa.
  • Kota Oklahoma berkomitmen meninjau kepatuhan secara rutin dan akan mengambil tindakan hukum untuk memulihkan biaya dari pemilik properti.
  • Insiden ini menambah kontroversi penggunaan air oleh pusat data di tengah kondisi kekeringan.

Telset.id – Sebuah pusat data penambangan Bitcoin di El Reno, Oklahoma, Amerika Serikat, harus dikandangkan atau dinyatakan tidak layak operasi setelah mengalami kebocoran air mencapai 3 juta galon. Insiden ini memicu penutupan sekolah, bisnis, serta kantor kota dan county selama sepekan terakhir.

Kebocoran besar ini terjadi di fasilitas milik Athlon Blockchain LLC. Yang menjadi sorotan utama, pusat data tersebut seharusnya tidak beroperasi sama sekali. Berdasarkan laporan Koco TV News yang dikutip, kota telah menerbitkan Perintah Penghentian Kerja (Stop Work Order) sejak 2023.

Perintah tersebut dikeluarkan karena adanya “banyak pelanggaran kode keselamatan kebakaran dan jiwa serta berakhirnya izin bangunan dan kelistrikan yang sebelumnya telah diterbitkan.” Dengan kata lain, fasilitas ini beroperasi tanpa memenuhi standar keselamatan yang berlaku dan tanpa izin yang masih berlaku.

A technician checks cryptomining immersion cooling

Operasi Berlanjut Meski Ada Perintah Penghentian

Pihak kota memberikan tenggat waktu hingga akhir 2023 bagi pemilik properti untuk mematuhi kode keselamatan dan mengurus izin baru. Selama periode tersebut, proses konstruksi seharusnya dihentikan sementara.

Namun, kini diyakini bahwa perusahaan yang membangun fasilitas tersebut justru melanjutkan pembangunan pusat data dan mulai beroperasi tanpa konsultasi lebih lanjut dengan pihak kota. Kemungkinan besar, pemilik mencoba menghindari Perintah Penghentian Kerja dengan menempatkan pusat data dalam rangkaian kontainer pengiriman atau shipping containers.

Insiden ini menunjukkan lemahnya pengawasan terhadap operator yang tidak mematuhi regulasi. Kebocoran yang terjadi membawa dampak serius bagi warga sekitar. Sebagai respons, kota kini berkomitmen untuk melakukan peninjauan kepatuhan secara rutin.

Kota Akan Tuntut Biaya Kebocoran

Pihak kota menegaskan bahwa tidak ada biaya terkait kebocoran air di properti tersebut yang akan dibebankan kepada warga. Sebaliknya, pernyataan resmi atas nama kota menyatakan mereka “bersiap mengambil tindakan hukum yang diperlukan untuk memulihkan semua biaya dan pengeluaran terkait kebocoran air dari pemilik properti, termasuk sumber daya kota yang dikeluarkan dalam upaya menemukan dan mengatasi kebocoran.”

Kontroversi Konsumsi Air Pusat Data

Insiden di Oklahoma ini menambah daftar panjang kontroversi seputar penggunaan air oleh pusat data. Kekhawatiran semakin meningkat seiring meluasnya kondisi kekeringan di Belahan Bumi Utara pada musim panas ini.

Isu serupa juga pernah menimpa operator pusat data besar lainnya. Sebelumnya, pembuangan air dari pusat data Meta sempat dihentikan karena mencemari pasokan air reklamasi kota dengan bakteri. Di Denver, sebuah pusat data terus menyiram halamannya bahkan setelah kota mengumumkan pembatasan kekeringan, yang memicu kemarahan warga.

Meta data center

a lawn being watered by sprinklers

Kekhawatiran serupa juga muncul di kawasan gurun New Mexico terkait pembangunan pusat data AI Project Jupiter yang dinilai akan membebani pasokan air di wilayah pedesaan. Bahkan, proyek pusat data AI terbesar di California menggugat untuk mendapatkan akses terhadap 287 juta galon air dari Sungai Colorado.

Rio Grande drought

Kasus kebocoran di Oklahoma ini menjadi pelajaran penting tentang perlunya pengawasan ketat terhadap operasional pusat data, terutama yang berkaitan dengan penambangan Bitcoin. Regulator harus memastikan bahwa semua kode, arahan, dan peraturan dipatuhi untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang.

Meski insiden ini tidak secara langsung terkait dengan aksi kriminal seperti pembajakan akun atau investasi besar di sektor kripto, dampaknya terhadap warga sekitar sangat nyata. Ke depannya, kepatuhan terhadap regulasi menjadi faktor krusial yang tidak bisa ditawar lagi dalam operasional pusat data berskala besar.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.