📑 Daftar Isi

Grafik penurunan pendapatan bisnis ponsel Qualcomm year-over-year

Qualcomm Naikkan Harga Prosesor Mulai 1 September 2026

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Qualcomm resmi umumkan kenaikan harga semua prosesor mulai 1 September 2026
  • CEO Cristiano Amon konfirmasi harga akan naik, dirumorkan mencapai dua digit persen
  • Pendapatan bisnis ponsel turun 20% year-over-year, terendah sejak 2021
  • Penyebab: kenaikan harga memori belum pernah terjadi sebelumnya dan kendala pasokan
  • Pendapatan dari Apple diprediksi turun signifikan karena pangsa modem iPhone lebih rendah
  • Qualcomm diversifikasi ke pusat data dan otomotif, target hanya 1/3 pendapatan dari ponsel pada 2029
  • Kesepakatan 10 tahun dengan BMW untuk pasok chip otomotif
  • Beberapa OEM mulai gunakan chip generasi sebelumnya untuk tekan biaya

Telset.id – Qualcomm secara resmi mengumumkan akan menaikkan harga semua prosesornya mulai 1 September 2026. Keputusan ini diambil di tengah penurunan pendapatan bisnis ponsel yang mencapai 20 persen year-over-year, terendah sejak 2021.

CEO Qualcomm Cristiano Amon menyatakan dalam laporan pendapatan kuartalan bahwa “harga akan naik” pada produk perusahaan. Kenaikan harga ini dikonfirmasi oleh laporan CNBC dan sebelumnya telah dirumorkan akan mencapai “angka persentase dua digit.”

Qualcomm menyebutkan bahwa penurunan pendapatan ini disebabkan oleh “kenaikan harga memori yang belum pernah terjadi sebelumnya dan kendala pasokan.” Kondisi ini telah mendorong kenaikan harga di berbagai produk elektronik, mulai dari konsol game, laptop, hingga papan Raspberry Pi, dan belum menunjukkan tanda-tanda akan segera berhenti.

Alih-alih menerima margin keuntungan yang lebih kecil, Qualcomm memilih untuk menaikkan harga produknya sendiri sebagai kompensasi. Langkah ini akan berdampak langsung pada produsen ponsel dan pada akhirnya konsumen.

Dampak pada Bisnis Ponsel dan Apple

Qualcomm juga memperkirakan akan terjadi “akselerasi” penurunan pendapatan dari produk Apple. Perusahaan mencatat bahwa “pangsa modem untuk peluncuran iPhone mendatang diperkirakan akan jauh lebih rendah.” Dalam panggilan pendapatan, Qualcomm dua kali menyebutkan bahwa bisnis lainnya akan menutupi kekurangan tersebut.

Dengan menurunnya pendapatan dari ponsel, Qualcomm tampaknya bersiap menjadi tripod bisnis yang terdiri dari ponsel, pusat data, dan otomotif. Perusahaan menyatakan bahwa hanya setengah dari pendapatannya akan berasal dari ponsel dalam waktu dekat, dan hanya sepertiga pada tahun 2029 seiring dengan pertumbuhan bisnis pusat data dan otomotif.

Pada Rabu, Qualcomm juga mengumumkan kesepakatan selama satu dekade untuk memasok chip bagi BMW. Langkah ini menegaskan diversifikasi bisnis perusahaan di luar sektor ponsel.

EVP, CFO, dan COO Qualcomm Akash Palkhiwala juga mengungkapkan bahwa beberapa OEM mulai menggunakan chip Qualcomm “generasi sebelumnya” di perangkat mereka sebagai respons terhadap kenaikan biaya komponen.

Kenaikan harga prosesor Qualcomm ini menambah daftar panjang faktor yang membuat harga ponsel semakin mahal. Sebelumnya, industri sudah dihadapkan pada fenomena “RAMageddon” di mana harga memori melonjak drastis.

Dengan kenaikan harga prosesor Qualcomm yang akan berlaku mulai September 2026, konsumen harus bersiap menghadapi harga ponsel yang lebih tinggi di masa mendatang. Produsen ponsel kemungkinan akan menyesuaikan harga jual produk mereka untuk mengakomodasi kenaikan biaya komponen ini.

Langkah Qualcomm ini menunjukkan bagaimana tekanan rantai pasokan global terus berdampak pada industri teknologi. Kenaikan harga memori yang belum pernah terjadi sebelumnya telah menciptakan efek domino yang mempengaruhi berbagai sektor, dan Qualcomm kini ikut menyesuaikan strategi pricing-nya.

Bagi konsumen yang berencana membeli ponsel baru, mungkin ini saatnya untuk mempertimbangkan pembelian lebih awal sebelum kenaikan harga berlaku. Sementara itu, produsen ponsel seperti Samsung yang menggunakan chip Qualcomm di perangkat flagship mereka, termasuk Galaxy Watch 9, kemungkinan akan merasakan dampak langsung dari kenaikan harga ini.

Qualcomm juga tengah mengembangkan teknologi masa depan seperti 6G yang diyakini akan mengubah cara manusia berinteraksi dengan teknologi. Namun, untuk saat ini, fokus utama perusahaan adalah mengelola tekanan biaya di tengah kondisi pasar yang menantang.

Selain itu, persaingan di pasar chip semakin ketat dengan munculnya pemain baru seperti Samsung yang menyiapkan chip AI Gaia untuk PC. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun Qualcomm masih dominan di pasar prosesor ponsel, persaingan di segmen lain semakin memanas.

Dengan strategi diversifikasi ke pusat data dan otomotif, Qualcomm berusaha mengurangi ketergantungan pada bisnis ponsel yang saat ini sedang tertekan. Kesepakatan dengan BMW selama satu dekade menjadi bukti nyata komitmen perusahaan di sektor otomotif.

Kenaikan harga prosesor Qualcomm ini menjadi pengingat bahwa industri teknologi tidak kebal terhadap tekanan ekonomi global. Konsumen dan produsen sama-sama harus beradaptasi dengan realitas baru di mana biaya komponen terus meningkat.

Ke depannya, akan menarik untuk melihat bagaimana produsen ponsel merespons kenaikan harga ini. Apakah mereka akan menaikkan harga jual, mengurangi fitur, atau beralih ke pemasok chip alternatif? Yang jelas, konsumen harus bersiap mengeluarkan budget lebih untuk mendapatkan perangkat terbaru.

Qualcomm sendiri optimistis bahwa bisnis lainnya akan mampu menutupi penurunan pendapatan dari sektor ponsel. Namun, dalam jangka pendek, kenaikan harga prosesor ini akan menjadi tantangan bagi seluruh ekosistem industri ponsel.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.