📑 Daftar Isi

RupiahCepat Bangun Pojok Baca dan Edukasi Keuangan di Yogyakarta

RupiahCepat Bangun Pojok Baca dan Edukasi Keuangan di Yogyakarta

Penulis:Ida Farida
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
Telset.id – RupiahCepat bangun pojok baca di SD Muhammadiyah Worawari, Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Program ini menjadi bagian dari inisiatif sosial GROW with RupiahCepat.
Selain itu, ada juga edukasi literasi keuangan bagi mahasiswa di Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta.
Program tersebut diumumkan pada 8 Mei 2026 sebagai upaya perusahaan memperkuat literasi dasar dan literasi keuangan masyarakat, khususnya generasi muda.

Dalam kegiatan di SD Muhammadiyah Worawari, RupiahCepat memberikan bantuan berupa rak buku dan sejumlah bahan bacaan yang ditujukan untuk meningkatkan minat baca siswa di lingkungan sekolah.

Diungkapkan Anna Maria Chosani, Direktur PT Kredit Utama Fintech Indonesia sebagai perusahaan Fintech yang menaungi RupiahCepat, kemampuan membaca menjadi fondasi penting dalam membangun pola pikir kritis sejak usia dini.

“Kami percaya bahwa membangun kebiasaan membaca sejak dini merupakan langkah penting dalam membentuk generasi yang lebih kritis dan mampu memahami berbagai informasi dengan baik.”

Ia menambahkan, melalui pojok baca ini, perusahaan berharap siswa memiliki akses yang lebih luas terhadap bahan bacaan yang bermanfaat.

Program ini melibatkan 49 siswa dan 13 guru di SD Muhammadiyah Worawari.

Kepala SD Muhammadiyah Worawari, Sri Pujilestari, menyambut positif dukungan ini. Menurutnya fasilitas tambahan seperti pojok baca dapat membantu meningkatkan kebiasaan membaca siswa di sekolah.

“Pojok baca ini sangat bermanfaat bagi siswa kami dalam meningkatkan minat baca dan memperluas wawasan. Kami berharap fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara optimal sebagai bagian dari proses pembelajaran sehari-hari,” kata Sri dikutip Telset melalui keterangan resmi.

Data Programme for International Student Assessment (PISA) 2022 menunjukkan kemampuan membaca pelajar Indonesia masih berada di peringkat ke-63 dari 81 negara.

Nilai kemampuan membaca pelajar Indonesia tercatat sebesar 359, masih berada di bawah rata-rata negara anggota Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).

Selain menyediakan fasilitas pojok baca, RupiahCepat juga mengadakan sesi edukasi interaktif mengenai pengelolaan keuangan sederhana bagi anak-anak, seperti pentingnya menabung dan memahami perbedaan kebutuhan dengan keinginan.

Edukasi Literasi Keuangan untuk Mahasiswa

Selain menyasar pendidikan dasar, RupiahCepat juga terlibat dalam program edukasi “Pindar Mengajar: Cerdas Mengelola, Bijak Bertransaksi” yang digelar oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia bersama civitas akademika di Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta.

Kegiatan tersebut diikuti ratusan mahasiswa dan membahas berbagai topik terkait pengelolaan keuangan pribadi.

Materi yang diberikan mencakup pengelolaan arus kas, penyusunan anggaran sederhana, hingga pentingnya menentukan prioritas pengeluaran agar terhindar dari perilaku konsumtif.

Mahasiswa juga diberikan pemahaman mengenai penggunaan layanan keuangan digital secara bijak dan produktif, termasuk pemanfaatannya untuk kebutuhan pendidikan maupun pengembangan usaha.

Anna menilai edukasi di tingkat perguruan tinggi menjadi langkah penting karena mahasiswa merupakan kelompok yang aktif menggunakan layanan keuangan digital.

“Mahasiswa merupakan kelompok yang aktif dalam memanfaatkan layanan keuangan digital. Oleh karena itu, penting bagi kami untuk memastikan mereka tidak hanya memiliki akses, tetapi juga pemahaman yang kuat agar dapat menggunakan layanan tersebut secara bijak, bertanggung jawab, dan produktif,” jelasnya.

Melalui program tersebut, RupiahCepat menegaskan fokus perusahaan dalam mendukung peningkatan literasi masyarakat, baik melalui penguatan budaya membaca maupun edukasi pengelolaan keuangan di era digital.