📑 Daftar Isi

Alat tes darah Proxima sedang digunakan di laboratorium

Alat Tes Darah Proxima: Hasil Lengkap 20 Menit dari Satu Tetes Darah

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Algocyte memperkenalkan Proxima, alat tes darah portabel dengan hasil 20 menit
  • Menggunakan sampel darah dari tusukan ujung jari untuk hitung darah lengkap
  • Dilengkapi dua sistem penginderaan dan AI untuk konversi sinyal menjadi pengukuran
  • Hasil dikirim ke dasbor klinisi, bukan untuk interpretasi pasien mandiri
  • Memiliki sertifikasi UKCA dan ISO 13485 untuk sistem mutu perangkat medis
  • Target awal: penggunaan di bawah pengawasan tenaga kesehatan
  • Data kinerja publik masih dibutuhkan untuk perbandingan dengan alat laboratorium

Telset.id – Algocyte memperkenalkan Proxima, alat analisis darah portabel yang mampu memberikan hasil hitung darah lengkap hanya dalam waktu sekitar 20 menit dari satu sampel darah ujung jari. Inovasi ini berpotensi mengurangi frekuensi kunjungan pasien ke klinik atau laboratorium, terutama bagi mereka yang membutuhkan pemantauan kesehatan secara rutin.

Proxima bukan sekadar konsep atau prototipe yang dipamerkan dalam acara peluncuran. Perangkat ini telah memiliki sertifikasi kesesuaian UKCA di Inggris dan Algocyte beroperasi di bawah sistem mutu perangkat medis bersertifikat. Langkah-langkah formal ini memberikan bobot lebih pada proyek tersebut dibandingkan sekadar purwarupa.

Fungsi dan Cara Kerja Proxima

Proxima adalah penganalisis hematologi ultra-portabel yang dirancang untuk bekerja dengan sampel darah berukuran kecil. Algocyte menyatakan perangkat ini dapat mengukur penanda yang digunakan dalam hitung darah parsial atau lengkap, termasuk sel darah merah, sel darah putih, trombosit, dan hemoglobin.

Perangkat ini dikendalikan melalui aplikasi smartphone. Dua sistem penginderaan menangkap informasi dari sampel darah, kemudian kecerdasan buatan (AI) mengubah sinyal-sinyal tersebut menjadi pengukuran biologis. Hasilnya dikirim ke dasbor klinisi, bukan disajikan sebagai diagnosis yang harus diinterpretasikan pasien secara mandiri.

Computer, Computer Hardware, Computer Keyboard

Saat ini, Algocyte menargetkan penggunaan Proxima di bawah pengawasan tenaga kesehatan. Pemantauan di rumah baru menjadi tujuan jangka panjang yang akan dikembangkan kemudian.

Arti Sertifikasi Awal bagi Proxima

Proxima telah ditandai UKCA sebagai General IVD (In Vitro Diagnostic), sementara pekerjaan kesesuaian lebih lanjut masih berlangsung untuk penggunaan tambahan. Algocyte juga memegang sertifikasi ISO 13485 untuk sistem mutu perangkat medisnya.

Kredensial ini menunjukkan bahwa proses desain dan manufaktur formal telah diterapkan. Namun, sertifikasi tersebut tidak secara independen membuktikan seberapa dekat pembacaan Proxima dengan peralatan laboratorium konvensional. Pengujian tusuk jari tetap mendapat sorotan ekstra setelah kasus Theranos, meskipun klaim Proxima saat ini jauh lebih sempit. Perangkat ini diposisikan sebagai alat hematologi yang diawasi, bukan pengganti seluruh laboratorium klinis.

Electronics, Mobile Phone, Phone

Data Kinerja yang Masih Dibutuhkan

Langkah berikutnya yang paling jelas adalah publikasi data kinerja yang membandingkan Proxima dengan penganalisis referensi yang mapan untuk setiap penanda yang diklaim. Bukti tersebut juga harus menunjukkan seberapa sering tes gagal atau perlu diulang.

Penggunaan di dunia nyata akan sama pentingnya. Pengumpulan sampel tusuk jari dapat bervariasi, dan perangkat yang ditujukan untuk pemantauan di rumah harus tetap andal ketika sampel tidak ditangani oleh staf laboratorium. Proxima telah melewati beberapa hambatan awal yang berarti dan membuat klaim yang terkendali. Pencapaian berikutnya harus sama konkretnya, dengan bukti klinis yang dipublikasikan agar dapat diperiksa oleh dokter dan pasien.

Perkembangan alat diagnostik portabel seperti Proxima menunjukkan tren menuju layanan kesehatan yang lebih cepat dan mudah diakses. Integrasi AI dalam analisis medis juga menjadi sorotan, sejalan dengan perkembangan teknologi AI yang semakin luas. Namun, validasi klinis tetap menjadi kunci utama sebelum perangkat semacam ini dapat diadopsi secara luas dalam praktik medis sehari-hari.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.