📑 Daftar Isi

Komputer Apple I "Hatfield" bertanda tangan Wozniak bersama manual, keyboard, dan aksesori periode 1976

Apple I “Hatfield” Terjual Rp18,7 Miliar, Pecahkan Rekor Lelang

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Apple I "Hatfield" terjual US$1.148.200 (sekitar Rp18,7 miliar) di lelang Bonhams
  • Dibangun 1976, awalnya dijual US$666,60 kepada Fred Hatfield
  • Salah satu dari 74 unit Apple I terverifikasi, nomor 48 di registry, masih berfungsi
  • Disertai tanda tangan Wozniak dan surat Jobs soal upgrade ke Apple II
  • Pada 2013 pernah terjual US$671.400, kini melampaui ekspektasi US$800.000
  • Spesifikasi: RAM 8KB dan mikroprosesor MOS Technology 6502

Telset.id – Komputer Apple I “Hatfield” yang ditandatangani Steve Wozniak resmi terjual seharga US$1.148.200 atau sekitar Rp18,7 miliar (asumsi kurs Rp16.300) dalam lelang yang digelar rumah lelang Bonhams. Angka itu menjadi rekor baru untuk penjualan komputer Apple I, sekaligus menegaskan posisi mesin rakitan 1976 tersebut sebagai salah satu artefak paling bernilai dalam sejarah komputasi.

Bonhams mengumumkan bahwa pembeli mesin ini tidak disebutkan identitasnya. Apple I “Hatfield” merupakan salah satu dari hanya 74 unit Apple I terverifikasi yang masih tersisa, menempati nomor 48 dalam registry, dan termasuk sedikit unit yang masih berfungsi hingga kini. Mesin ini dibangun pada 1976 dan awalnya dijual seharga US$666,60 kepada Fred Hatfield.

Selain tanda tangan Wozniak, paket lelang ini menyertakan surat dari Steve Jobs yang mendorong Hatfield mengirimkan motherboard-nya untuk di-upgrade ke model Apple II. Pembeli juga menerima manual operasi Apple I versi asli, manual operasi kaset, undangan bergabung dengan Apple I Owners Club, serta catu daya khusus, monitor, dan keyboard dari periode yang sama.

The 'Hatfield' Apple I computer with manuals, keyboard and period accessories

Lonjakan Harga dan Sorotan Bonhams

Terakhir kali mesin ini dilelang pada 2013, harganya mencapai US$671.400. Untuk mendongkrak minat, Bonhams mempublikasikan lelang ini sejak bulan lalu dan memamerkannya di New York. Proses penawaran dilaporkan hanya melibatkan dua orang, yang mendorong harga jauh melampaui perkiraan tertinggi US$800.000.

“Kami senang dengan hasil luar biasa untuk Apple I ‘Hatfield’, salah satu tonggak terpenting dalam sejarah komputasi,” kata Ian Ehling dari Bonhams kepada Apple Insider. “Merupakan kehormatan bisa menawarkan produk pertama Apple pada tahun peringatan 50 tahun perusahaan.”

Bagi pembaca yang mengikuti dinamika bisnis Apple, lompatan harga lelang ini sejalan dengan pergerakan strategi perusahaan yang belakangan menarik perhatian pasar, termasuk langkah Apple Intelligence di sejumlah wilayah. Namun nilai historis Apple I tetap berdiri sendiri sebagai penanda awal perjalanan perusahaan.

Spesifikasi Terbatas dan Nilai Historis

Apple I memang jauh dari kata ramah pengguna. Mesin ini bahkan tidak disertai catu daya, apalagi keyboard dan monitor. Model ini dijual dengan RAM 8KB dan mikroprosesor MOS Technology 6502, cukup untuk menjalankan Apple Integer Basic dan sejumlah permainan lewat Apple Cassette Interface opsional.

Surat dari Jobs yang menawarkan upgrade ke Apple II menjadi daya tarik tersendiri pada unit ini. “Surat itu menjadi bukti betapa Jobs dan Wozniak terlibat secara personal di masa awal Apple, mulai dari mendesain dan memproduksi produk, hingga menangani dukungan pelanggan,” jelas Bonhams di halaman lelang.

Hatfield menolak tawaran upgrade tersebut dan akhirnya menjual mesin itu seharga US$40.000. Ia dikenal menggunakan uang tersebut untuk menikmati makan malam dan menghabiskan waktu di Frenchmen Street di kampung halamannya, New Orleans. “Saya pikir saya sebaiknya menikmati uang dari mesin tua itu,” ujarnya kepada The New York Times pada 2013.

Kisah Hatfield menjadi kontras dengan nilai lelang hari ini. Dari US$40.000 yang ia terima, harga Apple I “Hatfield” kini melesat lebih dari 28 kali lipat. Perjalanan nilai tersebut menunjukkan bagaimana artefak komputasi awal bergeser dari barang fungsional menjadi aset koleksi.

Di sisi lain, perhatian publik terhadap produk Apple saat ini juga menyentuh aspek biaya kepemilikan. Sejumlah pengguna menyoroti besaran biaya reparasi untuk perangkat terbaru, sebuah topik yang jarang muncul pada era Apple I ketika perangkat dijual tanpa aksesori dasar sekalipun.

Nilai lelang Apple I “Hatfield” juga menempatkan mesin ini dalam konteks yang lebih luas: bagaimana warisan teknologi dinilai oleh pasar. Meski Apple I hanya mampu menjalankan program dasar, kelangkaan unit, tanda tangan Wozniak, dan surat Jobs menjadi kombinasi yang sulit ditiru. Bonhams menyebut mesin ini sebagai salah satu tonggak terpenting dalam sejarah komputasi, dan hasil lelang membuktikan klaim tersebut.

Dengan hanya 74 unit terverifikasi yang tersisa dan sebagian besar tidak lagi berfungsi, keberadaan unit nomor 48 dalam kondisi bekerja memperkuat posisinya di mata kolektor. Pembeli tidak hanya mendapatkan perangkat keras, tetapi juga dokumen dan aksesori yang merekam jejak awal Apple sebagai perusahaan.

Rekor US$1.148.200 ini menutup proses lelang yang berlangsung singkat dengan hanya dua penawar. Angka tersebut jauh melampaui ekspektasi Bonhams dan menegaskan bahwa minat terhadap sejarah komputasi tetap kuat, bahkan ketika industri bergerak menuju teknologi yang jauh lebih kompleks seperti yang terlihat pada inisiatif GPU AI berbasis Mac.

Bagi pasar lelang, hasil ini menjadi tolok ukur baru untuk artefak komputasi awal. Bagi publik, kisah Hatfield yang menolak upgrade dan memilih menikmati hasil penjualan pertamanya menambah dimensi manusiawi pada mesin yang kini bernilai miliaran rupiah.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.