Ilustrasi server AWS dengan logo perusahaan dan teks cloud computing

AWS Graviton5: Prosesor PCIe 6.0 Pertama di Cloud Tersedia untuk Disewa

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • AWS meluncurkan prosesor Graviton5 dengan PCIe 6.0, pertama di cloud komersial
  • Prosesor 192 inti Arm v3 dengan desain chiplet 3nm dari TSMC
  • Bandwidth memori lebih dari 800GB/s dan 96 jalur PCIe 6.0
  • Kinerja meningkat 25% dibanding generasi sebelumnya
  • Manfaat PCIe 6.0 masih terbatas karena ekosistem belum matang
  • SSD PCIe 6.0 seperti Micron 9650 dan Teamgroup masih untuk hyperscale

Telset.id – Amazon Web Services (AWS) secara diam-diam telah mencapai tonggak sejarah yang belum diraih oleh AMD maupun Intel di infrastruktur cloud komersial. Perusahaan berhasil menghadirkan prosesor dengan dukungan PCIe 6.0 yang kini bisa disewa oleh pelanggan. Prosesor Graviton5 telah tersedia secara umum melalui instans Amazon EC2 M9g dan M9gd, memungkinkan pengguna untuk menyewa perangkat keras PCIe 6.0 per jam.

Meskipun pencapaian ini terdengar signifikan di atas kertas, manfaat praktisnya masih sulit diidentifikasi bagi sebagian besar pengguna pada tahap penerapan saat ini. Graviton5 dikembangkan oleh Annapurna Labs dan mengadopsi desain chiplet yang dibangun di atas proses manufaktur 3nm milik TSMC.

Meta and AWS signs a massive deal

Prosesor ini menggabungkan empat compute dies yang masing-masing berisi 48 inti Arm v3, sehingga total jumlah inti mencapai 192. AWS menyatakan setiap inti membawa 1MB dedicated cache, sementara platform ini mengintegrasikan 12 saluran memori DDR5 yang beroperasi pada kecepatan hingga DDR5-8800.

Menurut angka perusahaan, subsistem memori dapat memberikan bandwidth agregat lebih dari 800GB/s di berbagai beban kerja yang menuntut. Prosesor ini juga mencakup 96 jalur PCIe 6.0, menjadikannya CPU cloud pertama yang dapat diakses pelanggan secara aktif dengan konektivitas PCIe 6.0. Komunikasi antar chiplet mengandalkan interkoneksi koheren yang mampu mentransfer data pada kecepatan 420GB/s sambil mempertahankan operasi terpadu.

AWS mengklaim Graviton5 dapat memberikan peningkatan performa hingga 25% dibandingkan generasi sebelumnya yang diterapkan di infrastrukturnya. Angka tambahan menunjukkan beban kerja aplikasi mungkin berjalan 35% lebih cepat, sementara operasi database meningkat sebesar 30% dalam kondisi yang sesuai. Bandwidth jaringan dilaporkan meningkat hingga 15%, sementara bandwidth penyimpanan naik sekitar 20% di berbagai kategori instans.

Untuk penerapan skala besar, AWS mengatakan throughput jaringan dapat berlipat ganda dibandingkan penawaran sebelumnya yang tersedia melalui platform cloud mereka.

## Mengapa PCIe 6.0 Mungkin Belum Terlalu Berarti

Tantangannya adalah PCIe 6.0 saja tidak secara otomatis mengubah performa aplikasi kecuali perangkat keras di sekitarnya dapat mengeksploitasi bandwidth tambahan tersebut. Keterbatasan ini menjadi lebih jelas ketika memeriksa perangkat penyimpanan yang mampu memanfaatkan standar antarmuka yang lebih baru saat ini.

SSD Micron 9650 NVMe adalah salah satu drive PCIe 6.0 pertama yang mencapai ketersediaan komersial, meskipun audiensnya tetap operator skala besar. SSD ini dilaporkan dapat mencapai kecepatan baca sekuensial 28GB/s, hampir dua kali lipat throughput yang umumnya terkait dengan penyimpanan PCIe 5.0.

Meskipun demikian, drive ini sebagian besar ditujukan untuk lingkungan inferensi AI daripada beban kerja komputasi cloud konvensional atau perusahaan. Pola yang sama muncul pada SSD PCIe 6.0 yang baru saja diumumkan Teamgroup, yang mencapai 28GB/s namun masih jauh dari penerapan mainstream.

Teamgroup T-CREATE MASTER Ai I6E E1.S SSD

Bagi banyak pelanggan AWS, arsitektur prosesor, bandwidth memori, kapasitas cache, dan optimasi perangkat lunak kemungkinan akan jauh lebih penting. Instans M9gd juga menyertakan penyimpanan SSD lokal yang mencapai kapasitas 11,4TB dan memberikan IOPS 30% lebih tinggi dibandingkan pendahulunya.

Meskipun PCIe 6.0 memberi AWS keunggulan teknologi awal, keuntungan yang berarti akan sangat bergantung pada adopsi ekosistem yang lebih luas. Saat ini, pencapaian tersebut tampak lebih penting sebagai tonggak infrastruktur daripada sebagai fitur yang segera mengubah beban kerja cloud sehari-hari.

Kehadiran Graviton5 menandai langkah maju dalam evolusi infrastruktur cloud. Namun, para pelanggan perlu menunggu hingga ekosistem perangkat keras dan perangkat lunak yang mendukung PCIe 6.0 matang sepenuhnya sebelum dapat merasakan manfaat nyata dari teknologi ini dalam beban kerja sehari-hari.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.