Baterai rumah Base Core produksi Base Power di pabrik Austin Texas

Base Power Kumpulkan $1 Miliar, Pasang 100 Baterai Rumah per Hari

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Base Power mengumpulkan pendanaan $1 miliar dalam putaran Series D dengan valuasi $13 miliar
  • Startup pasang sekitar 100 baterai rumah per hari, target dua kali lipat akhir tahun
  • Meluncurkan Base Core, baterai rumah kapasitas 39,2 kWh produksi pabrik Austin
  • Model langganan: $695 instalasi, $19 per bulan, 13,1 sen per kWh di Houston
  • Beroperasi di Texas dan Illinois, fokus pada pasar regulated dan deregulated
  • Putaran dipimpin Ribbit, Addition, Valor Equity Partners, JPMorganChase
  • Didirikan Zach Dell sebagai CEO, Michael Dell tidak ikut berpartisipasi

Telset.id – Base Power, startup penyimpanan energi asal Amerika Serikat, berhasil mengumpulkan pendanaan $1 miliar dalam putaran Series D kurang dari setahun setelah putaran miliaran dolar sebelumnya. Pendanaan baru ini menempatkan valuasi perusahaan pada posisi $13 miliar dan menegaskan strategi bisnisnya yang tidak biasa: memasang baterai di halaman belakang rumah pelanggan, bukan di lahan luas dekat jaringan listrik.

Startup yang beroperasi di Texas dan Illinois ini telah memasang lebih dari 500 megawatt-jam penyimpanan energi dalam beberapa tahun terakhir. Saat ini, Base Power memasang sekitar 100 baterai per hari dan menargetkan dua kali lipat jumlah tersebut pada akhir tahun. Angka itu setara dengan sekitar 8 megawatt-jam penyimpanan yang terpasang setiap harinya.

“Di mana sebagian besar perusahaan penyimpanan energi mencari lahan luas di dekat koneksi besar ke jaringan listrik, Base Power bertaruh bahwa mereka bisa mengalahkan semuanya dengan menempatkan baterai di halaman belakang orang-orang,” demikian laporan yang dikutip dari The Wall Street Journal.

## Base Core: Baterai Rumah dengan Kapasitas 39,2 kWh

Bersamaan dengan pengumuman pendanaan, Base Power juga meluncurkan versi terbaru dari baterai rumahnya yang diberi nama Base Core. Perangkat yang diproduksi di pabrik Austin, Texas ini mampu menyimpan 39,2 kilowatt-jam listrik, jauh lebih besar dibandingkan kapasitas baterai kompetitor di kelasnya.

Pelanggan dapat memilih satu atau dua unit baterai sesuai kebutuhan. Dengan kapasitas hampir 40 kilowatt-jam, baterai ini mampu menyediakan daya cadangan selama satu hari atau lebih saat terjadi pemadaman listrik.

## Model Langganan: Tanpa Biaya Awal Mahal

Pendekatan Base Power berbeda dari pemasang baterai rumah pada umumnya yang mengenakan biaya ribuan dolar di muka. Base Power justru menawarkan baterainya dengan sistem berlangganan.

Di wilayah Houston, misalnya, Base Power mengenakan biaya $695 untuk instalasi satu baterai, $19 per bulan, dan 13,1 sen per kilowatt-jam untuk listrik. Tarif listrik tersebut sekitar harga yang berlaku di wilayah tersebut.

Karena baterai dimiliki oleh Base Power, perusahaan menjual kembali listrik yang tersimpan ke jaringan listrik saat periode permintaan tinggi. Layanan semacam ini dapat memberikan keuntungan yang besar bagi perusahaan.

Di pasar yang diatur (regulated markets), Base Power bekerja sama dengan perusahaan utilitas untuk menempatkan baterai di rumah pelanggan guna mengurangi beban pada jaringan listrik lokal. Sementara di pasar yang tidak diatur (deregulated markets), pemilik rumah dapat menggunakan baterai untuk memberi daya pada rumah mereka selama pemadaman listrik.

## Pendanaan Baru dan Investor

Putaran pendanaan terbaru ini dipimpin oleh Ribbit, Addition, Valor Equity Partners, dan JPMorganChase’s Strategic Investment Group. Turut berpartisipasi dalam putaran ini adalah Altimeter, D1 Capital Partners, Sands Capital, Coatue, Layer Global, dan Energy Impact Partners, Thrive Capital, a16z, Lightspeed, Trust Ventures, CapitalG, dan investor lainnya.

Base Power didirikan bersama oleh Zach Dell yang menjabat sebagai CEO. Menariknya, ayahnya, CEO Dell Michael Dell, tidak berpartisipasi dalam putaran pendanaan ini.

## Lonjakan Permintaan Listrik Jadi Pendorong

Putaran pendanaan ini datang di tengah lonjakan permintaan listrik yang disebabkan oleh elektrifikasi di seluruh sektor ekonomi dan pesatnya pembangunan pusat data AI. Dalam beberapa tahun terakhir, jaringan listrik AS telah berkembang setelah stagnasi selama puluhan tahun.

Lonjakan permintaan ini telah membebani jaringan listrik di banyak lokasi, terutama PJM yang menampung sejumlah besar pusat data. Sebagian wilayah Illinois, tempat Base Power beroperasi, merupakan bagian dari wilayah PJM.

Dengan strategi pemasangan baterai di halaman belakang rumah dan model langganan yang terjangkau, Base Power menunjukkan bahwa pendekatan terdesentralisasi dapat menjadi solusi efektif untuk mengatasi tekanan pada jaringan listrik. Pendanaan $1 miliar yang baru saja diperoleh menjadi sinyal kuat kepercayaan investor terhadap model bisnis ini.

Sementara itu, perkembangan teknologi baterai juga terus berlanjut di berbagai sektor. Inovasi serupa juga terlihat di industri otomotif dengan hadirnya kendaraan listrik berjangkauan jauh seperti BMW iX5 Long Wheelbase yang diklaim mampu menempuh jarak 1.000 kilometer. Di sisi lain, tren perangkat portabel juga mengalami kemajuan dengan kehadiran power bank setipis iPhone Air dari Baseus yang dilengkapi NFC.

Perkembangan pesat di sektor energi dan teknologi ini menunjukkan bahwa inovasi penyimpanan daya menjadi salah satu area paling kompetitif saat ini. Base Power dengan model bisnisnya yang unik kini berada di garis depan perubahan cara masyarakat Amerika menyimpan dan menggunakan energi listrik di rumah mereka.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.