📑 Daftar Isi

Drone mini Tornyol yang menggunakan AI dan sonar untuk berburu nyamuk secara otonom

Drone AI 40 Gram Ini Berburu Nyamuk Secara Otonom dengan Sonar

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Drone AI 40 gram dari Tornyol mampu berburu nyamuk secara otonom
  • Menggunakan sonar ultrasonik AMD dan AI on-board untuk deteksi serangga
  • Dikembangkan oleh mantan insinyur MBDA, Alex Toussaint
  • Harga prototipe saat ini US$1.100, target produksi massal lebih murah
  • Berhasil deteksi bola plastik 2mm dari jarak 30cm dan intercept ngengat
  • Area proteksi hingga 5 hektar, waktu terbang 3 menit per charge
  • Deposit US$100 untuk reservasi, opsi berlangganan atau pembelian langsung

Telset.id – Sebuah drone mini bertenaga kecerdasan buatan (AI) siap menjadi solusi baru dalam memberantas nyamuk. Dikembangkan oleh mantan insinyur MBDA, drone seberat 40 gram ini mampu mendeteksi dan membunuh nyamuk secara otonom menggunakan teknologi sonar ultrasonik.

Startup bernama Tornyol, yang didukung oleh Y Combinator, menciptakan drone inovatif ini. Drone ini menggunakan sistem sonar ultrasonik AMD yang dipadukan dengan AI on-board untuk mendeteksi serangga saat terbang. Sistem ini kemudian akan mencegat serangga tersebut sebelum memasuki zona yang telah ditentukan.

Alex Toussaint, mantan insinyur di produsen rudal MBDA, adalah otak di balik pengembangan drone ini. Sistem yang ia bangun menggabungkan mikrofon phased-array dengan kecerdasan buatan untuk mendeteksi target di udara. Teknologi ini memungkinkan drone untuk memburu nyamuk secara presisi.

Prototipe saat ini dibanderol dengan harga US$1.100 atau sekitar Rp 17,6 juta. Namun, Tornyol memperkirakan biaya produksi massal bisa ditekan hingga lebih murah. Hal ini membuat teknologi ini berpotensi menjadi solusi pengendalian hama yang terjangkau di masa depan.

Tornyol mosquito killer drone

Hasil Uji Coba yang Menjanjikan

Dalam uji coba awal, Tornyol melaporkan bahwa drone mereka berhasil mendeteksi bola plastik berdiameter 2 mm dari jarak 30 sentimeter. Yang lebih mengesankan, deteksi ini hanya menggunakan 1/1300 dari daya transmisi yang direncanakan. Toussaint mengatakan hasil ini memvalidasi anggaran signal-to-noise dan membawa proyek lebih dekat ke target pelacakan nyamuk sejauh tiga meter.

Tim juga mengumumkan keberhasilan pertama air-to-air kill, di mana drone otonom berhasil mencegat seekor ngengat yang terbang selama uji coba di luar ruangan. Toussaint menyebut pencapaian ini sebagai “langkah besar menuju pemberantasan total nyamuk,” menggambarkannya sebagai tonggak sejarah dalam misi jangka panjang perusahaan.

Untuk menggunakan drone ini, pengguna cukup menentukan area perlindungan pada peta di stasiun pangkalan sebelum memulai misi. Tidak diperlukan instalasi atau kabel rumit. Satu unit Tornyol dirancang untuk melindungi area luar atau dalam ruangan hingga seluas 5 hektar.

Baterai pada prototipe saat ini mampu memberikan waktu terbang selama tiga menit dalam sekali pengisian daya. Setelah baterai habis, drone akan otomatis kembali ke stasiun pengisian dayanya dan memulai proses pengisian ulang. Proses pengisian ulang memakan waktu sekitar 30 menit, setelah itu unit akan melanjutkan jadwal patrolinya secara otomatis.

Perangkat Keras dan Desain yang Canggih

Drone ini menggunakan mikrofon MEMS TDK InvenSense T3902 untuk susunan sonarnya. Konsumsi daya sistem ini kurang dari 5W, masih dalam batas USB 3.0. Susunan mikrofon mengandalkan FPGA untuk memproses data akustik yang masuk dari puluhan sensor secara real-time.

Perkiraan saat ini menunjukkan bahwa prototipe dapat diproduksi massal dengan biaya beberapa ratus dolar, sementara versi yang lebih kecil mungkin lebih murah. Latar belakang Toussaint di MBDA, sebuah perusahaan rudal Eropa, menunjukkan bahwa sistem sonar dan intersepsi yang mendasarinya dapat diperluas ke aplikasi militer.

Drone otonom kecil yang mampu melakukan deteksi akustik dan intersepsi udara berpotensi mencegat drone musuh, sama seperti mereka mencegat nyamuk. Namun, baik Toussaint maupun Tornyol belum secara terbuka membahas potensi pertahanan, pengawasan, atau penggunaan ganda yang terkait dengan teknologi sonar yang mendasarinya.

Di situs web Tornyol, drone ini dipasarkan sebagai alternatif pestisida yang senyap dan bebas bahan kimia. Pelanggan dapat memesan tempat dengan deposit US$100 yang dapat dikembalikan. Pembeli dapat memilih paket berlangganan yang dapat dibatalkan kapan saja, atau pembelian satu kali yang memberikan kepemilikan penuh tanpa biaya berulang.

Unit yang dimiliki langsung dilengkapi garansi satu tahun yang mencakup kerusakan yang tidak disengaja, sementara unit berlangganan akan diganti secara gratis jika drone rusak. Model bisnis ini memberikan fleksibilitas bagi konsumen yang ingin mencoba Fitur Terbaru dalam teknologi pengendalian hama.

Ke depannya, teknologi ini bisa menjadi solusi utama untuk daerah yang rawan penyakit seperti demam berdarah dan malaria. Dengan kemampuan otonom dan biaya yang semakin terjangkau, drone AI ini menawarkan harapan baru dalam perang melawan nyamuk tanpa menggunakan bahan kimia berbahaya. Inovasi ini membuktikan bahwa teknologi yang terinspirasi dari sistem rudal dapat dialihfungsikan untuk tujuan yang lebih damai dan bermanfaat bagi lingkungan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.