Roket Starship V3 SpaceX di landasan peluncuran dengan asap dari mesin yang menyala

Gagal Meluncur, SpaceX Batal Luncurkan Starship V3

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • SpaceX gagal luncurkan Starship V3 karena empat mesin Raptor tidak menyala
  • CEO Elon Musk konfirmasi pembatalan otomatis dan akan ganti dua mesin
  • Peluncuran ditunda hingga minggu depan setelah masalah teridentifikasi
  • Misi ini adalah percobaan kedua setelah kegagalan booster pada Mei lalu
  • Saham SpaceX turun 4% setelah pengumuman pembatalan
  • Satelit Starlink V3 yang akan diluncurkan dirancang untuk uji coba orbital

Telset.id – SpaceX kembali mengalami kegagalan peluncuran roket Starship V3 yang sudah ditingkatkan pada hari Kamis. Peluncuran kedua yang sangat dinantikan itu harus dibatalkan secara otomatis hanya beberapa saat setelah mesin booster menyala di kompleks perusahaan di South Texas.

Insiden ini terjadi ketika SpaceX bersiap untuk meluncurkan satelit Starlink generasi ketiga pertamanya. Namun, kegagalan mesin saat ignition memicu sistem pembatalan otomatis, menghentikan misi yang seharusnya menjadi tonggak penting bagi perusahaan antariksa milik Elon Musk tersebut.

CEO SpaceX Elon Musk mengonfirmasi melalui platform media sosialnya, X, bahwa beberapa mesin tidak menyala, yang kemudian memicu pembatalan peluncuran otomatis. Musk menyatakan bahwa perusahaan akan mengganti dua mesin yang bermasalah tersebut. Ia juga menambahkan bahwa SpaceX tidak akan mencoba meluncurkan Starship lagi hingga minggu depan.

Kegagalan ini menjadi pukulan telak bagi SpaceX yang tengah berusaha bangkit setelah misi pertama Starship V3 pada bulan Mei lalu. Misi sebelumnya memang berhasil lepas landas dan menjadi langkah maju yang signifikan, namun mengalami kegagalan pada tahap booster Super Heavy saat mencoba melakukan pendaratan simulasi di Teluk Meksiko.

Kegagalan booster pada Mei lalu sempat memicu investigasi dari Federal Aviation Administration (FAA). Badan penerbangan AS tersebut baru saja memberikan izin kepada SpaceX untuk terbang lagi awal pekan ini setelah mengidentifikasi sejumlah penyebab dan perbaikan untuk kegagalan booster tersebut.

Selain masalah pada booster, tahap atas Starship juga kehilangan satu mesin dalam perjalanannya menuju penggelaran simulator Starlink pada misi Mei lalu. Meskipun demikian, tahap atas tersebut masih mampu melakukan pendaratan simulasi sendiri di atas air tanpa kendala.

Pada peluncuran Kamis lalu, SpaceX berharap dapat mengambil langkah maju lebih jauh dengan meluncurkan satelit Starlink V3. Satelit-satelit ini dirancang untuk terbakar sekitar 20 menit setelah dikerahkan, mengingat Starship belum menunjukkan kemampuannya untuk mencapai orbit Bumi.

Starship V3 yang ditingkatkan dan Starlink merupakan komponen kunci dalam rencana ambisius SpaceX untuk membuktikan bahwa konsep “pusat data orbital” layak secara teknologi dan ekonomi. Saat ini, Starlink menjadi penghasil pendapatan terbesar dan satu-satunya bagian bisnis SpaceX yang menguntungkan.

Proses hitung mundur pada Kamis sempat berjalan lancar dengan hanya satu kali penundaan singkat pada T-minus satu menit. Setelah penundaan itu teratasi, hitung mundur kembali berjalan. Namun, saat hitungan mundur berakhir dan sistem penyiraman air di landasan peluncuran mulai menyala, mesin booster mulai menyala, namun tiba-tiba semuanya mati.

Grafis pada siaran langsung SpaceX tampak menunjukkan bahwa empat dari mesin Raptor baru perusahaan tidak menyala saat ignition. SpaceX kini harus mengeluarkan seluruh propelan dari booster Super Heavy dan tahap atas sebelum dapat menentukan secara pasti apa yang salah pada hari Kamis.

Kegagalan ini terjadi di tengah tekanan pasar yang meningkat. IPO SpaceX pada 12 Juni lalu merupakan IPO terbesar dalam sejarah, dengan perusahaan mengumpulkan lebih dari $85 miliar. Valuasi perusahaan sempat menyentuh valuasi Amazon dan Microsoft, namun sahamnya terus menurun selama sebulan terakhir.

Pada hari Kamis, harga saham SpaceX ditutup di bawah harga IPO-nya sebesar $135. Saham perusahaan anjlok lebih dari 4% dalam perdagangan after-hours setelah pembatalan peluncuran. Kondisi ini tentu menjadi perhatian serius bagi investor yang sebelumnya optimis dengan prospek bisnis antariksa komersial.

Sementara itu, persaingan di industri antariksa semakin ketat. China baru-baru ini sukses mendaratkan roket Long March, menantang dominasi SpaceX di pasar peluncuran komersial. Keberhasilan China ini menunjukkan bahwa kompetisi global di sektor antariksa semakin sengit.

Spacex juga tengah menghadapi tekanan dari berbagai sisi. Sebelumnya, short seller SpaceX berhasil meraup keuntungan besar setelah saham perusahaan anjlok 29% dari harga puncaknya. Situasi ini menambah beban bagi perusahaan yang tengah berjuang untuk membuktikan keandalan sistem Starship.

Selain masalah teknis, SpaceX juga menghadapi tantangan internal. Baru-baru ini, Grok Build SpaceXAI dilaporkan membocorkan seluruh kode ke Google Cloud, menimbulkan kekhawatiran tentang keamanan data dan kekayaan intelektual perusahaan.

Kegagalan peluncuran Kamis lalu menjadi pengingat bahwa pengembangan roket super berat seperti Starship masih penuh dengan tantangan teknis. Setiap kegagalan memberikan data berharga bagi para insinyur SpaceX untuk terus menyempurnakan desain dan sistem roket.

Spacex kini harus bekerja cepat untuk mengidentifikasi akar masalah dan melakukan perbaikan sebelum mencoba peluncuran lagi minggu depan. Dengan tekanan dari regulator, investor, dan kompetitor, setiap langkah SpaceX akan diawasi dengan ketat oleh industri antariksa global.

Meskipun mengalami kemunduran, SpaceX tetap menjadi pemimpin dalam industri peluncuran komersial dengan teknologi roket yang dapat digunakan kembali. Keberhasilan program Starlink yang telah menguntungkan menjadi modal berharga bagi perusahaan untuk terus mengembangkan Starship.

Para pengamat industri menilai bahwa kegagalan adalah bagian dari proses pengembangan teknologi roket. Setiap kegagalan memberikan pelajaran berharga yang pada akhirnya akan menghasilkan sistem yang lebih andal dan aman.

Spacex sendiri telah membuktikan kemampuannya untuk bangkit dari kegagalan. Perusahaan berhasil mengembangkan roket Falcon 9 yang kini menjadi tulang punggung peluncuran komersial global setelah melalui berbagai kegagalan di awal pengembangannya.

Dengan jadwal peluncuran berikutnya yang dijadwalkan minggu depan, dunia akan kembali menyaksikan upaya SpaceX untuk menerbangkan Starship V3. Keberhasilan misi ini akan menjadi langkah penting menuju visi Elon Musk untuk membawa manusia ke Mars dan membangun infrastruktur antariksa yang berkelanjutan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.