Telset.id – Envision Energy mengklaim telah menyelesaikan deployment komersial pertama di dunia untuk sistem daya 800-volt DC terintegrasi di sebuah data center. Sistem ini telah diuji sejak Agustus tahun ini di Galaxy AI data center milik Envision Energy di Ulanqab, Inner Mongolia, China, dengan menggunakan Dubhe Controller yang didukung Dubhe Energy Foundation Model.
Langkah ini menjadi penting karena data center saat ini masih bergantung pada beberapa tahap konversi daya untuk mendapatkan pasokan listrik yang bisa digunakan dari jaringan. Sistem 800V DC milik Envision Energy disebut mampu mengonversi daya langsung dari 10kV medium-voltage AC ke bus 800V DC untuk meningkatkan efisiensi dan memangkas ukuran perangkat konversi daya.
Menurut Envision Energy, arsitektur daya yang lebih sederhana dan efisien ini juga akan mendukung kepadatan komputasi yang lebih tinggi. Galaxy campus direncanakan akan diskalakan hingga kapasitas 3GW sesuai rencana saat ini, dan pada akhirnya “mendukung hingga satu juta AI accelerator.”
Tiga Kemampuan Inti Sistem Dubhe
Sistem daya 800V DC Envision Energy dibangun di sekitar tiga kemampuan kritis. Pertama, konversi solid-state transformer (SST) yang stabil langsung dari 10 kV medium voltage ke bus 800V DC di berbagai kondisi operasi. Kedua, penyimpanan baterai yang menyediakan dukungan daya dalam skala detik sekaligus backup dalam skala menit. Ketiga, koordinasi tingkat milidetik antara SST dan penyimpanan untuk menyerap fluktuasi beban GPU secara lokal.
Selain itu, sistem ini mencakup dukungan baterai terintegrasi untuk respons cepat terhadap lonjakan beban kerja AI dan untuk pasokan listrik cadangan jangka pendek. Envision Energy menyebut sistemnya juga akan mendukung rak AI dengan kepadatan lebih tinggi, sehingga menghasilkan daya komputasi lebih besar di area yang sama.
Dubhe Controller yang digerakkan AI menjadi kunci efisiensi dan performa yang ditawarkan, dengan menyeimbangkan pasokan daya dan permintaan komputasi secara cerdas. Manfaat lain yang disebutkan mencakup jejak yang lebih ringkas serta berkurangnya kebutuhan akan tembaga dan kabel lainnya.

Baca Juga:
Sistem Envision Energy ini juga dirancang agar bekerja dengan baik bersama sumber energi terbarukan dan penyimpanan. Kombinasi arsitektur daya 800V DC dan pengelolaan daya berbasis AI menjadi pembeda utama dibanding pendekatan konversi daya bertahap yang selama ini dipakai data center.
Berdasarkan pengakuan perusahaan sendiri, sistem teknologi Dubhe ini berperforma baik. Dengan demikian, sistem tersebut tampak akan menjadi instrumen penting bagi perluasan sumber daya komputasi di Galaxy AI data center di Ulanqab. Envision Energy juga berencana merollout teknologi 800V DC ini pada inisiatif Mission Gobi, yang menargetkan kapasitas data center AI hijau sebesar 5GW di wilayah gurun pada 2030.
Pengujian di Galaxy AI data center sendiri telah berjalan sejak Agustus tahun ini, sehingga sistem ini bukan sekadar konsep. Deployment komersial pertama untuk sistem daya 800V DC terintegrasi menandai bahwa pendekatan konversi daya langsung dari 10kV medium-voltage AC ke 800V DC sudah masuk tahap operasional di fasilitas AI milik Envision Energy.
Bagi industri data center, langkah Envision Energy ini menyoroti arah pengembangan arsitektur daya yang lebih efisien untuk menopang beban komputasi AI yang terus meningkat. Sistem ini menyatukan konversi SST, penyimpanan baterai, dan koordinasi milidetik dalam satu paket yang dikelola Dubhe Controller, dengan dukungan terhadap sumber energi terbarukan dan penyimpanan sebagai bagian dari desainnya.
Sejumlah inisiatif energi dan teknologi China memang tengah menjadi sorotan, termasuk pengembangan kendaraan listrik dan komponennya. Beberapa di antaranya seperti motor 925V Nio dan insiden Yangwang U9 menunjukkan bagaimana teknologi kelistrikan bertegangan tinggi terus berkembang di negeri tersebut.
Dengan kapasitas Galaxy campus yang direncanakan mencapai 3GW dan target Mission Gobi sebesar 5GW pada 2030, Envision Energy memposisikan sistem daya 800V DC sebagai fondasi bagi ekspansi data center AI yang lebih padat komputasi. Semua klaim performa maupun rencana perluasan tersebut berasal dari pernyataan resmi Envision Energy sendiri.





Komentar
Belum ada komentar.