Telset.id – Pemotongan dana penelitian federal oleh pemerintahan Trump memaksa para ilmuwan mencari cara kreatif untuk bertahan. Daniel Blumstein, ahli biologi dari University of California, Los Angeles (UCLA), bersama timnya memutuskan membuat akun OnlyFans khusus konten marmot untuk mendanai riset mereka.
Akun bernama “OnlyMarms” ini menjanjikan konten “yellow-bellied marmot tanpa filter dari Rockies” yang diperbarui hampir setiap hari. Meski berlangganan gratis, pengguna dapat memberikan tip pada foto dan video lucu hewan pengerat tersebut, dan hasilnya digunakan untuk membiayai penelitian.
Emily Renkey, mahasiswa di laboratorium Blumstein yang memulai akun tersebut, mengaku senang bisa menggabungkan hiburan dengan edukasi. “Kadang saya mengunggah video yang saya pikir akan mendapat banyak ‘aww’,” ujarnya kepada SFGate. “Tapi favorit saya adalah ketika saya menemukan rekaman perilaku tertentu dan saya bisa menggunakannya untuk mengedukasi orang.”
Pemotongan anggaran yang dilakukan pemerintahan Trump telah melumpuhkan riset ilmiah di Amerika Serikat. Melalui Departemen Efisiensi Pemerintah yang dipimpin Elon Musk dan kini sudah dibubarkan, lebih dari 1.700 hibah senilai sekitar USD 1,4 miliar dibatalkan di National Science Foundation (NSF) pada 2025.
Memasuki 2026, NSF hanya memberikan sebagian kecil dari USD 9 miliar dana hibah yang biasanya disalurkan dalam beberapa tahun terakhir. Gedung Putih bahkan mengusulkan pemangkasan anggaran NSF hampir setengahnya untuk tahun fiskal 2027.
Banyak pembatalan hibah yang jelas bermotif politik, menargetkan riset perubahan iklim—bahkan penelitian yang sekadar mengandung kata “iklim”—sesuatu yang disebut Trump sebagai “hoax”. Yang lebih mencolok, pemerintah mengakui di dokumen pengadilan bahwa mereka membatalkan hibah riset di negara bagian tertentu “hanya berdasarkan” dukungan mereka terhadap Trump pada pemilu 2024.
Baca Juga:
Mengapa riset marmot menjadi sasaran administrasi ini tidak diketahui pasti, namun pekerjaan Blumstein sangat berharga. Ia dan rekan-rekannya telah menghabiskan bertahun-tahun melacak hewan pengerat menggemaskan ini, membentuk salah satu studi mamalia liar berumur terpanjang di dunia.
Proyek jangka panjang ini mengajukan “beberapa pertanyaan terpenting di zaman kita,” kata Blumstein, memberikan jendela terbaik untuk mempelajari evolusi secara real-time. Namun nilainya mungkin tidak langsung terlihat oleh mereka yang bertugas menghitung angka-angka anggaran.
Secara historis, ini bukan masalah bagi Blumstein karena programnya telah menerima dana dari NSF selama lebih dari satu dekade. Namun di bawah rezim baru, ia telah mengajukan perpanjangan hibah tiga kali sebelum akhirnya diminta berhenti mengajukan sama sekali.
“Setelah ketiga kalinya, petugas program kami memberi tahu kolega saya… bahwa mereka tidak akan pernah mendanai kami karena mereka pikir kami punya terlalu banyak data,” kata Blumstein kepada SFGate. “Saya bahkan tidak tahu bagaimana memahami kalimat itu. Ini gila.”

Program marmot Blumstein saat ini berjalan dengan sisa dana yang menipis. OnlyMarms baru mengumpulkan beberapa ratus dolar, dan laboratorium juga mencari sumber pendanaan yang lebih tradisional. Konten marmot di platform dewasa ini menjadi contoh bagaimana para ilmuwan harus beradaptasi di tengah ketidakpastian pendanaan riset.
Langkah kreatif ini menunjukkan dampak nyata kebijakan pemotongan anggaran terhadap komunitas ilmiah. Para peneliti yang kehilangan pendanaan terpaksa mencari alternatif di luar skema konvensional, termasuk memanfaatkan platform yang biasanya tidak terkait dengan dunia akademis.
Sementara itu, situasi pendanaan sains di AS terus menjadi sorotan. Pemotongan yang dilakukan secara masif dan terkadang bermotif politik ini menimbulkan kekhawatiran tentang masa depan riset fundamental di negara tersebut. Para ilmuwan seperti Blumstein berharap publik tetap peduli dan mendukung penelitian yang berdampak luas.
Ke depannya, kisah OnlyMarms menjadi pengingat bahwa sains membutuhkan dukungan berkelanjutan. Ketika pendanaan pemerintah tidak lagi dapat diandalkan, kreativitas menjadi kunci untuk menjaga kelangsungan riset penting seperti studi evolusi marmot ini.





Komentar
Belum ada komentar.