📑 Daftar Isi

Ilustrasi kartu grafis Nvidia yang menjadi target pencurian kargo bernilai tinggi

Kargo Nvidia Rp185 Miliar Raib, Pencurian GPU Makin Marak

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Kargo Nvidia senilai US$11,4 juta atau sekitar Rp185 miliar hilang dari Oakland menuju Texas
  • Enam palet perangkat keras Nvidia diambil truk yang menyamar sebagai pengangkut makanan pada 29 Agustus
  • Laporan pencurian diterima Oakland Police Department pada 13 September, belum ada penangkapan
  • Profesor UC Berkeley sebut chip Nvidia bisa dijual dua kali lipat harga AS di pasar gelap
  • Insiden serupa terjadi di Brasil, dua palet RTX 5090 senilai US$470.000 hilang dan diduga melibatkan karyawan bandara

Telset.id – Otoritas di Amerika Serikat tengah menyelidiki kasus pencurian kargo besar yang melibatkan pengiriman perangkat keras Nvidia senilai US$11,4 juta atau setara sekitar Rp185 miliar. Insiden ini menjadi sorotan karena menunjukkan bahwa GPU kelas atas kini menjadi target utama sindikat pencurian kargo, seiring melonjaknya permintaan dan harga perangkat keras PC high-end. Penyelidikan atas hilangnya kargo Nvidia tersebut pertama kali dilaporkan oleh ABC7 News dan menjadi perhatian publik pada September.

Menurut laporan tersebut, pengiriman itu terdiri dari enam palet perangkat keras Nvidia yang berangkat dari Oakland menuju Texas pada 29 Agustus. Kargo tersebut kemudian diambil oleh sebuah truk yang menyamar sebagai perusahaan transportasi makanan. Investigasi akhirnya kehilangan jejak kendaraan tersebut di San Bernardino County, dan Oakland Police Department menerima laporan pencurian pada 13 September.

Hingga kini belum ada pengumuman resmi mengenai penangkapan dalam kasus ini. Meski demikian, otoritas disebut masih terus menyelidiki perkara tersebut. Insiden ini juga memunculkan kekhawatiran di kalangan pakar soal keamanan pengiriman teknologi bernilai tinggi serta potensi risiko keamanan nasional akibat perangkat komputasi canggih yang berpotensi masuk ke jalur pasar gelap.

Kargo Nvidia senilai US$11,4 juta dicuri dari Oakland

Nilai Jual Tinggi di Pasar Gelap

Olaf Groth, seorang profesor di Haas School of Business, UC Berkeley, menjelaskan alasan di balik tingginya daya tarik pencurian chip Nvidia. Menurutnya, chip-chip tersebut bisa dijual dengan harga sekitar dua kali lipat dari harga di dalam Amerika Serikat. “Jika sebuah chip berharga sekitar US$550.000, maka di luar negeri dijual sekitar US$1 juta atau lebih,” ujarnya seperti dikutip dari laporan tersebut.

Kombinasi nilai jual yang tinggi dan permintaan pasar yang besar membuat pengiriman perangkat keras Nvidia menjadi sasaran empuk. Kasus di Oakland bukan satu-satunya insiden yang menyita perhatian. Pada September, terjadi insiden serupa di Brasil yang melibatkan kartu grafis kelas atas Nvidia.

Dalam insiden di Brasil, dua palet berisi kartu grafis GeForce RTX 5090 senilai sekitar US$470.000 (R$2,5 juta) hilang di Guarulhos International Airport, São Paulo. Pengiriman yang diimpor dari AS itu dilaporkan tiba di bandara pada 20 September dan lolos bea cukai pada 24 September, namun dua palet tersebut hilang keesokan harinya setelah diizinkan keluar.

Investigasi mengungkap kemungkinan adanya keterlibatan pihak dalam atau inside job. Polisi Brasil mengidentifikasi tiga karyawan bandara yang diduga membantu melancarkan pencurian. Menurut laporan, dua operator forklift outsourcing diduga mengeluarkan palet dari gudang, sebuah insiden yang terekam kamera CCTV, sementara karyawan ketiga yang bertugas memeriksa dan merilis barang diduga membantu melewati kontrol elektronik bandara.

GeForce RTX 5090

Kartu Curian Muncul di Marketplace

Kasus di Brasil kemudian mengambil arah menarik ketika salah satu kartu grafis Zotac RTX 5090 yang dicuri muncul dijual di marketplace online Brasil, OLX, dengan harga lebih dari US$6.000. Listing tersebut menyertakan foto jelas nomor seri kartu, sehingga bisa dikaitkan dengan pengiriman yang hilang. Iklan itu kini telah diturunkan, sementara keberadaan kartu grafis lainnya masih belum jelas.

Rangkaian insiden ini menyoroti pola yang sama: pengiriman perangkat keras Nvidia bernilai tinggi menjadi incaran, baik melalui penyamaran truk maupun keterlibatan pihak internal di fasilitas logistik. Kekhawatiran pun muncul tidak hanya soal kerugian finansial, tetapi juga soal keamanan pengiriman teknologi tinggi secara keseluruhan.

Bagi pasar yang lebih luas, kasus-kasus ini memperlihatkan bagaimana kelangkaan dan harga tinggi perangkat keras komputasi canggih menciptakan insentif besar bagi sindikat kriminal. Sejumlah laporan terkait pengawasan perangkat keras Nvidia di kawasan lain juga menunjukkan perhatian yang meningkat terhadap pergerakan GPU. Hal ini sejalan dengan langkah pelacakan GPU yang semakin diperketat di sejumlah wilayah.

Di sisi lain, otoritas di Amerika Serikat belum mengumumkan tersangka maupun penangkapan dalam kasus kargo Oakland. Penyelidikan masih berjalan untuk mengungkap siapa pihak yang bertanggung jawab atas hilangnya enam palet perangkat keras Nvidia tersebut, sekaligus menelusuri ke mana kargo itu berpindah tangan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.