📑 Daftar Isi

Ilustrasi Stasiun Luar Angkasa Internasional ISS mengorbit Bumi dengan latar gradien merah misterius dari luar angkasa

Kebocoran ISS Memanas, NASA vs Roscosmos Hampir Baku Hantam

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Ketegangan NASA dan Roscosmos mencapai puncak Juni 2026 saat kosmonot hampir menggergaji braket modul PrK yang bocor
  • Lima astronaut termasuk awak Crew-12 dan Chris Williams berlindung di kapsul Dragon sebagai tindakan pencegahan
  • Modul PrK akan dinonaktifkan dan tidak lagi bertekanan, membatasi penggunaan pelabuhan dok belakang
  • Rencana awal Roscosmos melibatkan gergaji tangan dan bor untuk memperbaiki kebocoran yang sudah terjadi sejak 2019
  • Keputusan NASA menempatkan astronaut di Dragon meyakinkan Roscosmos untuk mundur dari rencana drastis tersebut

Telset.id – Ketegangan antara NASA dan Roscosmos mencapai titik nadir pada Juni 2026 ketika badan antariksa Rusia hampir menggergaji bagian struktural Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) yang bocor, memaksa lima astronaut berlindung di kapsul Dragon milik SpaceX.

Sejak 2019, sebuah terowongan pendek bernama PrK yang menghubungkan modul Zvezda milik Rusia dengan pelabuhan dok belakang stasiun mengalami kebocoran udara secara intermiten. Situasi ini kembali memuncak pada 5 Juni ketika sekretaris pers NASA, Bethany Stevens, mengonfirmasi bahwa lima astronaut berlindung di wahana antariksa Dragon yang merapat sebagai tindakan pencegahan berlebihan akibat “langkah mitigasi” Rusia untuk memperbaiki “retakan”. Baik NASA maupun Roscosmos bungkam mengenai detail insiden tersebut.

Namun, menurut pejabat anonim yang berbicara kepada Ars Technica dan The Register, Roscosmos berencana mengambil tindakan drastis untuk memperbaiki kebocoran itu—sebuah langkah yang membuat NASA gempar. Ketegangan memuncak ketika kedua badan antariksa berselisih pendapat mengenai solusi yang tepat, menyoroti hubungan internasional yang tidak selalu harmonis dalam kerja sama luar angkasa.

Menurut laporan The Register, salah satu rencana awal melibatkan penggunaan gergaji tangan, sementara rencana lain menggunakan “bor” dan “penghenti bor”—sebuah alat yang dirancang untuk melubangi dinding modul secara tembus, demikian dikutip Ars. Seorang pejabat NASA mengungkapkan, “Kami mengancam akan menempatkan astronaut dalam pakaian antariksa, di dalam Dragon, untuk mengirim pesan ke dunia bahwa kami tidak setuju. Mereka tidak peduli.”

Situasi semakin meningkat ketika kosmonot mendekati “modul PrK dengan gergaji dan niat untuk melepas braket penahan beban,” menurut sumber Ars. Setelah komunikasi antara kedua badan antariksa terputus, NASA memutuskan untuk bermain aman dengan mengarahkan keempat awak misi Crew-12 serta astronaut NASA Chris Williams—yang tiba di stasiun menggunakan kapsul Soyuz pada November—untuk berlindung di dalam wahana Dragon.

“Kami merasa ada kemungkinan sangat tinggi akan terjadi hasil buruk jika mereka menggergaji braket itu,” ujar seorang sumber NASA kepada Ars. Keputusan drastis NASA untuk menempatkan astronautnya dalam perlindungan di tempat tersebut ternyata cukup untuk meyakinkan Roscosmos untuk mundur.

Implikasi dari insiden menegangkan ini bisa signifikan bagi masa depan ISS. Menurut Ars, modul PrK akan dinonaktifkan dan tidak lagi bertekanan sampai pemberitahuan lebih lanjut, yang sangat membatasi penggunaan dok yang terpasang di modul tersebut. Apakah ini akan menjadi akhir dari perdebatan selama bertahun-tahun mengenai cara mengatasi risiko kebocoran—atau lebih buruk, depresurisasi mendadak—masih harus dilihat.

“Jadi, ya, skenario terburuk, modul itu bisa ditutup rapat,” kata astronaut ESA Andreas Mogensen kepada The Register pada 2024, merujuk pada modul PrK, “dan saya pikir Stasiun Luar Angkasa bisa terus beroperasi.” Namun, ia menambahkan, “Tentu saja, Anda tidak pernah tahu masalah lain apa yang mungkin muncul.”

Kronologi Ketegangan Antariksa

Insiden ini menjadi babak baru dalam hubungan bilateral antariksa yang sudah lama diwarnai ketegangan. Sejak invasi Rusia ke Ukraina pada 2022, kerja sama ISS tetap berjalan tetapi di bawah tekanan diplomatik yang berat. Keputusan Roscosmos untuk menggunakan alat-alat berat di modul yang rapuh menunjukkan perbedaan pendekatan dalam manajemen risiko antara kedua badan antariksa.

NASA, yang dikenal dengan protokol keselamatan ketatnya, tidak bisa menerima risiko yang ditimbulkan oleh rencana pemotongan braket beban. Braket tersebut merupakan komponen struktural penting yang jika dipotong dapat menyebabkan kerusakan permanen pada integritas modul dan membahayakan seluruh stasiun.

Masa Depan ISS di Ujung Tanduk

Dengan modul PrK yang akan dinonaktifkan, kapasitas operasional ISS akan berkurang secara signifikan. Pelabuhan dok belakang yang selama ini digunakan untuk kedatangan kargo dan kru tidak lagi dapat diakses, memaksa kedua badan antariksa untuk mencari solusi alternatif.

Para ahli memperkirakan bahwa keputusan ini bisa mempercepat rencana pensiun ISS yang dijadwalkan pada awal 2030-an. Sementara itu, Fitur Terbaru dalam teknologi antariksa dari sektor swasta seperti SpaceX dan Blue Origin mungkin menjadi alternatif yang lebih andal di masa depan.

Kebocoran udara di ISS sebenarnya bukan fenomena baru. Pada 2018, terowongan serupa di modul Zvezda juga ditemukan memiliki lubang kecil yang diduga sengaja dibuat oleh kosmonot. Insiden-insiden ini menunjukkan bahwa masalah struktural ISS bukan hanya soal teknis, tetapi juga menyangkut faktor manusia dan politik.

Dengan tensi yang semakin tinggi, pertanyaan besarnya adalah: akankah ISS mampu bertahan hingga masa pensiunnya yang dijadwalkan? Atau akankah insiden seperti ini mempercepat penghentian operasi stasiun luar angkasa termahal sepanjang sejarah?

Yang jelas, kerja sama antariksa antara AS dan Rusia, yang selama ini menjadi simbol perdamaian pasca-Perang Dingin, kini berada di persimpangan jalan. Serba-Serbi Seputar keamanan dan keandalan infrastruktur antariksa menjadi sorotan utama, mengingat risiko yang dihadapi oleh astronaut yang tinggal di dalamnya.

Bagi Indonesia, meski tidak terlibat langsung dalam program ISS, insiden ini menjadi pengingat bahwa eksplorasi antariksa tetap memerlukan standar keselamatan tertinggi. Harga Terbaru dari teknologi antariksa komersial mungkin bisa menjadi solusi yang lebih terjangkau di masa depan.

Hingga berita ini diturunkan, baik NASA maupun Roscosmos belum memberikan pernyataan resmi lebih lanjut mengenai nasib modul PrK dan rencana jangka panjang untuk ISS. Namun, satu hal yang pasti: ketegangan antara dua raksasa antariksa ini tidak akan mereda dalam waktu dekat.

Komentar

Belum ada komentar.