Telset.id – Gelombang panas ekstrem yang melanda Eropa Barat menyebabkan suhu tinggi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Prancis mencatat hari terpanas sepanjang sejarah, Inggris memecahkan rekor panas bulan Juni, dan Spanyol mengalami suhu rata-rata harian tertinggi sejak 1950. Namun, di tengah kondisi mematikan ini, pendingin ruangan atau AC sangat jarang ditemukan di rumah-rumah penduduk Eropa.
Fenomena ini menjadi sorotan karena kontras dengan Amerika Serikat, di mana hampir 90% rumah memiliki AC. Di Eropa, angka kepemilikan AC hanya sekitar 20%. Banyak warga Eropa bertahan menghadapi panas dengan kipas angin, kompres es, dan mandi air dingin. Pertanyaan mendasarnya adalah: mengapa negara-negara Eropa yang kaya tampak enggan menggunakan AC, terutama ketika cuaca panas makin banyak menelan korban jiwa?
Menurut Brian Motherway, Kepala Kantor Efisiensi Energi dan Transisi Inklusif di International Energy Agency (IEA), alasan utamanya adalah karena secara historis, banyak negara Eropa tidak membutuhkan pendingin ruangan. “Di Eropa kami tidak memiliki tradisi menggunakan AC karena hingga belum lama ini, hal itu bukanlah sebuah kebutuhan utama,” ujarnya.
Secara tradisional, AC dianggap sebagai barang mewah, bukan kebutuhan. Biaya pemasangan dan pengoperasian AC di Eropa sangat mahal. Biaya energi di banyak negara Eropa lebih tinggi dibandingkan AS, sementara tingkat pendapatan cenderung lebih rendah. Akibatnya, biaya menyalakan AC masih di luar jangkauan banyak orang Eropa.
Faktor arsitektur juga memainkan peran penting. Beberapa bangunan di negara Eropa selatan yang lebih panas memang dirancang untuk menghadapi cuaca panas. Dindingnya tebal, jendela kecil untuk mencegah matahari masuk langsung, dan desainnya memaksimalkan aliran udara. Ini membantu menjaga ruangan tetap sejuk dan mengurangi kebutuhan AC. Namun, di wilayah Eropa lainnya, rumah tidak dirancang untuk cuaca panas.
“Kami tidak terbiasa memikirkan cara agar tetap sejuk di musim panas. Ini benar-benar fenomena relatif baru,” kata Motherway. Bangunan di Eropa cenderung lebih tua, jauh sebelum teknologi AC ada. Di Inggris, satu dari enam rumah dibangun sebelum tahun 1900. Memasang sistem pendingin di rumah tua bisa menjadi jauh lebih sulit.
Selain itu, masalah birokrasi seringkali menjadi hambatan. Otoritas Inggris sering menolak permohonan pemasangan AC, terutama di area konservasi atau bangunan bersejarah yang dilindungi. Hal ini menunjukkan bahwa regulasi ketat di Eropa juga turut membatasi penggunaan AC. Kebijakan serupa juga diterapkan di berbagai sektor, seperti yang terlihat pada Uni Eropa yang memberlakukan berbagai aturan ketat.
Ada juga sudut pandang kebijakan iklim. Eropa berjanji menjadi kawasan netral iklim pada tahun 2050. Lonjakan penggunaan AC akan membuat komitmen tersebut semakin sulit dicapai. AC tidak hanya menguras energi, tetapi juga membuang udara panas. Sebuah studi yang meneliti penggunaan AC di Paris menemukan bahwa alat ini dapat meningkatkan suhu luar ruangan antara 2 hingga 4 derajat Celsius.
Beberapa negara pun membatasi penggunaan AC. Pada tahun 2022, Spanyol memberlakukan aturan suhu AC di tempat umum tidak boleh lebih rendah dari 27 derajat Celsius demi menghemat energi. Regulasi semacam ini menunjukkan keseriusan Eropa dalam mengelola konsumsi energi, meskipun terkadang menimbulkan kontroversi, mirip dengan bagaimana Facebook terancam sanksi karena kebijakannya.
Namun, kekhawatiran seputar penggunaan AC di Eropa kini mulai berubah seiring benua tersebut memanas dengan cepat. “Rumah kita harus tangguh, bukan hanya terhadap suhu dingin, tetapi juga terhadap suhu panas yang semakin brutal,” kata Yetunde Abdul, direktur UK Green Building Council.
Sudah ada tanda-tanda peningkatan penggunaan AC di Eropa. Laporan IEA memperkirakan jumlah unit AC di Uni Eropa kemungkinan akan melonjak hingga 275 juta unit pada tahun 2050, lebih dari dua kali lipat dari angka tahun 2019. Ini menandakan bahwa perubahan iklim memaksa Eropa untuk beradaptasi, meskipun harus menghadapi berbagai tantangan yang sudah mengakar.





Komentar
Belum ada komentar.