Telset.id – Micron mengumumkan paket bonus satu kali senilai NT$1 juta (US$31.650) untuk seluruh karyawannya yang berbasis di Taiwan, sebagai bagian dari paket kompensasi dan penghargaan yang lebih luas. Keputusan ini muncul di tengah perselisihan yang masih berlangsung antara raksasa memori asal Amerika Serikat itu dengan tenaga kerja Taiwan-nya. Serikat pekerja yang mewakili karyawan di pabrik Taoyuan resmi menolak proposal bonus tersebut dan menyebutnya sebagai pengalih perhatian dari tuntutan utama mereka.
Menurut laporan Reuters, paket lengkap yang diumumkan Micron akan membuat setiap karyawan menerima minimum NT$1,7 juta (US$53.809,39). Perusahaan menyebut pembayaran ini sebagai paket penghargaan terbesar dalam sejarah perusahaan, dan memastikan lebih dari 60.000 karyawan di seluruh dunia akan menerima penghargaan berskala untuk fiskal 2026, “menyusul tahun yang luar biasa bagi perusahaan.”
Selama empat kuartal terakhir, pendapatan bersih kumulatif Micron dari penjualan chip memori yang permintaannya tinggi telah melampaui US$50,47 miliar. Laba kuartal ketiga perusahaan tercatat naik 346% dibandingkan tahun sebelumnya. Angka-angka ini menjadi konteks penting mengapa serikat pekerja menuntut pembagian keuntungan yang lebih besar dan transparan.
Baca Juga:
Rincian Paket Bonus Micron untuk Karyawan Taiwan
Berdasarkan pengumuman yang disampaikan Micron, setiap karyawan yang berbasis di Taiwan dan bergabung dengan perusahaan pada atau sebelum 29 Agustus 2025 berhak atas bonus tunai tetap sebesar NT$1 juta. Karyawan yang direkrut selama fiskal 2026 akan menerima jumlah prorata.
Untuk pekerja manufaktur langsung dan lini produksi, total penghargaan bonus setara dengan 35 hingga 68 bulan gaji pokok. Pekerja tenaga kerja langsung akan menerima kompensasi tunai total minimum NT$1,7 juta (US$53.809), sementara total kompensasi rata-rata untuk junior engineer diproyeksikan mencapai NT$3,4 juta (sekitar US$106.250), yang terdiri dari NT$2,9 juta dalam bentuk tunai dan sisanya dalam bentuk hibah ekuitas.

Pengumuman ini mencerminkan pembayaran bonus serupa oleh Samsung dan SK Hynix di tengah lonjakan keuntungan dari boom AI. Sebelumnya, serikat pekerja lokal di Taoyuan dan Taichung yang mewakili 10.000 dari 15.000 tenaga kerja Micron di Taiwan mulai mengancam akan melakukan pemogokan pada 1 September, menuntut paket yang serupa dengan pembayaran yang akan membuat karyawan Samsung menerima bonus lebih dari US$300.000. Pemerintah Taiwan kemudian turun tangan untuk memaksa mediasi.
Namun, berbeda dengan kasus Samsung yang juga melibatkan intervensi pemerintah dan berhasil menghindari potensi pemogokan, perundingan di Micron gagal mencapai konsensus pada 4 September. Kegagalan itu membuat Micron mengumumkan paket bonus NT$1 juta sekitar sepekan kemudian.
Tuntutan Serikat Pekerja dan Mediasi Lanjutan
Dalam pernyataan resmi setelah pengumuman Micron, serikat pekerja menyatakan paket baru tersebut “menyampingkan” diskusi sebenarnya tentang sistem bonus yang transparan. Serikat pekerja mendorong perubahan struktural, termasuk model pembagian keuntungan permanen di mana 15% dari laba operasional perusahaan dialokasikan langsung kepada pekerja dan didistribusikan setiap kuartal.
Mereka juga menuntut pembayaran satu kali yang lebih besar, setara dengan sekitar 83 bulan gaji untuk fiskal 2026. Tuntutan ini menunjukkan bahwa serikat pekerja tidak hanya mempersoalkan besaran, tetapi juga mekanisme dan keberlanjutan skema kompensasi.

Sebagai perbandingan, pada September tahun lalu SK Hynix mencapai kesepakatan dengan serikat pekerjanya untuk mengalokasikan 10% dari laba operasional tahunan langsung kepada karyawan sebagai bonus kinerja selama satu dekade ke depan, sekaligus menghapus batas atas bonus. Kesepakatan itu menjadi rujukan bagaimana perusahaan semikonduktor lain menangani tuntutan serupa.
Insiden serupa telah terjadi di seluruh industri semikonduktor seiring perusahaan-perusahaan terus meraup keuntungan luar biasa dari boom AI. Pekerja di industri ini meyakini mereka harus ikut menikmati keuntungan dan meminta jaminan institusional yang konkret untuk memastikan kompensasi yang adil selama periode keuntungan tinggi AI, bukan bergantung pada bonus arbitrer dan tidak transparan yang diputuskan sepihak oleh manajemen.
Serikat pekerja Samsung sempat siap melakukan pemogokan sebelum mencapai kesepakatan dengan perusahaan, bahkan menggelar demonstrasi yang dihadiri lebih dari 30.000 anggota serikat Samsung. Dalam kasus Micron — yang mengumumkan pendapatan bersih GAAP rekor US$28,24 miliar hanya pada kuartal ketiga 2026 — ancaman pemogokan terus membayangi setelah serikat pekerja menolak pembayaran yang diusulkan.
Ronde mediasi kritis kedua dijadwalkan secara resmi pada 21 September 2026. Jika pertemuan tersebut gagal, serikat pekerja berencana menggelar pemungutan suara yang memungkinkan anggotanya untuk melakukan pemogokan. Dalam survei internal sebelumnya, 80% anggota serikat memberikan suara mendukung pemogokan.
Dinamika di Micron ini menjadi bagian dari perhatian yang lebih luas terhadap industri semikonduktor Taiwan, termasuk isu-isu terkait operasional perusahaan di wilayah tersebut seperti yang terlihat pada kasus Kejaksaan Taiwan. Di sisi lain, Micron juga tengah memperluas jejak investasinya, termasuk rencana Investasi US$10 Miliar untuk Micron Research Lab, serta menghadapi Gugatan Lingkungan yang menargetkan izin pabriknya di New York.
Hingga berita ini diturunkan, status negosiasi antara Micron dan serikat pekerja Taiwan masih menunggu hasil mediasi lanjutan pada 21 September 2026. Keputusan serikat pekerja untuk menolak paket bonus terbesar dalam sejarah perusahaan menandakan bahwa perselisihan ini belum menemukan titik akhir.





Komentar
Belum ada komentar.