📑 Daftar Isi

Ilustrasi perbandingan port USB-C dan jack headphone 3.5mm pada smartphone

USB-C vs Jack 3.5mm: Mana yang Suara Audio Lebih Bagus di 2026?

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Perbedaan utama USB-C dan jack 3.5mm terletak pada lokasi konversi DAC
  • Jack 3.5mm konversi internal di ponsel, USB-C konversi eksternal di perangkat dengar
  • Apple hapus jack di iPhone 7 2016, Google Pixel 2, Samsung 2019
  • Sony masih rilis Xperia 1 VIII berjack 3.5mm pada Juni 2026
  • USB-C lebih mumpuni dengan hardware berkualitas, 3.5mm lebih praktis dan universal
  • Kualitas audio akhir bergantung pada DAC dan amplifier yang digunakan

Telset.id – Perdebatan soal kualitas audio antara port USB-C dan jack headphone 3.5mm kembali mencuat setelah Sony masih setia merilis Xperia 1 VIII dengan port bulat tersebut pada Juni 2026. Perbedaan utama keduanya bukan sekadar bentuk konektor, melainkan di mana proses konversi sinyal digital ke analog (DAC) terjadi. Fakta ini penting bagi kamu yang ingin memastikan apakah ponsel atau earbuds yang dimiliki benar-benar menghasilkan suara terbaik atau justru menurunkan kualitas audio.

Selama bertahun-tahun, jack 3.5mm adalah fitur bawaan yang dianggap wajar ada di setiap iPhone maupun perangkat Android. Port kecil bulat ini merupakan turunan dari “phone plug” 6.35mm yang membawa sinyal audio analog hasil konversi dari ponsel ke perangkat dengar pilihan pengguna. Kesederhanaannya hanya bisa disaingi oleh penerimaannya yang universal, dan port ini tetap menjadi fitur andalan di banyak perangkat hingga kini.

Perubahan besar dimulai ketika Apple mencabut jack headphone dari iPhone 7 pada 2016 dan mendorong pengguna beralih ke koneksi Lightning. Setahun berselang, Google mengikuti langkah serupa dengan menghapus jack dari Pixel 2 dan memilih USB-C. Samsung menyusul paling akhir dengan melakukan hal yang sama pada 2019. Pergeseran industri dan regulasi Uni Eropa akhirnya memaksa Apple meninggalkan port Lightning miliknya dan bergabung ke ekosistem USB-C lewat kehadiran iPhone 15. Namun Sony masih bertahan dengan merilis Xperia 1 VIII berjack 3.5mm pada Juni 2026, ditambah sejumlah ponsel kelas menengah dan budget yang masih berani melawan tren.

Perbedaan Cara Kerja USB-C dan Jack 3.5mm

Perbedaan mendasar antara jack 3.5mm dan USB-C terletak pada lokasi konversi audio berlangsung. Pada 3.5mm, audio digital dikonversi menjadi sinyal analog (digital-to-analog, atau DAC) sebelum keluar dari ponsel. Kualitas DAC dan amplifier headphone di dalam ponsel memegang peranan besar terhadap impresif atau tidaknya suara yang dihasilkan.

USB-C pada umumnya bekerja sebaliknya. Ponsel mengirimkan sinyal audio digital melalui port, lalu DAC yang tertanam di earbuds, headphone, atau adapter USB-C ke 3.5mm yang mengubahnya menjadi sinyal analog. Konversi pertama terjadi secara internal, sedangkan yang kedua berlangsung secara eksternal. Inilah alasan sebagian besar smartphone di pasar membutuhkan adapter “aktif” dengan DAC bawaan untuk mengubah sinyal digital menjadi suara. Sejumlah ponsel juga mendukung “Audio Accessory Mode” yang dapat mengalihfungsikan port USB untuk passthrough analog.

3.5mm AUX plugging into an older iPhone with a 3.5mm port

Tak ada satu pun konektor yang memiliki formula ajaib untuk langsung melambungkan audio ke status premium. USB-C dapat menghasilkan audio berkualitas tinggi jika DAC eksternal dan amplifier-nya bermutu. Di sisi lain, output 3.5mm bisa melampaui ekspektasi bila ponsel memiliki DAC dan amp premium. Mana yang lebih baik bergantung pada perangkat yang kamu miliki.

Kompatibilitas dan Potensi Audio Murni

Jack 3.5mm masih sangat praktis dan kompatibel secara luas. Port bulat yang familiar ini masih ditemukan di mobil, laptop, speaker, TV, PC, dan banyak perangkat lain. Satu set headphone kabel dapat terhubung langsung ke semua perangkat tersebut, sehingga 3.5mm tetap nyaman dan universal. Kenyamanan itulah yang membuat headphone 3.5mm masih relevan dan cukup populer hingga sekarang.

Dari sisi potensi audio murni, USB-C lebih mumpuni, asalkan ponsel dipasangkan dengan perangkat keras berkualitas. Adapter DAC USB-C premium akan menghasilkan sinyal yang lebih bersih dan lebih kuat dibandingkan output 3.5mm bawaan ponsel, terutama untuk headphone over-ear yang lebih menuntut daya. Namun, adapter USB-C standar tidak menawarkan keunggulan berarti dibandingkan jack headphone. Komponen bermutu rendah, seperti adapter USB-C atau earbuds murah, kemungkinan besar akan terdengar lebih buruk.

Close-up shot of wired earbuds next to a smartphone.

Bagi pendengar rata-rata yang memakai perangkat memadai, tidak akan ada perbedaan besar dalam pengalaman audio secara keseluruhan, meskipun USB-C memang lebih mumpuni di antara keduanya. Tak ada yang secara inheren lebih unggul di setiap kombinasi ponsel dan headphone, tetapi 3.5mm tetap menawarkan pengalaman yang lebih mudah dan kompatibel secara universal.

Pergeseran besar dalam industri ponsel juga terlihat dari bagaimana Apple dan Google terus memperbarui perangkat lunak serta perangkat kerasnya. Sejumlah pengguna yang menantikan pembaruan sistem bisa menyimak informasi soal iOS 27 yang disebut mendukung 33 iPhone, atau melihat bagaimana update serentak menyasar banyak model sekaligus. Sementara itu, Apple juga dikabarkan tengah menyiapkan dua game controller untuk iPhone dengan merek Beats.

Kesimpulannya, pilihan antara USB-C dan jack 3.5mm tidak bisa dinilai hanya dari jenis portnya. Kualitas audio akhir tetap ditentukan oleh DAC dan amplifier yang terlibat, baik di dalam ponsel maupun di perangkat dengar yang digunakan. USB-C menawarkan potensi lebih tinggi bila didukung perangkat berkualitas, sedangkan 3.5mm tetap menjadi pilihan yang lebih praktis dan universal untuk kebutuhan sehari-hari.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.