📑 Daftar Isi

Ilustrasi sistem biner white dwarf dan red dwarf yang menghasilkan sinyal radio LPT

Misteri LPT Terpecahkan, White Dwarf Jadi Sumber Sinyal Radio

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️7 menit membaca
Bagikan:
  • Tim peneliti internasional pimpinan University of Sydney berhasil mengungkap sumber LPT (Long Period Transients)
  • Sumber LPT adalah sistem biner yang terdiri dari white dwarf dan red dwarf bernama ASKAP J1745-5051
  • White dwarf secara aktif menarik materi dari bintang pendamping red dwarf
  • Periode orbit sistem biner sekitar 1,368 jam, cocok dengan periode pulsa radio 1,345 jam
  • Semburan radio dan sinar-X dihasilkan oleh mekanisme berbeda di lokasi berbeda dalam sistem
  • Fenomena "modulation lanes" pertama kali terdeteksi di sistem biner selain Jupiter-Io
  • Penemuan ini disebut sebagai "Batu Rosetta" untuk memahami LPT lainnya

Telset.id – Tim peneliti internasional yang dipimpin University of Sydney berhasil mengungkap asal usul Long Period Transients (LPT), sinyal radio misterius di luar angkasa. Sumbernya adalah sistem biner yang terdiri dari white dwarf dan red dwarf, bukan neutron star seperti yang selama ini diduga.

Penemuan ini merupakan terobosan signifikan dalam astronomi. Sebelumnya, para ilmuwan menduga LPT berasal dari magnetar, yaitu neutron star yang berotasi sangat lambat, atau sistem biner white dwarf dengan bintang pendamping. Namun, hipotesis magnetar bertentangan dengan model teoretis yang ada. Sementara itu, bukti yang menghubungkan LPT dengan white dwarf belum pernah dikonfirmasi secara langsung.

Tim peneliti menggunakan teleskop radio Australian Square Kilometer Array Pathfinder (ASKAP) untuk melakukan survei langit. Mereka berhasil mengidentifikasi sifat asli objek misterius bernama ASKAP J174508.9-505149. Hasil observasi ini disebut sebagai bukti terkuat yang menunjukkan bahwa LPT berasal dari white dwarf.

“Untuk pertama kalinya kami menemukan asal sinyal ini,” ujar Kovi Rose, mahasiswa doktoral di School of Physics University of Sydney dan Commonwealth Scientific and Industrial Research Organization, dalam rilis pers. “Kami mampu menunjukkan bahwa sumber salah satu transien ini berasal dari white dwarf yang secara aktif menarik materi dari bintang pendamping.”

White Dwarf dan Bintang Pendamping

Rose dan timnya mengonfirmasi melalui observasi spektroskopi bahwa ASKAP J1745-5051 menunjukkan garis emisi hidrogen (deret Balmer) dan garis emisi helium (HeI dan HeII). Khususnya, garis emisi HeII yang kuat dikenal sebagai ciri optik dari “magnetic cataclysmic variables.”

Cataclysmic variables adalah istilah umum untuk sistem biner jarak dekat di mana white dwarf mengakresi materi dari bintang pendamping. Di antara sistem tersebut, white dwarf yang memiliki medan magnet kuat dan gas yang mengalir sepanjang garis medan magnet disebut “magnetic cataclysmic variables.”

Analisis kecepatan radial dari garis emisi deret Balmer mengungkapkan bahwa periode orbit sistem biner ini sekitar 1,368 jam. Periode ini cocok dengan periode pengulangan pulsa radio, yaitu sekitar 1,345 jam. Berdasarkan periode orbit, massa bintang pendamping diperkirakan sekitar 0,096 kali massa matahari, dan radiusnya sekitar 0,13 kali radius matahari. Ini menunjukkan bahwa bintang pendamping adalah red dwarf kelas M6.

Dengan kata lain, ASKAP J1745-5051 adalah sistem biner di mana white dwarf dan red dwarf saling mengorbit pada jarak yang sangat dekat. White dwarf adalah sisa bintang berdensitas tinggi yang telah mencapai akhir hidupnya. Meskipun ukurannya sebesar Bumi, massanya setara dengan matahari. Red dwarf sebagai pendampingnya lebih besar tetapi kurang padat, dengan massa hanya sekitar sepersepuluh massa matahari. Kedua bintang saling mengorbit dalam waktu singkat, hanya lebih dari satu jam.

Misteri Ganda Terungkap oleh Gelombang Radio dan Sinar-X

Observasi ini mengungkapkan bahwa semburan radio dan emisi sinar-X dihasilkan oleh mekanisme yang berbeda. Ketika white dwarf mengakresi gas dari bintang pendamping, gas tersebut dipanaskan dan memancarkan sinar-X. Pada saat yang sama, semburan radio kuat terjadi di wilayah di mana medan magnet kedua bintang berinteraksi. Namun, karena puncak emisi radio dan sinar-X tidak bersamaan, diyakini bahwa keduanya dihasilkan di lokasi yang berbeda dalam sistem tersebut.

Mengenai sinar-X, data dari satelit observasi Einstein Probe milik Chinese Academy of Sciences mengungkapkan radiasi dengan periode sekitar 1,32 jam. Menurut para peneliti, amplitudo besar fluktuasi sinar-X menunjukkan bahwa laju akresi ke white dwarf kemungkinan berubah seiring waktu.

ASKAP J1745-5051 adalah LPT ketiga yang terdeteksi dalam sinar-X. Ini adalah LPT kedua yang menunjukkan emisi sinar-X reguler, dan untuk pertama kalinya dikonfirmasi bahwa keteraturan ini berasal dari gerakan orbit sistem biner.

Sinyal radio itu sendiri juga menunjukkan karakteristik yang belum pernah diamati sebelumnya pada LPT. Pulsa-pulsa tersebut terpolarisasi secara elips, dan ujung atas frekuensi yang dipancarkan berfluktuasi naik turun seirama dengan denyut periode yang lebih panjang. Kemungkinan “denyut” ini berasal dari ketidaksejajaran antara rotasi white dwarf dan gerakan orbitnya, meskipun periode rotasi tidak dapat ditentukan dalam studi ini.

Selain itu, fenomena yang dikenal sebagai “modulation lanes”—di mana intensitas pulsa termodulasi dalam pola bergaris—juga diamati. Ini adalah pertama kalinya fenomena ini terdeteksi dalam sistem biner selain sistem Jupiter-Io.

Batu Rosetta Alam Semesta

Para peneliti menganggap ASKAP J1745-5051 sebagai objek referensi penting untuk menguraikan LPT. Rose menekankan bahwa penemuan ini dapat berfungsi seperti Batu Rosetta—yang menjadi kunci untuk menguraikan hieroglif kuno—dalam menentukan apakah LPT lain terkait dengan pulsar neutron star atau sistem white dwarf.

“Beberapa objek serupa pernah dikaitkan dengan sistem biner sebelumnya, tetapi ini adalah pertama kalinya kami dapat melihat dengan jelas kedua bintang dan proses akresi yang sedang berlangsung,” kata Tara Murphy, Kepala Departemen Fisika University of Sydney, dalam rilis pers.

Sistem bintang seperti ASKAP J1745-5051 dapat berfungsi sebagai laboratorium alami untuk mempelajari perilaku materi di bawah medan magnet kuat dan gaya gravitasi yang tidak dapat ditiru di Bumi. Tim peneliti berencana untuk melanjutkan observasi menggunakan teleskop di berbagai panjang gelombang—radio, optik, dan sinar-X—untuk menjelaskan mekanisme pembentukan LPT.

Penemuan ini membuka jalan baru dalam memahami fenomena alam semesta. Dengan mengidentifikasi white dwarf sebagai sumber LPT, para astronom kini memiliki petunjuk kuat untuk memecahkan misteri sinyal radio kosmik lainnya. Temuan ini juga menunjukkan pentingnya kolaborasi internasional dan penggunaan berbagai teleskop untuk mengungkap rahasia alam semesta.

Bagi para penggemar astronomi dan teknologi, penemuan ini menjadi pengingat bahwa alam semesta masih menyimpan banyak misteri. Dengan alat yang tepat dan kerja sama global, misteri tersebut perlahan-lahan terungkap. Inovasi dalam teknologi observasi, seperti yang digunakan dalam penelitian ini, terus mendorong batas pengetahuan manusia.

Penelitian ini juga menyoroti pentingnya data terbuka dan kolaborasi antar lembaga. Data dari berbagai observatorium di seluruh dunia digabungkan untuk menghasilkan gambaran yang lebih lengkap. Prinsip open-source dalam sains, mirip dengan yang diterapkan dalam alat open-source, memungkinkan peneliti di mana pun untuk berkontribusi dan memvalidasi temuan.

Ke depannya, tim peneliti akan terus memantau sistem biner ini. Mereka berharap dapat mengamati lebih banyak detail tentang proses akresi dan interaksi medan magnet. Setiap pengamatan baru berpotensi mengungkap lebih banyak informasi tentang bagaimana LPT terbentuk dan bagaimana sistem biner berevolusi.

Penemuan ini juga membuka pertanyaan baru. Apakah semua LPT berasal dari sistem white dwarf? Atau adakah mekanisme lain yang juga menghasilkan sinyal serupa? Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan ini.

Dengan terus berkembangnya teknologi teleskop, para astronom optimis dapat menemukan lebih banyak LPT dan mengungkap asal-usulnya. Setiap penemuan baru membawa kita selangkah lebih dekat untuk memahami alam semesta yang luas dan kompleks ini.

Penemuan ASKAP J1745-5051 adalah contoh sempurna bagaimana observasi yang cermat dan analisis data yang teliti dapat mengungkap kebenaran yang selama ini tersembunyi. Ini adalah kemenangan bagi sains dan bukti bahwa masih banyak yang bisa dipelajari dari bintang-bintang di atas kita.

Bagi masyarakat umum, penemuan ini mungkin terasa abstrak. Namun, dampaknya sangat nyata. Pemahaman yang lebih baik tentang alam semesta membantu kita mengembangkan teknologi baru, dari komunikasi hingga navigasi. Setiap penemuan astronomi memiliki potensi untuk mengubah cara kita hidup.

Tim peneliti berencana untuk mempublikasikan temuan mereka di jurnal ilmiah terkemuka. Mereka juga akan mempresentasikan hasil ini di konferensi internasional. Dengan berbagi pengetahuan, mereka berharap dapat mempercepat penelitian di bidang ini.

Penemuan ini adalah pengingat bahwa alam semesta selalu memiliki kejutan. Di balik misteri yang tampaknya tidak terpecahkan, selalu ada jawaban yang menunggu untuk ditemukan. Dengan kerja keras, kolaborasi, dan teknologi yang tepat, tidak ada misteri yang terlalu besar untuk dipecahkan.

Penelitian ini juga menunjukkan pentingnya investasi dalam sains dasar. Tanpa teleskop canggih seperti ASKAP dan Einstein Probe, penemuan ini tidak akan mungkin terjadi. Dukungan berkelanjutan untuk penelitian fundamental sangat penting untuk kemajuan ilmu pengetahuan.

Dengan terungkapnya misteri ini, para astronom kini memiliki peta jalan yang lebih jelas untuk mengeksplorasi LPT lainnya. Setiap penemuan baru akan dibandingkan dengan ASKAP J1745-5051, yang kini menjadi standar emas untuk memahami fenomena ini.

Penemuan ini juga menegaskan kembali pentingnya observasi multi-panjang gelombang. Dengan menggabungkan data dari radio, optik, dan sinar-X, para peneliti dapat memperoleh gambaran yang lebih lengkap tentang objek astronomi. Pendekatan holistik ini terbukti sangat efektif dalam mengungkap misteri alam semesta.

Bagi generasi muda yang tertarik pada sains, penemuan ini bisa menjadi inspirasi. Ini menunjukkan bahwa dengan ketekunan dan rasa ingin tahu, kita semua bisa berkontribusi pada pemahaman manusia tentang alam semesta. Tidak ada batasan untuk apa yang bisa dicapai dengan pikiran yang terbuka dan alat yang tepat.

Penemuan ASKAP J1745-5051 adalah langkah maju yang besar dalam astronomi. Ini tidak hanya memecahkan satu misteri, tetapi juga membuka pintu untuk penemuan-penemuan baru. Alam semesta masih memiliki banyak rahasia, dan para ilmuwan siap untuk mengungkapnya satu per satu.

Komentar

Belum ada komentar.