📑 Daftar Isi

Kapal selam robot Hugin Superior milik Norwegia saat bersiap untuk misi pemetaan laut dalam

Hugin Superior: Kapal Selam Robot Norwegia untuk Pemetaan Laut Dalam

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Oceaneering Norway luncurkan ekspedisi perdana AUV Hugin Superior untuk pemetaan laut dalam
  • Kapal selam robot mampu menyelam hingga kedalaman 6.000 meter (19.685 kaki)
  • Diakuisisi Norwegian Offshore Directorate pada 2025, dioperasikan NORMAR Universitas Bergen
  • Dilengkapi sonar resolusi tinggi, kamera, laser profiler, dan detektor metana, CO2, oksigen
  • Teknologi MicroNavigation dengan akurasi posisi lebih baik dari 0,04% jarak tempuh
  • Mampu survei 4,5 km² per jam dan bekerja otonom penuh
  • Data dikumpulkan untuk penelitian dan pengelolaan laut dalam Norwegia yang bertanggung jawab

Telset.id – Oceaneering Norway baru saja meluncurkan ekspedisi perdana kapal selam robot otonom terbarunya, Hugin Superior, yang mampu menyelam hingga kedalaman hampir 6.000 meter di bawah permukaan laut. Langkah ini menjadi tonggak besar dalam upaya pemetaan wilayah laut dalam Norwegia.

Kapal selam tanpa awak (Autonomous Underwater Vehicle/AUV) yang dikenal dengan nama Hugin Superior ini telah memulai pelayaran perdananya di Laut Norwegia bagian utara. Kendaraan ini diakuisisi oleh Norwegian Offshore Directorate (NOD) pada tahun 2025 dan dioperasikan oleh Norwegian Marine Data Center (NORMAR) yang berada di bawah Universitas Bergen.

Menurut pejabat NOD, misi utama Hugin Superior adalah mengumpulkan data yang sangat detail mengenai dasar laut dan fitur geologi bawah air. “Ini penting bagi Norwegia,” ujar Hilde Braut, asisten direktur untuk industri baru di NOD, dalam pernyataan resmi. “Sekarang kami memiliki akses ke sumber daya pemetaan canggih milik sendiri, kami meningkatkan basis pengetahuan dan kemampuan untuk memahami serta mengelola area laut dalam secara bertanggung jawab.”

Spesifikasi dan Kemampuan Canggih

Dikembangkan untuk mencapai kedalaman hingga 19.685 kaki (6.000 meter), Hugin Superior membawa berbagai sensor canggih untuk eksplorasi laut dalam. Perlengkapannya meliputi sistem sonar resolusi tinggi, kamera, serta profil laser. Kendaraan ini juga dapat mendeteksi metana, karbon dioksida, oksigen, dan zat-zat lainnya.

Salah satu keunggulan utama AUV ini adalah teknologi navigasi otonom, seperti navigasi medan dan pelacakan pipa. Teknologi ini memungkinkan operasi yang sangat presisi di perairan dalam. Sistem MicroNavigation-nya memberikan akurasi posisi real-time yang lebih baik dari 0,04 persen dari jarak tempuh.

The Hugin Superior AUV.

Dianggap sebagai AUV paling canggih di dunia, Hugin Superior mampu menyurvei sekitar 1,74 mil persegi (4,5 kilometer persegi) per jam dan menghasilkan gambar dasar laut serta peta batimetri yang mendetail. Kendaraan ini juga dapat bertahan di bawah air dalam waktu lama dan dengan cepat dipersiapkan untuk misi berikutnya.

Sistem posisi canggihnya memungkinkan AUV ini bekerja secara sepenuhnya otonom sementara kapal pendukung menjalankan tugas lain. “Kami menantikan data berkualitas sangat tinggi – dan untuk lebih menyempurnakan pengetahuan tentang area laut dalam Norwegia,” tambah Braut.

Sejarah dan Masa Depan Pemetaan Laut Dalam

Perwakilan NOD mengatakan bahwa pemetaan laut dalam di perairan Norwegia sudah dimulai sejak tahun 1800-an. Penjelajah awal mengandalkan tali pemberat sederhana yang diturunkan ke laut untuk memperkirakan kedalaman air dan mengidentifikasi fitur dasar laut dasar.

Sebaliknya, peneliti saat ini mengandalkan gema multibeam yang dipasang di kapal untuk membuat peta detail dasar laut. AUV, pada gilirannya, dapat bergerak lebih dekat ke dasar laut dan menghasilkan data dengan resolusi yang jauh lebih tinggi.

Hingga baru-baru ini, Norwegia bergantung pada perusahaan swasta untuk melakukan survei bawah air canggih semacam itu. Tahun lalu, Kementerian Energi mendanai pengadaan AUV ini melalui NOD. Platform ini memperkuat kemampuan negara untuk mengumpulkan data ilmiah lepas pantai.

Hugin Superior AUV di laut

Data yang dikumpulkan oleh Hugin Superior diharapkan dapat berkontribusi pada upaya penelitian yang sedang berlangsung dan memberikan landasan yang lebih kuat untuk keputusan masa depan yang melibatkan lingkungan laut dalam.

“Kendaraan ini mampu memetakan struktur dan objek dengan presisi sangat tinggi menggunakan sonar, di mana gelombang suara dipancarkan dan dipantulkan kembali,” demikian kesimpulan NOD dalam siaran pers. “Dalam banyak hal, ia beroperasi seperti kelelawar di bawah air, mengorientasikan diri dan mengumpulkan informasi menggunakan gelombang audio.”

Sebelum berangkat dari Bergen pada awal Juni, AUV ini secara resmi dibaptis sesuai dengan tradisi maritim. Perwakilan dari Norwegian Offshore Directorate, Kementerian Energi, Norwegian Institute of Marine Research, dan Kongsberg Group menghadiri upacara tersebut.

Dengan kemampuan otonom dan presisi tinggi yang dimilikinya, Hugin Superior menjadi bukti kemajuan teknologi maritim Norwegia. Keberhasilan misi ini tidak hanya akan memperkaya data ilmiah, tetapi juga menjadi acuan bagi teknologi eksplorasi masa depan. Negara-negara lain yang memiliki kepentingan di laut dalam kini patut memperhatikan langkah Norwegia yang berani membangun kapabilitas mandiri di sektor ini.

Komentar

Belum ada komentar.