Telset.id – Korea Aerospace Research Institute (KARI) membagikan foto-foto pertama yang diambil oleh pengorbit bulan (lunar orbiter) miliknya, Danuri, yang menunjukkan lokasi tabrakan roket Falcon 9 di permukaan Bulan. Ini merupakan bukti visual yang langka dari peristiwa tumbukan tersebut.
Foto-foto yang diabadikan Danuri ini menjadi konfirmasi visual atas peristiwa yang sebelumnya hanya terdeteksi melalui pengamatan dari Bumi. KARI menjelaskan melalui akun X-nya bahwa pengorbit Danuri memotret lokasi tumbukan baik sebelum maupun sesudah peristiwa terjadi. Hal ini memungkinkan perbandingan langsung untuk melihat perubahan di permukaan Bulan.
Gambar yang dihasilkan menunjukkan tanda-tanda adanya tumbukan baru-baru ini. Para astronom sebelumnya memproyeksikan bahwa tumbukan tersebut akan menciptakan kawah selebar puluhan kaki dengan kedalaman hampir 12 kaki (3,6 meter). Bukti visual dari tabrakan ini menambah rangkaian observasi dari Very Large Telescope (VLT), di mana para astronom mendeteksi natrium dan litium yang naik dari permukaan Bulan. Deteksi ini mengonfirmasi bahwa pecahan roket tersebut benar-benar menghantam Bulan.
Prediksi Tepat dan Kesulitan Observasi
Para astronom telah memprediksi kapan dan di mana dampak Falcon 9 akan terjadi jauh-jauh hari sebelumnya. Bahkan, ada tanda-tanda bahwa peristiwa tersebut bisa terlihat dengan peralatan yang cukup canggih. Namun, beberapa hari sebelum tabrakan, badan antariksa seperti NASA memperingatkan bahwa akan sulit untuk mengamati momen tumbukan secara langsung karena kondisi cuaca dan waktu kejadian.
Seperti KARI, NASA juga memiliki pengorbit bulan sendiri. Karyanya memungkinkan adanya kemungkinan bahwa dalam beberapa hari mendatang, setelah serangkaian pemeriksaan data, gambar dengan resolusi lebih tinggi dari area tumbukan akan tersedia. Meski demikian, bahkan dengan resolusi yang lebih tinggi, mendapatkan tampilan kawah secara detail dan granular kemungkinan besar tidak akan terjadi.
Foto-foto baru dari KARI ini justru memberikan gambaran tentang seberapa kecil lokasi tumbukan tersebut dibandingkan dengan luasnya permukaan Bulan. Untuk menempatkannya dalam perspektif, diameter Bulan mencapai sekitar 2.160 mil.
Baca Juga:
Alasan Rokok Falcon 9 Jatuh ke Bulan
Pecahan Falcon 9 tersebut melakukan pendaratan keras (crash landing) setelah berada dalam orbit yang tidak stabil selama lebih dari satu tahun. Roket ini diluncurkan pada Januari 2025 dan berhasil menyelesaikan misinya untuk mengirimkan pendarat bulan (lunar landers). Selama lebih dari satu tahun, gravitasi Bumi, Bulan, dan Matahari perlahan-lahan mengubah lintasan orbitnya hingga akhirnya menabrak permukaan Bulan.
SpaceX memberikan pernyataan resmi terkait insiden ini. “Untuk sebagian besar misi kami, kami merencanakan deorbit terkendali dari tahap kedua Falcon sehingga dapat masuk kembali dengan aman di atas lautan,” ujar SpaceX. “Dalam misi berenergi tinggi, seperti yang menuju orbit transfer bulan, hampir semua kinerja kendaraan didedikasikan untuk berhasil menempatkan muatan ke orbit yang dituju, dan manuver deorbit terkendali tidak selalu memungkinkan.”
SpaceX menambahkan bahwa mereka secara aktif berupaya untuk bertanggung jawab semaksimal mungkin terhadap perangkat keras yang tersisa di luar angkasa dan memastikan keamanan antariksa, bahkan pada misi yang lebih kompleks. “Dalam kasus ini, seiring waktu, aktivitas matahari dan gravitasi membelokkan tahap kedua menuju Bulan. Dampak seperti ini jarang terjadi, tetapi dapat terjadi pada objek di jenis orbit ini, dan kami berkolaborasi dengan NASA untuk menemukan solusi pembuangan yang optimal,” pungkasnya.
Peristiwa ini menjadi pengingat akan tantangan pengelolaan sampah antariksa, terutama pada misi berenergi tinggi. Meskipun langka, kejadian ini menunjukkan pentingnya perencanaan yang matang untuk mencegah dampak yang tidak diinginkan pada objek luar angkasa seperti Bulan. Ke depannya, kolaborasi antara badan antariksa dan perusahaan swasta seperti SpaceX akan menjadi kunci dalam menjaga keberlanjutan eksplorasi ruang angkasa.





Komentar
Belum ada komentar.