📑 Daftar Isi

Ilustrasi satelit Intel di orbit dengan arsitektur data center orbital dua tingkat untuk konstelasi satelit LEO

Intel Patenkan Arsitektur Data Center Orbital untuk Satelit

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Intel publikasikan paten arsitektur data center orbital pada 6 Agustus, nomor US 2026/0230175 A1
  • Sistem dua tingkat: satelit bertenaga besar di MEO/GEO/orbit elips tinggi kelola konstelasi LEO sederhana
  • Berbeda dari SpaceX dan Google yang fokus pada AI compute di orbit rendah
  • Memindahkan tugas perutean, perencanaan misi, dan koordinasi jaringan dari darat ke orbit
  • Berpotensi memungkinkan operator membangun satelit LEO lebih sederhana dan murah
  • Tidak menghilangkan kebutuhan stasiun bumi, hanya memindahkan kontrol jaringan ke luar angkasa
  • Belum ada indikasi Intel aktif membangun satelit tersebut

Telset.id – Intel mengajukan paten untuk arsitektur data center orbital yang memindahkan sebagian komputasi pengelolaan konstelasi satelit raksasa dari bumi ke luar angkasa. Paten yang dipublikasikan pada 6 Agustus ini menggambarkan jaringan satelit dua tingkat yang memindahkan beban komputasi dan koordinasi konstelasi yang biasanya dilakukan oleh data center dan pusat operasi jaringan di darat.

Arsitektur yang diusulkan Intel ini merupakan pendekatan berbeda dari data center orbital yang sedang dikejar perusahaan seperti SpaceX dan Google. SpaceX melalui satelit AI1 dan Google melalui Project Suncatcher berencana menjalankan beban kerja komputasi AI berskala besar di orbit rendah bumi. Sementara itu, data center orbital milik Intel dirancang terutama untuk melayani jaringan satelit itu sendiri.

Peran Komputasi di Orbit

Dalam konstelasi LEO berskala besar seperti Starlink, Telesat Lightspeed, dan Project Kuiper milik Amazon, ribuan satelit terus bergerak relatif satu sama lain dan terhadap bumi. Meskipun satelit-satelit tersebut menjalankan tugas individunya, jaringan tetap harus menentukan bagaimana lalu lintas dirutekan, satelit dan tautan mana yang harus berkomunikasi, bagaimana spektrum dialokasikan, serta bagaimana konstelasi merespons kegagalan, interferensi, cuaca, dan kondisi berubah lainnya.

Sebagian besar pemrosesan perencanaan dan kontrol jaringan tersebut secara tradisional ditangani oleh komputer di darat. Instruksi perutean dan operasional dihitung di pusat operasi jaringan terestrial kemudian dikirim kembali ke satelit-satelit di orbit.

Intel menyatakan bahwa ketergantungan konstan pada infrastruktur terestrial ini menunda keputusan yang sensitif terhadap waktu, meningkatkan ketergantungan pada stasiun bumi, dan membuat pengelolaan semakin sulit seiring konstelasi berkembang hingga ribuan satelit.

intel patent orbital data center

Solusi Dua Tingkat Intel

Solusi Intel adalah memindahkan sebagian lapisan kontrol dan komputasi ke orbit. Arsitekturnya menempatkan satelit-satelit yang lebih bertenaga — yang memiliki kapasitas komputasi dan penyimpanan jauh lebih besar daripada satelit LEO individual — di Medium Earth Orbit (MEO), Geosynchronous Earth Orbit (GEO), atau orbit elips tinggi.

Satelit-satelit ini dapat mempertahankan pandangan yang lebih luas dan persisten terhadap konstelasi LEO di bawahnya serta mengambil alih tugas-tugas seperti perutean, perencanaan misi, penjadwalan, dan koordinasi jaringan tanpa terus-menerus mengirim beban kerja tersebut kembali ke bumi.

Aplikasi paten dengan nomor US 2026/0230175 A1 ini merupakan kelanjutan dari pengajuan Intel sebelumnya yang diberikan sebagai US 12,542,604 B2 pada Februari lalu.

Dampak pada Desain Satelit

Arsitektur yang diusulkan tidak menghilangkan kebutuhan stasiun bumi. Sistem ini hanya menjaga pemrosesan kontrol jaringan satelit tetap berada di luar angkasa. Intel secara spesifik menggambarkan pemindahan operasi perencanaan misi dan penjadwalan ke orbit.

Perusahaan juga berargumen bahwa memindahkan tugas manajemen jaringan yang lebih berat ke sejumlah kecil satelit bertenaga besar dapat memungkinkan operator membangun pesawat ruang angkasa LEO yang lebih sederhana dan lebih murah. Di bawah arsitektur saat ini, satelit individual masih harus berpartisipasi aktif dalam fungsi kontrol jaringan, yang membutuhkan perangkat keras komputasi dan komunikasi tambahan di dalam satelit.

Saat ini belum ada indikasi bahwa Intel secara aktif membangun satelit-satelit tersebut. Perusahaan baru sebatas mengajukan paten untuk arsitektur ini, yang menunjukkan eksplorasi Intel terhadap potensi komputasi orbital untuk mendukung operasi konstelasi satelit masa depan.

Bagi industri satelit, pendekatan Intel ini menawarkan alternatif yang menarik. Alih-alih mengirim AI compute ke orbit seperti SpaceX dan Google, Intel justru fokus pada efisiensi pengelolaan jaringan satelit itu sendiri. Ini bisa menjadi solusi bagi operator konstelasi yang ingin mengurangi ketergantungan pada infrastruktur darat tanpa harus membangun data center orbital penuh.

Paten ini juga menunjukkan arah pengembangan komputasi di luar angkasa yang semakin beragam. Jika sebelumnya fokus utama adalah komputasi AI di orbit, kini muncul pendekatan baru yang menempatkan intelijen jaringan di lapisan orbit yang lebih tinggi.

Dengan konstelasi satelit yang terus berkembang, kebutuhan akan manajemen jaringan yang efisien menjadi semakin kritis. Arsitektur Intel ini menawarkan cara untuk mengatasi tantangan tersebut dengan memanfaatkan posisi strategis satelit di orbit yang lebih tinggi.

[CONTENT_END]

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.