📑 Daftar Isi

Close-up port cannon plug pada laptop NASA yang dimodifikasi untuk ISS

NASA Ubah Laptop ISS: Port Modem Diganti Cannon Plug

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • NASA mengganti port modem laptop ISS dengan cannon plug untuk standardisasi daya
  • Engineer George Roush mengungkap detail modifikasi melalui foto di NASA Stennis visitor center
  • Lockheed Martin dikontrak melakukan modifikasi pada laptop ThinkPad untuk luar angkasa
  • ISS menggunakan sistem MIL-STD-1553 untuk komunikasi, bukan ethernet
  • Roush khawatir sejarah internet hilang karena banyak sumber online yang menghilang
  • HP menggantikan seluruh laptop ISS pada April 2026 dengan 100+ HP Z Workstations
  • HP menyediakan adaptor daya universal AC/DC untuk laptop luar angkasa terbaru

Telset.id – NASA ternyata pernah melakukan modifikasi khusus pada laptop yang digunakan di International Space Station (ISS) dengan mengganti port modem yang tidak berguna menjadi port daya standar. Langkah ini dilakukan untuk menyatukan konektor daya agar para astronot tidak perlu membawa banyak charger berbeda saat bertugas di luar angkasa.

Kebijakan standardisasi konektor daya ini diungkap oleh George Roush, seorang engineer yang memiliki ketertarikan mendalam terhadap teknologi antariksa. Roush membagikan detail modifikasi laptop tersebut melalui akun media sosialnya pada awal Agustus 2026, lengkap dengan foto-foto yang diambilnya saat mengunjungi NASA Stennis visitor center.

Menurut penjelasan Roush, port yang sering disalahartikan sebagai port ethernet tersebut sebenarnya adalah port modem. Karena port modem sama sekali tidak berguna di ISS, NASA memutuskan untuk melepasnya dan menggantinya dengan “cannon plug” yang berfungsi sebagai port daya standar.

Dengan standardisasi ini, para astronot tidak perlu membawa sembilan charger laptop yang berbeda ke luar angkasa. Mereka cukup menggunakan satu jenis konektor yang bisa terhubung ke soket daya DC di dalam stasiun luar angkasa. Dalam misi antariksa, setiap gram berat, setiap konektor, dan setiap potensi kegagalan sangat diperhitungkan, sehingga langkah standardisasi daya ini dinilai sebagai keputusan yang cerdas.

Sumber menyebutkan bahwa Lockheed Martin dikontrak untuk melakukan modifikasi pada laptop ThinkPad dan perangkat lain yang akan dibawa ke luar angkasa. Selain membahas soal modifikasi daya, Roush juga menjelaskan bahwa sistem komunikasi dan jaringan di ISS mengandalkan sistem MIL-STD-1553, bukan ethernet seperti yang umum digunakan di bumi.

NASA laptop cannon power plug.

Keberadaan port modem pada laptop tentu menandakan cerita ini berasal dari era yang berbeda. ISS sendiri dibangun pada akhir tahun 1990-an, ketika modem masih menjadi komponen penting bagi PC. Kru pertama baru mulai menempati stasiun luar angkasa tersebut pada tahun 2000.

Kekhawatiran Hilangnya Sejarah Internet

Saat menyegarkan pengetahuannya tentang modifikasi laptop luar angkasa ini, Roush justru menemukan hal yang mengganggu. NASA Stennis visitor center ternyata hanya memiliki sedikit informasi tentang laptop atau modifikasi cannon plug yang dipamerkan di sana.

Saat mencoba mencari referensi online yang pernah ia gunakan sebelumnya, Roush menyadari bahwa banyak sumber tersebut telah hilang dari internet. “Internet lama sedang sekarat, dan dengan itu, kita berisiko kehilangan banyak sejarah yang berguna,” ujar sang engineer. “Saya khawatir keyakinan palsu tentang internet yang ‘abadi’ akan menyebabkan sejarah yang tercatat hilang ketika server dimatikan.”

Meskipun sebagian sumber mungkin masih bisa ditemukan melalui Wayback Machine, fakta bahwa begitu banyak sejarah web hanya diarsipkan oleh badan amal seperti The Internet Archive dinilai sangat berisiko. Pada bulan Mei lalu, dilaporkan bahwa internet semakin sulit diarsipkan karena ledakan AI telah menyebabkan krisis penyimpanan, dengan kekurangan baik pada drive NAND maupun mekanis. Hal ini berarti biaya penyimpanan melonjak tajam untuk mendukung aktivitas Wayback Machine.

HP Gantikan Seluruh Laptop ISS pada April 2026

Para astronot di ISS saat ini tidak lagi menggunakan laptop lawas yang dimodifikasi seperti yang dipamerkan di NASA Stennis visitor center. Pembaruan terakhir terjadi pada April tahun ini, ketika lebih dari 100 HP Z Workstations dengan prosesor Core Ultra 9 dan GPU RTX Pro Blackwell dikirim ke orbit.

HP menyebutkan bahwa PC tersebut telah melalui pengujian ketat selama dua tahun sebelum dikirim ke luar angkasa. Meskipun tidak banyak informasi teknis yang diungkapkan dalam rilis resminya, perusahaan tersebut tetap menekankan pentingnya standar daya tunggal. HP menyediakan adaptor daya universal AC/DC yang dirancang khusus agar dapat berfungsi baik di ISS maupun di bumi.

Modifikasi laptop ISS ini menunjukkan bagaimana NASA selalu memprioritaskan efisiensi dan keandalan dalam setiap aspek misi antariksa. Standardisasi konektor daya yang dilakukan sejak era awal ISS terbukti menjadi keputusan yang tepat, dan praktik serupa terus dilanjutkan hingga generasi laptop terbaru yang digunakan di stasiun luar angkasa tersebut.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.