Telset.id – Gelombang pembangunan pusat data kecerdasan buatan (AI) di Amerika Serikat, khususnya di Texas, menghasilkan polusi udara dalam skala yang hampir tidak terbayangkan. Temuan terbaru dari kelompok aksi iklim Floodlight mengungkap bahwa perusahaan-perusahaan teknologi mengeksploitasi celah regulasi untuk membangun fasilitas yang ditenagai oleh pembangkit listrik gas onsite, menciptakan apa yang disebut sebagai “shadow grid” atau jaringan listrik bayangan.
Laju pertumbuhan pembangkit listrik kustom ini sangat masif. Menurut data dari kelompok lingkungan Global Energy Monitor, satu-satunya entitas global yang memasang lebih banyak gigawatt pembangkit gas daripada Texas saat ini hanyalah China. Hal ini menjadi indikasi kuat bahwa industri AI justru mendorong penggunaan bahan bakar fosil di tengah krisis iklim yang semakin parah.
Peneliti dari Cornell University menemukan bahwa jika pertumbuhan AI berlanjut pada laju saat ini, industri yang sedang berkembang ini bisa menghasilkan 24 hingga 44 juta metrik ton emisi karbon dioksida pada tahun 2030. Angka tersebut setara dengan menambahkan lima hingga sepuluh juta mobil baru ke jalan raya Amerika Serikat. Skala polusi ini menunjukkan betapa besarnya dampak lingkungan dari teknologi AI yang semakin populer.
Salah satu contoh paling mencolok adalah proyek di Abilene, Texas, yang menjadi titik awal proyek ambisius Stargate senilai $500 miliar yang digagas Presiden Donald Trump. Fasilitas proyek ini dilengkapi dengan 62 generator diesel cadangan, menjadikannya jauh lebih besar dibandingkan proyek kecil yang biasanya hanya menggunakan satu atau dua generator.
Yang lebih memprihatinkan, proyek-proyek ini justru mendapatkan izin lingkungan yang biasanya diperuntukkan bagi bisnis kecil seperti pom bensin atau laundry kering. Temuan Floodlight mengungkap bahwa setidaknya 38 pusat data di Texas menggunakan celah regulasi serupa untuk mendapatkan izin sumber daya onsite. Totalnya, fasilitas-fasilitas ini mewakili lebih dari 2.100 generator diesel cadangan dan menghasilkan emisi tahunan sebesar 2.500 ton nitrogen oksida, gas yang sangat beracun bagi manusia.
Salah satu taktik umum operator di Texas, menurut Floodlight, adalah mengumumkan pengembangan pusat data kecil yang berada di bawah ambang batas polusi, hanya untuk kemudian tiba-tiba memperluas proyek setelah izin diperoleh. Praktik ini membuat masyarakat tidak memiliki kesempatan untuk menolak pembangunan yang dampak polusinya jauh lebih besar dari yang dilaporkan awal.
Dampak polusi udara dari aktivitas industri ini sendiri sudah menjadi perhatian global. Sebelumnya, studi menunjukkan bahwa polusi udara akut juga meningkatkan risiko gangguan kesehatan mental pada remaja perkotaan. Hal ini menambah urgensi untuk mengendalikan emisi dari berbagai sumber, termasuk pusat data AI.
Bagi warga yang tinggal di sekitar lokasi pembangunan, peluang untuk menghentikan ekspansi pusat data ini sudah sangat tipis. Mantan staf Texas Commission on Environmental Quality (TCEQ), James Doty, menjelaskan kepada Wired bahwa satu-satunya kesempatan untuk menghentikan proyek semacam ini adalah di awal proses, sebelum izin diterbitkan, melalui partisipasi publik. “The only chance to stop something like this is to do it at the very, very, very beginning of the process — before the permit is issued — through the public participation process,” ujar Doty. Setelah izin keluar, hampir tidak ada yang bisa dilakukan.
Baca Juga:
Situasi ini menunjukkan paradoks yang jelas: di satu sisi, AI dipromosikan sebagai teknologi masa depan yang akan memecahkan berbagai masalah besar, namun di sisi lain, infrastruktur yang dibangun untuk mendukungnya justru memperburuk krisis iklim. Emisi dari pusat data AI ini menjadi sumber polusi baru yang signifikan, terutama di wilayah-wilayah yang regulasi lingkungannya longgar seperti Texas.
Dengan skala emisi yang setara dengan jutaan mobil tambahan di jalan raya, dampak lingkungan dari industri AI tidak bisa lagi diabaikan. Sementara para ilmuwan masih berusaha memahami jejak lingkungan penuh dari obsesi baru dunia terhadap AI, data yang ada saat ini sudah cukup untuk menunjukkan bahwa arah pengembangan infrastruktur AI saat ini justru berlawanan dengan upaya pengendalian perubahan iklim global.
Untuk memantau kualitas udara di perkotaan, beberapa inisiatif seperti Google Street View petakan polusi udara telah dilakukan, namun hal itu belum cukup untuk mengatasi sumber polusi baru dari pusat data yang terus bermunculan. Diperlukan pendekatan regulasi yang lebih ketat dan transparan untuk memastikan bahwa pertumbuhan industri AI tidak mengorbankan kesehatan masyarakat dan lingkungan.
Tanpa perubahan kebijakan yang signifikan, “shadow grid” pembangkit listrik fosil untuk pusat data AI diprediksi akan terus berkembang, membawa konsekuensi polusi yang semakin parah di tahun-tahun mendatang. Pertanyaan besarnya adalah apakah regulator dan industri mau mengambil langkah untuk mengatasi masalah ini sebelum terlambat.
Fenomena ini juga mengingatkan pada situasi ketika virus corona merebak, polusi udara di China turun drastis akibat lockdown. Penurunan emisi justru terjadi karena aktivitas industri berhenti, bukan karena teknologi yang lebih bersih. Kini, ironisnya, industri AI yang digadang-gadang sebagai solusi masa depan justru menjadi salah satu pendorong utama peningkatan emisi gas rumah kaca.
Para ahli lingkungan memperingatkan bahwa jika tren ini terus berlanjut, target pengurangan emisi global akan semakin sulit dicapai. Industri AI perlu segera beralih ke sumber energi terbarukan untuk menekan dampak lingkungannya, namun hingga saat ini, ekspansi pusat data di Texas dan negara bagian lain masih didominasi oleh bahan bakar fosil.
Dengan temuan yang semakin mengkhawatirkan ini, publik dan pembuat kebijakan diharapkan dapat lebih kritis terhadap dampak lingkungan dari setiap proyek pusat data AI yang akan dibangun. Transparansi dan partisipasi publik sejak awal proses perizinan menjadi kunci untuk mencegah bencana polusi yang lebih besar di masa depan.

Foto di atas menggambarkan pemandangan yang mungkin akan semakin sering terlihat di sekitar kawasan pusat data AI jika tidak ada perubahan kebijakan yang berarti. Asap tebal dari pembangkit listrik onsite menjadi simbol nyata dari biaya lingkungan yang harus dibayar untuk kemajuan teknologi AI saat ini.





Komentar
Belum ada komentar.