Telset.id – Robot ikan arwana emas BG-5 dari Boyagongdao Marine Technology Group menjadi salah satu daya tarik paling populer di China International Fair for Trade in Services (CIFTIS) 2026. Perangkat yang secara fungsional berperan sebagai drone pengawasan bawah air otonom ini menuai perhatian besar setelah rekamannya tersebar luas di Reddit dan menempati posisi teratas di r/Damnthatsinteresting.
Popularitas BG-5 di CIFTIS 2026 bukan tanpa alasan. Staf yang berada di lokasi menyebut robot ini mampu merencanakan rutenya sendiri saat mengitari rintangan di dalam tangki kecil di Beijing’s Shougang Park. Klip tersebut menjadi salah satu video paling banyak dibagikan dari ajang tahunan itu, meski bukan merupakan peluncuran produk baru.
BG-5 memiliki dimensi 640 x 204 x 90 mm dengan bobot 3 kg. Robot ini dirancang mampu beroperasi pada kedalaman maksimum 5 meter dan mempertahankan kecepatan puncak 0,6 meter per detik atau setara 2,16 km/jam. Boyagongdao belum mempublikasikan spesifikasi daya tahan, muatan, maupun kamera, dan tidak merilis angka masa pakai baterai apa pun.

Bukan Teknologi Baru, Sudah Ada Sejak 2023
Meski viral sebagai fenomena baru, BG-5 sebenarnya bukan produk anyar. Halaman produknya memuat gambar yang diunggah pada Agustus 2023, dan Boyagongdao menggunakan BG-5 untuk mengilustrasikan unggahan Hari Laut Sedunia pada Juni 2023. Deskripsi yang sama juga muncul pada daftar marketplace peralatan China bertanggal Juli 2024.
Ini bahkan bukan robot arwana pertama dari perusahaan tersebut. Situs Robosea yang lebih lama memuat gambar produk sejak 2021 dan mendeskripsikan ROBOLAB-GL, robot arwana multi-sendi dengan kasus penggunaan serupa, termasuk pendidikan, riset, hiburan, dan biologi kelautan. Ketiadaan detail teknis pada BG-5 membuat sebagian pengamat menilai perangkat ini menyasar satu pelanggan utama, terlepas dari klaim perusahaan soal beragam fungsi.
Baca Juga:
Latar Belakang Militer dan Fungsi Anti-Perburuan
Boyagongdao mendeskripsikan dirinya sebagai perusahaan militer-sipil terpadu. Perusahaan ini memasarkan ROBO-SHARK bionik sebagai platform senyap dengan cangkang penyerap suara untuk kamuflase, serta ROBO-ROV untuk tugas termasuk pertempuran bawah air. Perwakilan perusahaan, Zhang Yu, dalam laporan tahun 2025 menyatakan teknologi bionik mereka “dapat juga digunakan di bidang militer dan pertahanan nasional.”
Di sisi lain, BG-5 berpotensi menjadi alat anti-perburuan yang efektif. Arwana emas merupakan varietas warna dari arwana Asia, spesies yang terancam punah akibat pemanenan berlebihan untuk perdagangan akuarium dan memiliki pembatasan penangkapan ikan. Robot pengawasan yang menyerupai ikan tersebut dapat membuat nelayan lebih waspada untuk menangkap spesies langka ini.
Sejumlah media arus utama China turut meliput BG-5, meski detail pada halaman produknya terbatas. Pengembangan teknologi bawah air seperti ini sejalan dengan tren inovasi China di berbagai sektor, termasuk upaya negara tersebut menghadapi tarif impor di pasar global. Sementara itu, ambisi teknologi China juga terlihat dari langkah riset 3D NAND yang tengah dibangun perusahaan memori lokal.
Hingga kini, Boyagongdao belum mengungkap rincian perangkat keras internal, kemampuan, maupun angka performa BG-5 secara transparan. Kombinasi antara popularitas visual yang tinggi dan minimnya data teknis resmi menjadikan robot arwana emas ini sebagai salah satu produk paling diperbincangkan sekaligus paling tertutup di CIFTIS 2026.





Komentar
Belum ada komentar.