📑 Daftar Isi

Ilustrasi unit komputasi modular Rune RELIC yang menempel pada instalasi panel solar di fasilitas pembangkit listrik tenaga surya

Rune RELIC Ubah Solar Terbuang Jadi Tenaga GPU AI, Hemat 85%

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Rune meluncurkan RELIC, unit komputasi modular bertenaga solar terbuang
  • Beroperasi tanpa koneksi jaringan listrik atau konstruksi pusat data baru
  • Pendanaan Seri A 40 juta dolar AS, total modal 53,5 juta dolar AS
  • Pemasangan sekitar 60 menit, kapasitas GPU aktif dalam 6 pekan
  • Hemat 85% biaya infrastruktur non-komputasi, setara 620 juta dolar AS per 100 MW
  • Instalasi pertama di fasilitas solar 200 MW di Texas

Telset.id – Perusahaan asal San Francisco, Rune, memperkenalkan unit komputasi modular bernama RELIC yang dirancang untuk beroperasi langsung menggunakan listrik solar yang selama ini terbuang. Perangkat ini menempel pada instalasi solar yang sudah berfungsi tanpa memerlukan koneksi ke jaringan listrik maupun pekerjaan konstruksi baru, sebuah pendekatan yang menjawab kelangkaan kapasitas komputasi untuk kecerdasan buatan (AI).

Peluncuran RELIC berbarengan dengan pendanaan Seri A senilai 40 juta dolar AS untuk Rune. Dengan tambahan dana tersebut, total modal yang dihimpun perusahaan ini mencapai 53,5 juta dolar AS. Langkah Rune menyasar persoalan yang selama ini dianggap sebagai penghambat pertumbuhan AI, yaitu keterbatasan pasokan listrik dan lambatnya pembangunan pusat data konvensional.

Fasilitas solar secara rutin membuang hingga 20 persen dari listrik yang mereka hasilkan. Jumlah tersebut menumpuk menjadi lebih dari 50 TWh setiap tahun di tingkat nasional. RELIC menarik arus listrik yang menganggur itu langsung dari sumbernya, sehingga menghindari biaya pengukuran, tarif utilitas, dan keterbatasan jaringan yang memperlambat pertumbuhan AI.

Solusi Menghindari Hambatan Jaringan Listrik

Pendekatan Rune berbeda dari pembangunan pusat data pada umumnya. William Layden, Co-Founder dan CEO Rune, menyatakan bahwa setiap pembangkit solar adalah pusat data tersembunyi. Menurutnya, listriknya sudah tersedia dan menganggur sementara laboratorium AI menunggu bertahun-tahun untuk koneksi jaringan yang mungkin tidak pernah datang.

Rune mengklaim RELIC dapat dipasang dalam waktu sekitar 60 menit dan mulai menghasilkan kapasitas GPU yang berfungsi dalam enam pekan setelah kontrak ditandatangani. Rentang waktu itu kontras dengan proyek pembangunan pusat data konvensional yang sering memakan waktu bertahun-tahun sebelum mencapai status operasional penuh.

Baca Juga:

Perusahaan melaporkan bahwa RELIC menurunkan belanja infrastruktur non-komputasi sebesar 85 persen. Penghematan itu setara dengan sekitar 620 juta dolar AS pada penerapan berkapasitas 100 MW. RELIC juga beroperasi secara native pada arus searah, bentuk keluaran asli solar, sehingga menghindari kerugian energi yang terjadi saat listrik dikonversi menjadi arus bolak-balik.

Instalasi kerja pertama Rune berada di fasilitas solar berkapasitas 200 MW yang berlokasi di Texas. Unit tersebut dipasang pada infrastruktur yang sudah ada tanpa modifikasi apa pun. Sistem ini tidak memerlukan persiapan lokasi yang ekstensif, tidak meninggalkan jejak yang terlihat di lanskap, dan beroperasi sepenuhnya tanpa mengonsumsi air.

Menjawab Permintaan Infrastruktur AI yang Melonjak

Pembangunan pusat data tradisional tidak mampu mengimbangi lonjakan permintaan dari pengembang kecerdasan buatan dan pembeli infrastruktur. Pendekatan Rune menjawab kekurangan itu dengan menempatkan peralatan komputasi langsung di samping pembangkit terbarukan yang sudah ada, alih-alih mengejar proyek konstruksi baru.

Santo Politi, Founder dan General Partner Spark Capital, menilai permintaan infrastruktur AI tumbuh lebih cepat daripada kemampuannya untuk dipenuhi. Menurutnya, Rune menerapkan komputasi langsung di belakang meter pada ladang solar yang beroperasi, mengubah listrik bersih menjadi kapasitas AI yang dapat diskalakan dengan cepat. Ia menyebut setiap aset terbarukan yang beroperasi menjadi lokasi penerapan potensial dan Rune sebagai jalur tercepat menuju kapasitas baru yang pernah mereka lihat.

Banyak pusat data yang beroperasi saat ini diadaptasi dari desain yang dibuat untuk kebutuhan komputasi era sebelumnya, bukan untuk beban kerja kecerdasan buatan secara spesifik. Varun Palivela, Co-Founder dan CTO Rune, menyatakan bahwa kendala daya AI bukanlah pembangkitan, melainkan alokasi sumber daya. Ia menilai industri sedang meretrofit pusat data yang dirancang untuk era berbeda alih-alih memikirkan ulang arsitekturnya. Rune membangun tumpukan teknologi yang sepenuhnya baru dari awal, menggabungkan komputasi langsung dengan pembangkit bersih agar AI dapat berkembang di Bumi.

Pendekatan ini meninggalkan Rune dengan pertanyaan yang tengah diuji, yaitu apakah kapasitas solar yang tidak terpakai dapat mendukung komputasi AI pada kecepatan yang dibutuhkan oleh permintaan yang terus tumbuh.

[IMG_PLACEHOLDER]

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.