Telset.id – Saham Intel mengalami salah satu hari terburuknya sepanjang sejarah setelah anjlok sekitar 28% pada Jumat (24/10/2025), menyusul proyeksi kinerja kuartal keempat yang jauh di bawah ekspektasi pasar. Aksi jual besar-besaran ini langsung memangkas nilai kepemilikan saham pemerintah Amerika Serikat di Intel sebesar US$12 miliar atau sekitar Rp187 triliun, seperti dilaporkan CNBC.
Penurunan drastis saham Intel menjadi pukulan bagi pemerintahan Trump yang setahun lalu memutuskan membeli 10% saham perusahaan chip tersebut. Meski demikian, investasi pemerintah AS secara keseluruhan masih tercatat untung karena harga saham Intel sepanjang tahun ini masih naik lebih dari 70%, meskipun sudah merosot tajam dari level tertinggi pada musim panas lalu.
Nvidia, yang juga mengambil porsi kepemilikan besar di Intel pada 2025, turut mencatat penurunan harga saham pada Jumat. Sebagian besar industri teknologi, khususnya sektor pembuat chip, ikut terseret dalam gelombang sell-off tersebut. Koreksi ini menambah tekanan pada sektor semikonduktor yang sebelumnya sempat menikmati kenaikan signifikan.
Proyeksi Kuartal IV Jadi Pemicu Utama
Penyebab utama aksi jual adalah peringatan Intel soal target pendapatan kuartal keempat yang hanya diproyeksikan berada di kisaran US$15 miliar hingga US$16 miliar. Angka tersebut jauh di bawah estimasi analis yang mengharapkan pendapatan sekitar US$17 miliar. Kesenjangan proyeksi ini memicu kekhawatiran pasar terhadap prospek bisnis Intel dalam jangka pendek.
Selain soal pendapatan, Intel juga memperingatkan bahwa margin laba kotor akan menurun menjadi 37% dari sebelumnya 43%. Perusahaan juga mengindikasikan tidak akan menghasilkan arus kas positif karena besarnya belanja modal yang dikeluarkan. Kombinasi ketiga faktor ini menjadi sinyal negatif yang memicu reaksi keras dari investor.
Tekanan pada bisnis Intel tidak lepas dari kondisi pasar PC yang sedang melemah. Industri AI yang menyerap pasokan memori dan komponen lain membuat harga PC naik, sehingga permintaan terhadap perangkat baru ikut tertekan. Situasi ini berdampak langsung pada salah satu lini bisnis utama Intel.
“Pelanggan kami mulai memberikan sinyal perlambatan PC berdasarkan harga dan ketersediaan memori. Harga sistem endpoint year-to-date telah meningkat signifikan, memberikan tekanan tambahan pada anggaran TI yang sudah terbatas,” ujar CEO Intel Lip-Bu Tan dalam sesi panggilan dengan analis.
Sinyal perlambatan ini sejalan dengan kondisi pasokan komponen yang semakin ketat. Sebelumnya, Intel Sebut Chip Wildcat Lake Sold Out, yang menandakan permintaan pasar terhadap komponen tertentu sudah melampaui kapasitas produksi yang tersedia.
Baca Juga:
Bisnis Data Center Jadi Titik Terang
Di tengah tekanan yang besar, ada satu kabar positif dari lini bisnis data center Intel. Pendapatan dari segmen ini tumbuh 78% dibandingkan kuartal yang sama tahun lalu. Pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa permintaan terhadap solusi komputasi data center masih kuat dan menjadi penopang bisnis Intel.
Namun, pertumbuhan bisnis data center tersebut masih terkendala oleh keterbatasan kapasitas produksi fab milik Intel. Perusahaan perlu menambah kapasitas dan menarik lebih banyak pelanggan eksternal untuk menggunakan fasilitas produksinya, di tengah persaingan dengan raksasa manufaktur chip Taiwan Semiconductor Manufacturing Co. (TSMC).
Salah satu fab baru Intel di Arizona sudah beroperasi, tetapi fasilitas berikutnya diperkirakan baru akan online pada 2028. Jeda waktu ini menjadi tantangan tersendiri bagi Intel untuk mempercepat ekspansi kapasitas produksi dan memenuhi permintaan pasar yang terus berkembang.
Tekanan pada sektor semikonduktor global juga tercermin dari berbagai dinamika yang terjadi di industri ini. Sejumlah isu lain turut mewarnai perhatian publik terhadap industri chip, termasuk Intelijen AS Duga adanya operasi mata-mata yang menyasar CEO Nvidia Jensen Huang. Isu ini menunjukkan bahwa sektor teknologi tidak hanya menghadapi tantangan bisnis, tetapi juga persoalan geopolitik yang kompleks.
Dari sisi pengembangan produk, Intel juga tengah menyiapkan lini prosesor baru. Bocoran mengenai Intel Moon Lake Bocor mengindikasikan perusahaan terus berupaya memperkuat portofolio produknya di segmen yang berbeda, meskipun eksekusi strategi bisnisnya masih menjadi sorotan pasar.
Meski saham Intel mengalami koreksi tajam dalam satu hari, posisi investasi pemerintah AS dan Nvidia secara keseluruhan masih mencatat keuntungan sepanjang tahun. Namun, besarnya penurunan nilai US$12 miliar dalam sehari menunjukkan bahwa pasar masih sangat sensitif terhadap prospek kinerja jangka pendek perusahaan chip tersebut. Fokus kini tertuju pada kemampuan Intel merealisasikan target pendapatan kuartal keempat dan mengatasi tekanan pada margin serta arus kas di tengah kondisi pasar PC yang menantang.
[ META_DESCRIPTION ]
Saham Intel anjlok 28% setelah proyeksi kuartal IV di bawah ekspektasi. Nilai investasi pemerintah AS turun US$12 miliar dalam sehari.





Komentar
Belum ada komentar.