📑 Daftar Isi

Logo SK hynix dengan latar pabrik semikonduktor dan ilustrasi chip NAND flash

SK hynix Tawar Pabrik NAND AS demi Ekspor Peralatan ke China

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️5 menit membaca
Bagikan:
  • SK hynix melalui Solidigm meminta izin ekspor peralatan chip tambahan ke pabrik Dalian, China
  • Sebagai imbalan, SK hynix berkomitmen membangun pabrik NAND 3D baru di Amerika Serikat
  • Pabrik Dalian Mod B selesai 2023 dan masih memiliki ruang kosong untuk peralatan tambahan
  • AS belum mengeluarkan otorisasi ekspor peralatan untuk tahun 2027
  • Solidigm mempertimbangkan lokasi upstate New York dan bersiap IPO 2027 senilai sekitar US$10 miliar

Telset.id – SK hynix dikabarkan tengah memainkan strategi negosiasi berisiko tinggi dengan pemerintah Amerika Serikat. Melalui anak usahanya, Solidigm, perusahaan asal Korea Selatan itu meminta otorisasi ekspor peralatan manufaktur semikonduktor tambahan ke fasilitas Dalian di China. Sebagai imbalannya, SK hynix berkomitmen membangun pabrik NAND flash 3D baru di Amerika Serikat.

Langkah ini menjadi bagian dari manuver terukur SK hynix untuk menjaga operasional fasilitas Dalian yang disebut sebagai satu-satunya pabrik di dunia yang memproduksi 192-layer floating gate 3D NAND. Teknologi tersebut menjadi tulang punggung SSD kelas data center milik Solidigm yang menyasar segmen AI, enterprise, dan hyperscale data center.

Namun, rencana ekspansi ini tidak berjalan mulus. Pemerintah Amerika Serikat selama ini cenderung hanya mengizinkan pengiriman sejumlah peralatan ke fasilitas semikonduktor di China yang dioperasikan perusahaan multinasional seperti Samsung atau SK hynix, semata-mata agar pabrik tetap beroperasi. Washington menolak segala bentuk perluasan kapasitas maupun introduksi teknologi manufaktur baru ke fasilitas di China.

Ketegangan ini berakar pada kebijakan pembatasan ekspor yang diberlakukan Washington sejak Oktober 2022. Aturan tersebut melarang pengiriman chip canggih dan peralatan pembuat chip ke China dengan alasan keamanan nasional, dan diperketat lagi pada 2023. Puncaknya, pada September 2025, pemerintahan Trump mencabut pengecualian ekspor khusus untuk sejumlah fasilitas SK hynix, Samsung, dan Intel di China. Sejak itu, Amerika Serikat memberikan lisensi tahunan kepada Samsung dan SK hynix untuk mengirim peralatan pembuat chip ke pabrik mereka di China.

Peralatan Menganggur dan Tekanan Kapasitas

Inti dari permintaan SK hynix terletak pada fasilitas Dalian Mod B yang selesai dibangun pada 2023. Gedung tersebut tidak pernah dilengkapi peralatan secara penuh karena pasar memori tengah mengalami penurunan saat itu. Akibatnya, meski sebagian alat produksi sudah terpasang, masih tersisa ruang substansial yang belum dimanfaatkan dan tersedia untuk peralatan tambahan.

SK hynix menegaskan bahwa pemasangan peralatan di ruang kosong tersebut bukanlah bentuk perluasan kapasitas. Perusahaan menyatakan instalasi peralatan dilakukan setelah berkonsultasi dan atas otorisasi pemerintah Amerika Serikat. Argumen ini diperkuat fakta bahwa gedung Dalian Mod B telah selesai sejak 2023, sehingga penambahan alat tidak dianggap sebagai ekspansi kapasitas baru.

Bagi Solidigm, kapasitas yang menganggur berarti kehilangan pendapatan. Perusahaan dikabarkan menjual setiap SSD yang diproduksinya, sehingga ruang produksi yang tidak terpakai menjadi potensi kerugian langsung. Produksi NAND tambahan di China dinilai dapat menghasilkan keuntungan yang bisa dipakai Solidigm untuk membiayai pabrik Amerika Serikat yang diusulkan, sekaligus menopang operasional hingga kapasitas manufaktur domestik tersedia.

Operasional manufaktur di Dalian bergantung pada peralatan dari pemasok utama Amerika Serikat, termasuk Applied Materials, KLA, dan Lam Research. Ekspor alat-alat tersebut ke China memerlukan lisensi dari pemerintah Amerika Serikat. Solidigm dilaporkan telah mengajukan permohonan lisensi ekspor untuk peralatan tambahan, tetapi pemerintah Amerika Serikat belum mengotorisasi pengiriman tersebut.

Pada Desember lalu, Departemen Perdagangan Amerika Serikat memberikan SK hynix otorisasi terbatas untuk pengiriman peralatan ke Dalian sepanjang 2026. Namun, hingga kini belum ada otorisasi ekspor peralatan serupa untuk 2027. Ketiadaan izin untuk tahun berikutnya inilah yang menempatkan operasional Dalian dalam ketidakpastian.

Lokasi Pabrik dan Rencana IPO

Solidigm dikabarkan tengah menyusun rencana pembangunan pabrik chip memori NAND flash di Amerika Serikat. Salah satu lokasi yang dipertimbangkan adalah upstate New York. NAND flash sendiri merupakan komponen utama solid-state drive yang digunakan mulai dari laptop dan smartphone hingga AI data center.

Langkah ini sejalan dengan dorongan pemerintahan Trump untuk mengembalikan manufaktur semikonduktor ke Amerika Serikat. Pada Juli, Menteri Perdagangan Howard Lutnick menyatakan ingin Samsung dan SK hynix membangun pabrik chip di negara tersebut, dan bahwa ia sedang bernegosiasi dengan kedua perusahaan. Pabrik NAND 3D yang diusulkan SK hynix dinilai dapat mengisi celah penting dalam upaya tersebut.

Selain pembangunan pabrik, Solidigm disebut tengah bersiap untuk IPO di Amerika Serikat pada 2027. Langkah ini berpotensi menggalang dana sekitar 10 miliar dolar AS dan menilai perusahaan hingga 100 miliar dolar AS. Rencana IPO ini menjadi bagian dari strategi penggalangan modal tambahan di tengah tekanan pasar memori global.

Tekanan tersebut semakin terasa karena kelangkaan komponen global akibat lonjakan permintaan AI data center telah mendorong kenaikan harga berbagai komponen, termasuk chip RAM berkecepatan tinggi dan SSD. Lembaga riset TrendForce memperkirakan harga NAND naik 15% hingga 20% pada kuartal keempat. Situasi ini memperkuat urgensi bagi Solidigm untuk memaksimalkan kapasitas produksi yang ada.

Solidigm sebelumnya telah mengonfirmasi komitmennya untuk mengembangkan teknologi floating-gate 3D NAND lebih lanjut. Dalam wawancara dengan Tom’s Hardware di Computex 2026, Avi Shetty, yang memimpin bisnis solusi AI dan ekosistem Solidigm, menyatakan perusahaan berniat mengembangkan floating-gate NAND generasi ke-5 dan ke-6 di luar teknologi 192-layer yang ada saat ini. Ia juga menekankan pentingnya memaksimalkan utilisasi pabrik dan profitabilitas.

Namun, Avi Shetty tidak mengungkap rencana perluasan output manufaktur di fasilitas Dalian, apalagi pabrik baru di Amerika Serikat. Meski demikian, laporan terbaru mengenai intensi SK hynix menunjukkan perusahaan tidak hanya berniat mengembangkan generasi baru floating-gate NAND milik Solidigm, tetapi juga memperluas produksinya di China dan Amerika Serikat.

Situasi ini terjadi di tengah dinamika industri memori yang memanas. Sejumlah laporan menyoroti persiapan SK hynix dalam menghadapi tekanan pasokan, termasuk langkah teknis pada lini SSD-nya. Perusahaan dilaporkan tengah merancang H-TPU untuk SSD guna mengurangi beban core CPU pada pengendali drive. Di sisi lain, kekhawatiran soal pasokan memori global turut mengemuka, dengan laporan bahwa stok memori menipis di antara produsen besar.

Negosiasi antara SK hynix dan pemerintah Amerika Serikat ini menjadi ujian bagi keseimbangan antara kepentingan keamanan nasional dan kebutuhan industri. Bagi Solidigm, kepastian lisensi ekspor peralatan ke Dalian menentukan kelangsungan pasokan SSD kelas data center yang menyasar pasar AI dan enterprise. Sementara bagi Amerika Serikat, komitmen pembangunan pabrik NAND di wilayahnya menjadi salah satu cara memperkuat rantai pasok semikonduktor domestik. Hasil akhir dari negosiasi ini akan menentukan arah produksi NAND global dalam beberapa tahun ke depan.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.