📑 Daftar Isi

Formasi drone Sky Elements dan Damoda saat memecahkan Guinness World Records di Texas

Sky Elements Pecahkan Rekor Dunia 71.207 Drone dalam Sepekan

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Sky Elements dan Damoda America memecahkan dua Guinness World Records dengan 71.207 peluncuran drone dalam sepekan
  • Rekor mingguan melampaui capaian 55.939 drone milik Aerial Illuminations dan UVify
  • Formasi naga biru dari 10.183 drone pada 28 September 2026 mengalahkan rekor 2.247 drone Uni Emirat Arab
  • Damoda memasok sistem tray penyimpanan dan pengisian daya, mengirim spesialis dari Shenzhen
  • Badai petir melanda setelah pertunjukan pembuka 27 September, pertunjukan tetap berjalan hingga 30 September

Telset.id – Sky Elements bersama Damoda America resmi memecahkan dua Guinness World Records setelah meluncurkan total 71.207 drone dalam kurun satu minggu di wilayah pedesaan Texas, Amerika Serikat. Capaian ini melampaui rekor sebelumnya sebanyak 55.939 peluncuran yang dibuat Aerial Illuminations dan UVify pada awal 2026, sekaligus menegaskan skala operasional drone swarm yang belum pernah tercatat sebelumnya.

Rekor kedua diraih pada 28 September 2026 ketika tim menerbangkan 10.183 drone untuk membentuk naga biru raksasa. Formasi tersebut memecahkan rekor makhluk mitologi terbesar yang dibentuk oleh multirotor, melampaui capaian 2.247 drone yang dibuat otoritas pariwisata Uni Emirat Arab pada hari terakhir 2025.

Keberhasilan Sky Elements tidak lepas dari peran Damoda yang memasok perangkat keras sekaligus mengirim spesialis dari basis mereka di Shenzhen untuk bekerja bersama operator Amerika sepanjang tiga malam pertunjukan. Sky Elements memilih Damoda karena sistem peluncurannya berbeda dari konfigurasi biasa dalam hal penempatan setiap pesawat.

Sky Elements Drone Guinness World Record

Sistem Tray Damoda dan Skala 10.000 Drone

Crew biasanya menempatkan setiap drone secara manual, sedangkan unit Damoda hadir dalam tray yang menyimpan sekaligus mengisi daya setiap pesawat dan menerima kembali pesawat setelah mendarat. Sistem ini menyederhanakan transportasi dan pergudangan karena setiap pesawat berangkat dari satu tray khusus dan kembali ke tempat yang sama setelah menyelesaikan penerbangan.

Tugas Damoda adalah membantu tim Texas menangani gangguan yang muncul saat peluncuran berulang kali dilakukan pada armada yang melebihi 10.000 pesawat. Setiap pertunjukan melibatkan sekitar 10.200 drone, volume yang dianggap menantang karena armada terbang beberapa kali dalam sehari.

Naga biru bercahaya listrik menjadi pusat perhatian dalam program yang juga menampilkan adegan samudra, dua astronaut, dan seekor singa. Seluruh acara berlangsung di sebuah peternakan terpencil dengan sedikit penduduk di sekitarnya, tempat para kru mengoperasikan seluruh armada dari satu lokasi.

Pendekatan operasional berskala besar seperti ini sejalan dengan tren pemanfaatan drone swarm yang juga berkembang di sektor lain, termasuk upaya modifikasi cuaca menggunakan armada drone. Di sisi pertahanan, teknologi serupa bahkan dikembangkan untuk keperluan pemetaan sinyal seperti pada drone detektor yang mengubah sinyal menjadi video live.

Cuaca Buruk dan Penilaian Guinness World Records

Badai petir melanda setelah pertunjukan pembuka pada 27 September, namun pertunjukan berikutnya tetap berjalan dan berlanjut hingga malam penutupan pada 30 September. Michael Empric, adjudicator yang mengawasi upaya tersebut untuk Guinness, menyebut tantangan cuaca dan skala 10.000 drone yang terbang berkali-kali sehari sebagai salah satu upaya paling sulit yang pernah ia nilai.

“This was easily one of the most challenging drone attempts I’ve adjudicated, with the weather and the sheer scale of 10,000 drones flying multiple times a day,” ujar Michael Empric. “Yet after several very long nights (and early mornings), it was great to see everything finally come together with five successful shows on the final night.”

Rekor mingguan baru ini melampaui angka sebelumnya dengan selisih 15.268 drone, sementara formasi naga mengungguli capaian Uni Emirat Arab dengan selisih 7.936 pesawat. Sky Elements sendiri sudah memegang sejumlah gelar lain, termasuk desa gingerbread dari 4.981 drone, figur fiksi dari 4.979 drone, gambar topi koboi dari 519 drone, serta animasi berdurasi 30 menit yang menjadi yang terlama oleh pesawat nirawak.

Meski seorang adjudicator hadir dalam upaya tersebut, tidak ada data independen dalam laporan yang tersedia yang menunjukkan seberapa andal sistem tray dalam menangani badai atau peluncuran harian. Sebagai konteks industri, pengembangan kapabilitas drone juga terus berlangsung di berbagai ajang kompetisi, seperti yang terlihat pada Deep Strike Gauntlet II.

Dengan total 71.207 peluncuran dalam sepekan dan formasi 10.183 drone untuk naga biru, Sky Elements dan Damoda menempatkan standar baru bagi pertunjukan drone swarm berskala besar, sekaligus menunjukkan bahwa tantangan utamanya bukan hanya jumlah pesawat, tetapi juga konsistensi operasional di tengah cuaca yang tidak menentu.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.