📑 Daftar Isi

Microsoft Surface Laptop Ultra dengan platform Nvidia RTX Spark

Surface Laptop Ultra: Nvidia Sebut PC AI Pertama dengan 1 Petaflops

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • Surface Laptop Ultra jadi perangkat Microsoft pertama dengan chip Nvidia
  • Jensen Huang sebut proyek ini butuh empat tahun pengembangan
  • Ditenagai platform RTX Spark, prosesor N1X, dan grafis RTX Blackwell
  • Mendukung unified memory hingga 128GB serta 1 petaflops komputasi
  • Dua konfigurasi: RAM 24GB/512GB dan RAM 32GB/1TB
  • Menyasar developer, ilmuwan, kreator, dan spesialis AI
  • Dijadwalkan meluncur 16 Oktober 2026

Telset.id – Nvidia CEO Jensen Huang menyebut Microsoft Surface Laptop Ultra sebagai komputer pribadi pertama yang bisa menjalankan agen AI secara lokal. Pernyataan itu disampaikan Huang di sebuah acara developer di London, seperti dikutip TechRadar Pro, dan menandai masuknya Nvidia ke lini perangkat PC Microsoft untuk pertama kalinya.

Surface Laptop Ultra adalah perangkat Microsoft pertama yang ditenagai chip Nvidia. Menurut Huang, proyek ini memakan waktu empat tahun pengembangan dan melibatkan ribuan tahun rekayasa. “Komputer ini akan luar biasa, butuh empat tahun bagi kami untuk membangunnya,” ujarnya di hadapan peserta acara.

Perangkat ini dijadwalkan meluncur pada 16 Oktober 2026 dan menyasar pengguna developer serta kebutuhan AI. Surface Laptop Ultra berjalan di atas platform Nvidia RTX Spark dengan prosesor N1X dan grafis RTX Blackwell, serta mendukung unified memory hingga 128GB.

Spesifikasi dan Target Pengguna Surface Laptop Ultra

Berdasarkan keterangan yang dipaparkan, Surface Laptop Ultra hadir dalam dua konfigurasi. Versi pertama membawa RAM 24GB dan penyimpanan 512GB, sementara versi berikutnya memiliki RAM 32GB dan penyimpanan 1TB. Kombinasi ini disebut cocok untuk kreator, spesialis AI, insinyur, ilmuwan, developer, dan pengguna lain yang menjalankan aplikasi berat.

Microsoft Surface Laptop Ultra

Huang menjelaskan bahwa perangkat ini dirancang untuk menjalankan agen AI yang mampu mengakses file, menggunakan informasi sebagai dasar penalaran, dan memakai berbagai tools. Menurutnya, komputer pribadi adalah tools pamungkas bagi sistem agentic tersebut.

“Kami memikirkan sistem agentic, AI dan sistem otonom, bagaimana mereka bisa mengakses file Anda, dan bisa menggunakan tools, tetapi tools pamungkasnya adalah komputer pribadi Anda, kan?” kata Huang.

Ia juga membayangkan pengguna bisa “mengirim pesan” ke PC mereka untuk meminta bantuan tugas seperti merender gambar atau memperbarui slide, lalu hasilnya dikirim langsung ke pengguna. “Bukankah luar biasa jika Anda bisa mengirim pesan ke komputer Anda, Anda tidak perlu membawanya lagi, cukup tinggalkan di meja!” ujarnya.

Chip Baru dan Shared Memory Pertama Nvidia

Huang mengungkap bahwa pengembangan Surface Laptop Ultra menuntut pembuatan chip baru. Nvidia harus menunggu Blackwell selesai sebelum perangkat ini bisa diwujudkan. Ia menyebut perangkat tersebut memiliki 1 petaflops daya komputasi.

Karena model AI diperkirakan akan semakin besar, Nvidia juga merancang ulang cara GPU menggunakan memori. Hasilnya, Surface Laptop Ultra disebut sebagai GPU Nvidia pertama dengan shared memory, arsitektur Blackwell, dan kemampuan menjalankan segala hal yang dibutuhkan PC.

Microsoft Surface Laptop Ultra

Dalam penjelasannya, Huang membagi PC ke dalam tiga jenis. Pertama, PC yang biasa dipakai untuk mengetik. Kedua, Nvidia gaming PC yang membawa GeForce. Ketiga, workstation Nvidia yang menjalankan berbagai aplikasi. Menurutnya, jika AI akan menggunakan tools, maka perangkat harus bisa memakai setiap tools yang ada.

“Ini menjalankan semuanya, menjalankan setiap framework AI, menjalankan model AI apa pun juga,” kata Huang.

Ia juga mengisahkan bahwa setelah perangkat ini selesai dikembangkan, ia menghubungi CEO Microsoft Satya Nadella untuk membahas proyek tersebut. Dari percakapan itu, kebutuhan akan chip baru pun muncul.

Langkah Microsoft dan Nvidia ini memperluas pilihan PC berbasis AI di pasar. Sebelumnya, sejumlah vendor juga gencar menghadirkan fitur berbasis kecerdasan buatan, termasuk di lini perangkat mobile lewat fitur keamanan yang membatasi akses aplikasi tak terpercaya.

Di sisi lain, perhatian terhadap tata kelola data untuk AI juga meningkat. Meta baru-baru ini menghapus klausul kontroversial soal crawling data AI, sementara platform seperti Facebook menghadirkan fitur transparansi untuk menjelaskan konten yang muncul di linimasa pengguna.

Dengan peluncuran yang dijadwalkan 16 Oktober 2026, Surface Laptop Ultra menjadi penanda arah baru PC yang tidak hanya dipakai untuk mengetik, tetapi juga menjalankan agen AI secara lokal. Bagi kalangan developer dan spesialis AI, kehadiran perangkat ini menjadi salah satu titik yang layak dicermati pada tahun ini.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.