📑 Daftar Isi

Ilustrasi sengketa merek dagang Terafab milik SpaceX dan Tesla dengan Tera-Fab milik Tera-Print

Tera-Print Gugat Nama Terafab Milik SpaceX dan Tesla

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️4 menit membaca
Bagikan:
  • Tera-Print kirim cease-and-desist ke SpaceX dan Tesla pada Mei untuk hentikan penggunaan nama Terafab
  • Tera-Print telah pakai merek Tera-Fab sekitar satu dekade untuk alat beam pen lithography tabletop
  • Terafab milik Tesla untuk produksi chip volume tinggi bagi AI, otomotif, dan robotika
  • Kedua perusahaan sempat masuk pembicaraan penyelesaian, Tera-Print akan bela merek dagangnya

Telset.id – Rencana ambisius SpaceX dan Tesla untuk membangun fasilitas pembuatan chip bernama Terafab menghadapi hambatan hukum tak terduga. Sebuah perusahaan kecil asal Amerika Serikat bernama Tera-Print mengirimkan surat cease-and-desist kepada SpaceX dan Tesla pada Mei untuk menghentikan penggunaan nama Terafab. Langkah hukum ini muncul karena Tera-Print menilai nama tersebut berpotensi menimbulkan kebingungan dengan produk mereka yang telah menggunakan merek Tera-Fab selama sekitar satu dekade.

Persoalan ini menjadi ganjalan bagi proyek chip tera-scale milik Elon Musk yang digadang-gadang akan memproduksi chip dalam volume sangat tinggi. Menurut laporan PCMag, Tera-Print menjual alat beam pen lithography (BPL) berukuran tabletop dengan merek Tera-Fab yang menyasar sektor bioengineering dan prototyping perangkat microfluidic. Departemen Pertahanan Amerika Serikat disebut sebagai salah satu klien Tera-Print yang menggunakan produk Tera-Fab tersebut.

Meski sama-sama menyandang nama dengan awalan “Tera”, kedua perusahaan menegaskan bahwa operasi mereka berjalan di jalur yang berbeda. Terafab milik Tesla dan SpaceX diproyeksikan memproduksi chip dalam volume sangat tinggi untuk melayani kebutuhan AI, otomotif, robotika, dan pada akhirnya sebagian aplikasi antariksa. Sementara itu, Tera-Fab dari Tera-Print merupakan alat litografi kompak yang digunakan untuk bioengineering atau prototyping perangkat elektronik dan optik.

Terafab

Sengketa Merek Dagang di Kategori Teknologi Semikonduktor

Secara formal, perlindungan merek dagang menempatkan kedua nama dalam kategori teknologi semikonduktor yang sama, meskipun dengan deskripsi berbeda. Terafab milik Tesla mencakup “custom manufacture of semiconductor chips, memory chips, integrated circuits, and wafers” (IC 040) serta “distribution services, namely, delivery of semiconductor chips, chip carriers, namely, semiconductor chip housings, memory chips, integrated circuits, semiconductors, and microchips” (IC 039).

Adapun Tera-Fab milik Tera-Print mencakup beberapa klasifikasi, antara lain “Polymer pen and beam pen lithography instruments in the nature of 3D micro-printers and 3D nano-scale printers” (IC 007); “Polymer pen and beam pen lithography instruments in the nature of 2D micro-scale molecular and material printers and 2D nano-scale molecular and material printers” (IC 009); “Light-directed photochemical synthesis tools; Industrial advanced materials synthesis tools; Advanced light projection systems; High precision force-feedback sample alignment modules; Environmental control sample chambers” (IC 009); serta “training services in the field of AI design and development, electronics, computer science, biology, and material science” (IC 042).

Kedua perusahaan dilaporkan sempat memasuki pembicaraan penyelesaian yang mencakup tawaran dari Tesla. Namun, Tera-Print menyatakan bahwa Tesla lebih memilih melanjutkan negosiasi ketimbang membawa sengketa ini ke pengadilan. Tera-Print menegaskan akan membela merek dagangnya yang telah terdaftar dan berargumen bahwa kedua perusahaan beroperasi di bidang yang saling terkait sehingga berpotensi menimbulkan kebingungan di pasar.

Perkembangan proyek Terafab sendiri terus menjadi sorotan industri. Fasilitas pembuatan chip milik Elon Musk ini disebut mulai mengambil bentuk, seiring dengan proyeksi kapasitasnya yang disebut akan melampaui gabungan beberapa bangunan ikonik. Dari sisi sumber daya manusia, Tesla dilaporkan merekrut seorang veteran Intel berusia 17 tahun yang bertanggung jawab atas pendirian fab miliknya. Langkah ini menjadi bagian dari persiapan infrastruktur AI yang menuntut pasokan chip dalam jumlah besar.

Industri semikonduktor global saat ini memang tengah menghadapi tekanan dari berbagai sisi. Lonjakan permintaan chip untuk kebutuhan AI berdampak pada kenaikan harga di berbagai lini produk. Situasi ini juga memengaruhi dinamika pasokan dan permintaan di pasar perangkat konsumen, seiring dengan meningkatnya kebutuhan komputasi berperforma tinggi. Dalam konteks inilah sengketa merek dagang antara Tera-Print dan Tesla menjadi relevan, karena menyangkut identitas sebuah proyek fab yang berskala besar.

Elon Musk's fab plans

Selain itu, perhatian publik terhadap proyek-proyek AI dan semikonduktor juga tercermin dari munculnya berbagai isu lain di industri teknologi. Misalnya, gangguan layanan pada platform AI seperti ChatGPT dan Claude yang sempat melonjak dan tercatat ribuan laporan di Downdetector. Hal ini menunjukkan bahwa ekosistem AI yang sedang tumbuh pesat tidak lepas dari tantangan teknis maupun non-teknis, termasuk persoalan hukum seperti yang kini dihadapi Terafab.

Dari sisi perlindungan merek, kasus ini menyoroti pentingnya pengecekan menyeluruh sebelum meluncurkan nama produk atau proyek berskala besar. Tera-Print yang telah menggunakan merek Tera-Fab selama sekitar satu dekade memiliki dasar hukum yang kuat untuk mempertahankan haknya. Sementara Tesla dan SpaceX, dengan ambisi tera-scale mereka, harus menyelesaikan persoalan ini agar proyek Terafab dapat berjalan tanpa ganjalan hukum yang berkepanjangan.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada informasi lebih lanjut mengenai hasil akhir dari pembicaraan penyelesaian antara kedua belah pihak. Tera-Print menyatakan akan terus membela merek dagangnya yang telah terdaftar, sementara Tesla dan SpaceX belum memberikan pernyataan resmi terkait kelanjutan sengketa ini.

[ META_DESCRIPTION]
Tera-Print kirim cease-and-desist ke SpaceX dan Tesla agar berhenti pakai nama Terafab. Sengketa merek dagang ini menyangkut proyek chip tera-scale Elon Musk.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.