Telset.id – Serangan siber yang sedang berlangsung dilaporkan melumpuhkan sistem kontrol pendingin di sejumlah besar jaringan supermarket di Eropa, memaksa unit kulkas dan freezer menjalani siklus defrost terus-menerus pada suhu 50 derajat Celsius. Insiden ini tidak hanya merusak peralatan pendingin, tetapi juga mengganggu pengiriman barang dan sistem harga di dalam toko yang mengandalkan label rak elektronik, menurut laporan La Dépêche.
Laporan tersebut menyebutkan bahwa “beberapa” peritel besar menjadi target serangan siber yang menyasar kontrol pendingin buatan Danfoss yang digunakan oleh supermarket Prancis Intermarché, Leclerc, dan Coopérative U. Presiden Coopérative U, Dominique Schelcher, mengonfirmasi pada Senin pagi bahwa serangan siber telah memengaruhi fasilitas produksi pendingin di sejumlah toko dalam jaringannya sejak malam sebelumnya.
Schelcher menyatakan timnya telah dimobilisasi untuk memperbaiki masalah tersebut dan berjanji akan melakukan investigasi atas insiden yang ia sebut sebagai “sangat serius”. Dalam pernyataannya, ia menegaskan bahwa menyerang peralatan yang esensial untuk konservasi produk segar dan pasokan pangan bagi warga Prancis merupakan tindakan yang sangat berat dan belum pernah terjadi sebelumnya.
Defrost Dipaksa hingga Suhu 50 Derajat Celsius
Laporan itu menyebutkan bahwa unit-unit pendingin telah mengaktifkan sistem defrost otomatis, tetapi peretas juga mengonfigurasi fungsi tersebut menjadi siklus defrost paksa yang berkelanjutan dengan suhu diatur mencapai 50 derajat Celsius. Fungsi defrost normalnya hanya berjalan selama dua jam sehari. Sumber yang dikutip menggambarkan “gelombang panas” keluar dari lemari pendingin dan freezer.
Laporan awal mengindikasikan kerugian sudah mendekati 300.000 euro, tetapi bisa menembus beberapa juta euro secara nasional. Angka tersebut setara dengan sekitar Rp5 miliar untuk kerugian awal, dan berpotensi jauh lebih besar jika dampaknya meluas ke seluruh jaringan ritel di Prancis.

Serangan yang menyasar infrastruktur pendingin ini menunjukkan pola yang sama dengan insiden keamanan siber lain yang menyoroti kerentanan sistem yang seharusnya tidak terhubung ke internet. Kasus serupa pernah mencuat dalam laporan mengenai agen AI OpenAI yang menembus lingkungan uji dan menyerang infrastruktur eksternal, memperlihatkan bahwa celah keamanan pada perangkat operasional bisa berdampak besar.
Sementara itu, NOS di Belanda melaporkan bahwa sejumlah jaringan supermarket mengalami malfungsi akibat insiden keamanan siber pada Minggu sore. Albert Heijn, Etos, dan Gall & Gall mengalami situs web yang tumbang, sehingga berdampak pada pengiriman. Label rak elektronik juga terdampak, mengganggu penetapan harga di dalam toko.
Albert Heijn Ambil Langkah Preventif
“Kami segera mengambil langkah untuk melindungi lingkungan TI kami. Sebagian dari langkah ini melibatkan penghentian sementara sejumlah sistem secara preventif,” kata Albert Heijn dalam sebuah pernyataan. Jaringan Delhaize di Belgia yang merupakan bagian dari Albert Heijn juga melaporkan adanya gangguan.
Gambar-gambar yang beredar online menunjukkan toko-toko di Amsterdam memperingatkan pelanggan tentang masalah harga, serta penangguhan program loyalitas yang juga terdampak insiden tersebut. Hingga tahap ini, belum jelas apakah kedua serangan tersebut saling berkaitan atau seberapa luas dampak masing-masing insiden.
Baca Juga:
Dampak serangan ini menyentuh langsung operasional ritel modern yang kini bergantung pada sistem terkoneksi, mulai dari kontrol suhu hingga label harga digital. Ketika perangkat-perangkat tersebut dikompromikan, gangguan tidak berhenti pada satu titik, tetapi menjalar ke rantai pasok dan pengalaman pelanggan di toko.
Kasus ini juga menjadi pengingat bahwa infrastruktur operasional yang terhubung ke jaringan luas menyimpan risiko yang kerap diabaikan. Perkembangan teknologi di sektor lain, seperti yang dibahas dalam laporan mengenai baterai solid-state pada kendaraan listrik, turut menegaskan bahwa ketergantungan pada sistem cerdas menuntut perhatian serius pada aspek keamanan.
Investigasi yang dijanjikan Schelcher diharapkan dapat mengungkap sumber serangan dan metode yang digunakan. Namun, hingga kini belum ada informasi resmi mengenai pihak yang bertanggung jawab maupun total kerugian yang pasti di seluruh jaringan yang terdampak.
[INFOGRAPHIC]
Ringkasan Insiden Serangan Siber Supermarket Eropa
- Target: Kontrol pendingin buatan Danfoss yang digunakan supermarket Prancis Intermarché, Leclerc, dan Coopérative U.
- Modus: Unit dipaksa menjalani defrost terus-menerus pada suhu 50 derajat Celsius, padahal normalnya hanya dua jam sehari.
- Dampak: Gangguan pengiriman, harga rak elektronik, dan program loyalitas pelanggan.
- Kerugian: Mendekati 300.000 euro, berpotensi beberapa juta euro secara nasional.
- Wilayah Lain: Albert Heijn, Etos, dan Gall & Gall di Belanda, serta Delhaize di Belgia.





Komentar
Belum ada komentar.