📑 Daftar Isi

Ilustrasi logo SK Hynix dengan latar belakang papan sirkuit dan grafik saham naik

SK Hynix Catat IPO Terbesar di AS, Raup Dana Rp 425 Triliun

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • SK Hynix berhasil mengumpulkan dana US$26,5 miliar dari IPO di bursa AS, menjadi IPO terbesar perusahaan non-Amerika sepanjang sejarah
  • Debut di Nasdaq pada 10 Juli 2026 dengan harga saham langsung naik 14% di atas harga IPO
  • Permintaan investor mencapai 7 kali lipat dari jumlah saham yang tersedia meski harga premium 2,7%
  • Dana IPO akan digunakan untuk membangun pabrik baru, fasilitas pengemasan, dan membeli mesin EUV di Korea Selatan
  • Kesuksesan ini didorong oleh posisi SK Hynix sebagai pemasok utama HBM untuk GPU AI Nvidia
  • Pemerintah AS melalui Menteri Perdagangan Howard Lutnick mendorong Samsung dan SK Hynix untuk membangun pabrik di AS
  • Micron mengumumkan investasi US$250 miliar untuk manufaktur baru di AS yang akan menciptakan 90.000 lapangan kerja

Telset.id – SK Hynix, raksasa memori asal Korea Selatan, mencatatkan debut spektakuler di bursa Amerika Serikat dengan meraup dana segar sebesar US$ 26,5 miliar atau sekitar Rp 425 triliun. Initial Public Offering (IPO) ini menjadi yang terbesar sepanjang sejarah untuk perusahaan non-Amerika, mengalahkan rekor Alibaba yang mencapai US$ 25 miliar pada 2014. Kesuksesan ini menunjukkan betapa dahsyatnya dampak ledakan kecerdasan buatan (AI) terhadap industri semikonduktor global.

Perusahaan yang dikenal sebagai pemasok utama memori untuk GPU AI Nvidia ini menjual 177,9 juta American Depositary Shares (ADRs) dengan harga masing-masing US$ 149. Struktur ini memungkinkan investor AS untuk membeli saham SK Hynix dengan harga sekitar sepersepuluh dari harga saham reguler di bursa Seoul. Saham tersebut mulai diperdagangkan di Nasdaq pada Jumat, 10 Juli 2026, dengan ticker sementara SKHYV, dan akan resmi beralih ke ticker SKHY pada Senin, 13 Juli 2026.

Antusiasme pasar terhadap IPO ini luar biasa. Harga saham SK Hynix langsung melonjak 14% di atas harga IPO pada hari pertama perdagangan, dan terus menunjukkan tren kenaikan. Padahal, perusahaan tersebut membanderol harga saham ADR-nya dengan premium 2,7% dibandingkan rata-rata harga sahamnya di bursa Seoul selama tiga hari terakhir. Meski demikian, permintaan dari investor dilaporkan mencapai lebih dari tujuh kali lipat dari jumlah saham yang tersedia.

Korea Discount Tak Berlaku untuk SK Hynix

Keberhasilan ini menjadi fenomena tersendiri karena perusahaan Korea Selatan selama ini kerap mengalami fenomena yang disebut “Korea Discount”. Istilah ini merujuk pada valuasi saham perusahaan Korea yang lebih rendah dibandingkan pesaing globalnya. Investor biasanya mengutip faktor-faktor seperti struktur tata kelola perusahaan yang kompleks, imbal hasil pemegang saham yang rendah, ketidakpastian regulasi, dan risiko geopolitik terkait Korea Utara sebagai alasan utama.

Namun, SK Hynix jelas tidak mengalami diskon tersebut. Alasannya sederhana: perusahaan ini memproduksi memori berkecepatan tinggi atau High-Bandwidth Memory (HBM). HBM merupakan komponen kunci dalam prosesor GPU AI, dan saat ini Nvidia sangat bergantung pada SK Hynix sebagai salah satu pemasok utamanya. Ketergantungan pasar AI pada chip HBM inilah yang membuat valuasi SK Hynix meroket di mata investor global.

Dana IPO untuk Ekspansi Fabrikasi dan Mesin EUV

Berdasarkan dokumen pendaftaran IPO, dana segar yang diperoleh dari investor AS akan digunakan untuk tiga tujuan utama. Pertama, pembangunan pabrik baru (fab) di Korea Selatan yang saat ini sedang dibangun untuk mengatasi kekurangan memori global yang dipicu oleh permintaan AI. Kedua, pembangunan fasilitas pengemasan (packaging) baru di negara yang sama. Ketiga, pembelian mesin EUV (extreme ultraviolet) scanners, yaitu perangkat canggih yang diperlukan untuk memproduksi chip generasi berikutnya.

Investasi besar-besaran ini sejalan dengan komitmen SK Hynix dan Samsung, dua raksasa memori Korea Selatan, yang baru saja berjanji menggelontorkan dana lebih dari US$ 550 miliar untuk investasi manufaktur baru di Korea Selatan. Langkah ini menunjukkan betapa pentingnya menjaga rantai pasokan chip di dalam negeri di tengah persaingan global yang semakin ketat.

Pemerintah AS Dorong Pabrik Chip di Amerika

Di sisi lain, Menteri Perdagangan AS, Howard Lutnick, hadir dalam acara Micron Technology pada Kamis lalu dengan pesan tegas untuk industri chip global. Lutnick mengaku telah berkomunikasi dengan Samsung dan SK Hynix mengenai kemungkinan pembangunan pabrik baru di Amerika Serikat. Tujuannya jelas: agar Korea Selatan tidak terus mendominasi produksi teknologi penting ini.

Micron, sebagai pesaing utama SK Hynix, tentu menyambut baik inisiatif ini. Perusahaan memori asal AS tersebut mengumumkan rencana investasi sebesar US$ 250 miliar untuk manufaktur baru di Amerika Serikat. Micron mengklaim investasi ini akan menciptakan lebih dari 90.000 lapangan kerja dan menjaga produksi chip mutakhir tetap berada di tanah Amerika.

Langkah agresif pemerintah AS ini menunjukkan betapa strategisnya industri memori, terutama HBM, dalam ekosistem AI global. Keberhasilan IPO SK Hynix menjadi bukti nyata bahwa perusahaan yang menguasai teknologi kunci AI akan mendapatkan valuasi premium di pasar modal, terlepas dari hambatan struktural yang biasanya membebani perusahaan dari negara asalnya.

Untuk memahami lebih dalam tentang dinamika industri ini, Anda bisa membaca artikel terkait Gugatan Hukum DRAM yang melibatkan para pemain utama. Sementara itu, Investasi Chip Rp 8.000 Triliun dari Korea Selatan semakin mengukuhkan posisi negara tersebut sebagai pusat manufaktur semikonduktor dunia.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.