Telset.id – Superhuman resmi mengakuisisi Fathom, startup notetaker berbasis AI pendukung Y Combinator, sebagai langkah memperkuat suite produktivitasnya. Langkah ini menandai pergeseran strategi Superhuman yang sebelumnya sempat menguji notetaker secara internal, namun akhirnya memilih membeli produk jadi untuk diintegrasikan dengan platform yang berpusat pada AI.
Superhuman bergabung dengan deretan platform produktivitas yang meluncurkan notetaker. Alih-alih membangun sendiri dari nol, Superhuman memilih jalur akuisisi terhadap Fathom. Platform produktivitas bertenaga AI umumnya mengotomatiskan pekerjaan ketika pengguna mengetik prompt dan membuat alur kerja. Namun, akan lebih baik jika AI bisa memulai pekerjaan secara proaktif, dan untuk itu topik serta action item yang dibahas dalam rapat menjadi kunci. Dari situlah keinginan Superhuman dan platform serupa untuk masuk ke ranah notetaking muncul.
Fathom didirikan pada 2020 dan hingga kini telah mengumpulkan pendanaan lebih dari $30 juta. Perusahaan ini disebut bernilai $94 juta pada 2024 berdasarkan data dari PitchBook. Investornya mencakup Zoom Apps Fund, Telescope Partners, BoxOne Ventures, dan Maven Ventures. Struktur kepemilikannya juga mencakup sejumlah individu seperti CEO Reddit Steve Huffman, mantan CEO Twitch Emmett Shear, dan co-founder Cruise Kyle Vogt.
Notetaker Fathom menawarkan paket gratis yang cukup besar, dan hal itu menghasilkan lebih dari 400.000 pengguna aktif bulanan. Perusahaan menyatakan bahwa lebih dari 1 juta orang telah merekam rapat hingga saat ini. TechCrunch mengetahui bahwa pada awal tahun ini, Superhuman menguji notetaker secara internal dengan sejumlah pengguna terpilih, tetapi akhirnya memilih mengakuisisi produk yang sudah jadi untuk diintegrasikan dengan suite produktivitasnya, dengan AI sebagai pusatnya.
CEO Superhuman Shishir Mehrotra mengakui hal tersebut. Ia mengatakan bahwa dalam proses pengujian, perusahaannya menyadari betapa sulitnya menciptakan sebuah notetaker. “Kami juga telah bekerja secara internal di area ini selama beberapa waktu. Saya pikir itu sangat meningkatkan kepercayaan diri kami terhadap permintaan di kategori ini. Menjadi sangat jelas juga seberapa dalam produk-produk di kategori ini dan seberapa banyak yang perlu dibangun. Banyak dari produk ini membuat pekerjaan terasa sangat mudah, tetapi sebenarnya cukup rumit untuk melakukan pekerjaan yang hebat di semua bagian [perekaman rapat],” ujar Mehrotra kepada TechCrunch melalui panggilan telepon.
Mehrotra menyebut dirinya terkesan dengan beberapa kerumitan teknis yang dibangun tim Fathom, tetapi tidak merinci bagian mana yang dimaksud. Ia hanya mengisyaratkan bahwa dengan notetaker, Superhuman dapat bekerja untuk menampilkan konteks rapat secara real time.
Persaingan di ruang notetaker rapat terbilang ketat. Startup seperti Granola, Read AI, dan pendatang baru Wispr telah mengumpulkan dana jutaan dolar untuk mendukung pertumbuhan mereka. Meski memiliki basis pelanggan atau run rate pendapatan yang sehat, para notetaker yang didukung modal ventura merasakan tekanan pasar untuk melakukan lebih dari sekadar notetaking. Sejumlah faktor tersebut turut berperan dalam langkah Superhuman mengakuisisi Fathom.
CEO Fathom Richard White menyatakan bahwa basis 40 juta pengguna Superhuman menjadi peluang bagus untuk menjangkau pengguna dalam skala besar. “Jangkauan Superhuman sangat besar. Saya selalu memikirkan M&A dalam hal kecepatan membangun produk yang digunakan semua orang, dan sebagian dari itu bermuara pada distribusi. Jika kami mengoperasikan Fathom sebagai perusahaan mandiri, kami harus membangun banyak hal yang sudah ada di platform Superhuman,” katanya.
Dari sisi platform, Superhuman sudah memiliki klien email, aplikasi dokumen, kalender, solusi basis data, dan platform pembangun agen AI yang baru diluncurkan. Dengan notetaker rapat di tengahnya, Superhuman dapat menyusun email, memperbarui entri data, menjadwalkan rapat lanjutan, serta membuat agen AI mulai bekerja dan mengekstrak wawasan dari data rapat.
Langkah Superhuman ini menambah deretan aksi korporasi di sektor AI. Sebelumnya, Superhuman juga tercatat mengakuisisi GPTZero, startup deteksi konten AI. Ekspansi Superhuman ke notetaker menunjukkan bahwa platform produktivitas kini berlomba mengintegrasikan AI secara lebih dalam ke alur kerja pengguna.
Di sisi lain, perkembangan AI juga memunculkan kekhawatiran. Sejumlah peneliti menyoroti risiko AI yang tak terkendali, termasuk peringatan dari peneliti Anthropic yang memperingatkan potensi bahaya bagi manusia. Isu ini menjadi konteks penting di tengah percepatan adopsi AI di berbagai platform produktivitas.
Dengan akuisisi Fathom, Superhuman memperkuat posisinya di kategori notetaker yang kompetitif. Integrasi notetaker ke dalam suite produktivitas memungkinkan Superhuman mengolah data rapat menjadi tindakan nyata, sejalan dengan visi AI yang tidak hanya menunggu perintah, tetapi juga memulai pekerjaan secara proaktif.





Komentar
Belum ada komentar.