📑 Daftar Isi

Seseorang membayar barang menggunakan smartphone dengan teknologi NFC di toko

CMA Inggris Minta Apple Buka Akses NFC iPhone, Biaya Wallet Ditekan

Penulis:Nur Hamzah
Terbit:
Diperbarui:
⏱️3 menit membaca
Bagikan:
  • CMA Inggris usulkan Apple buka akses NFC iPhone dan tekan biaya Wallet
  • 39 persen pembayaran Inggris pakai kontaktless, Apple Wallet terpopuler
  • CMA nilai biaya dan aturan Apple memberatkan fintech
  • Konsultasi ditutup 17 November 2026, keputusan final menyusul
  • Apple menolak, klaim solusi NFC sudah aman dan mendorong persaingan

Telset.id – Otoritas persaingan usaha Inggris, Competition and Markets Authority (CMA), mengusulkan agar Apple membuka akses NFC iPhone dan menurunkan biaya yang dibebankan kepada pengembang pembayaran kontaktless. Langkah ini menjadi sorotan karena regulator menilai aturan Apple berpotensi memblokir inovasi dan pertumbuhan fintech di Inggris.

CMA secara spesifik menyoroti biaya dan aturan akses Apple terhadap teknologi NFC yang dianggap “onerous” atau memberatkan. Menurut regulator, kondisi tersebut berisiko menghambat kemampuan fintech untuk berinovasi dan berkembang, meski Inggris merupakan salah satu pusat fintech terkemuka yang menopang lebih dari 360.000 lapangan kerja.

Data CMA menunjukkan 39 persen dari seluruh pembayaran di Inggris kini dilakukan menggunakan teknologi kontaktless, dengan Apple Wallet menjadi pilihan paling populer. Namun, berbeda dengan kondisi di Uni Eropa, regulator menegaskan bahwa “tidak ada satu pun perusahaan yang meluncurkan produk sejenis dompet digital untuk bersaing dengan Apple di Inggris.”

Seseorang membayar barang menggunakan smartphone dengan teknologi NFC

Usulan CMA ini menempatkan Apple dalam pusaran pengawasan antitrust yang lebih luas di Inggris. Sebelumnya, pengadilan Inggris juga menghadapi dinamika serupa dalam gugatan antitrust Apple yang melibatkan Amazon. Tekanan terhadap raksasa teknologi atas praktik platform mereka pun bukan hal baru, seperti yang terlihat pada penyelidikan Uni Eropa terhadap Google.

Apa yang Diinginkan CMA dari Apple

CMA tampaknya menginginkan kesepakatan serupa dengan yang berlaku di Eropa. Pada 2024, Apple berkomitmen memberikan akses teknologi NFC untuk pembayaran tap-and-go kepada pengembang, sekaligus membuka akses ke fitur iOS seperti autentikasi Face ID dan pembayaran double-click. Kesepakatan itu menyelamatkan Apple dari denda antitrust hingga 10 persen dari perputaran tahunan globalnya.

Apple kemudian menawarkan akses pihak ketiga ke fungsi tersebut di wilayah lain mulai iOS 18.1. Pengembang di Inggris sebenarnya juga memiliki akses ke fitur serupa, tetapi berbeda dengan di Eropa, mereka tetap terkurung dalam ekosistem Apple dan harus membayar biaya.

Karena itu, CMA mengusulkan agar Apple membuka akses Wallet “ke standar kontaktless utama yang digunakan secara internasional” sehingga perusahaan Inggris dapat meluncurkan layanan pembayaran yang sudah tersedia di Uni Eropa. Regulator menyatakan bukti mereka menunjukkan bahwa “tidak ada teknologi yang menimbulkan kekhawatiran keamanan yang melekat.”

CMA juga ingin membuat akses ke layanan Apple menjadi “layak secara komersial.” Alih-alih menetapkan harga sendiri, regulator lebih memilih “mengusulkan prinsip” tentang bagaimana tarif tersebut harus ditentukan, dengan ekspektasi bahwa biaya akan “jauh lebih rendah” dari tarif Apple saat ini.

Jadwal Konsultasi dan Penolakan Apple

Konsultasi publik atas usulan ini akan ditutup pada 17 November 2026, dan keputusan final akan diambil setelah tanggapan dievaluasi. Artinya, arah kebijakan terhadap akses NFC iPhone di Inggris akan ditentukan dalam hitungan bulan ke depan.

Apple sendiri telah menyatakan keberatan. Dalam pernyataan yang diberikan kepada Engadget, Apple menegaskan bahwa mereka telah memungkinkan pengembang di Inggris dan seluruh dunia menawarkan transaksi kontaktless secara aman langsung di dalam aplikasi mereka melalui NFC dan SE Platform, untuk berbagai kebutuhan mulai dari pembayaran di toko, tiket transit, kunci mobil, hingga tiket acara.

Apple menilai solusi tersebut memungkinkan pengembang dan bank menciptakan produk serta layanan inovatif bagi pelanggan dan memfasilitasi persaingan antar-dompet digital, sambil memastikan data sensitif pengguna tetap terlindungi dengan standar keamanan tertinggi. Perusahaan juga menyatakan tidak percaya bahwa CMA seharusnya mewajibkan Apple mengadopsi pendekatan dengan perlindungan privasi dan keamanan yang lebih rendah, dan akan terus berupaya mencapai hasil yang terbaik bagi pengguna.

Ketegangan antara regulator dan Apple ini menjadi bagian dari gelombang pengawasan antitrust yang lebih luas terhadap platform digital. Di sektor lain, persoalan serupa juga muncul, misalnya dalam gugatan antitrust AI yang melibatkan sejumlah penyedia model kecerdasan buatan. Bagi pengguna dan pelaku industri di Inggris, hasil konsultasi ini akan menentukan seberapa terbuka ekosistem pembayaran iPhone terhadap layanan pihak ketiga.

[PENUTUP]

Dengan tenggat konsultasi pada 17 November 2026, keputusan CMA akan menjadi penentu apakah pengembang fintech di Inggris bisa menikmati akses NFC setara dengan rekan-rekan mereka di Uni Eropa, atau tetap terikat pada aturan dan biaya Apple.

Ikuti Telset.id di Google NewsFollow

Komentar

Belum ada komentar.